Jaga Stabilitas Harga Saham, Bangun Kosambi (CBDK) Melaksanakan Buyback Saham

Jumat, 27 Juni 2025 | 10:13 WIB
Jaga Stabilitas Harga Saham, Bangun Kosambi (CBDK) Melaksanakan Buyback Saham
[ILUSTRASI. Desain Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) dalam kawasan pusat bisnis CBD PIK2 yang dikembangkan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).]
Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berencana melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal hingga Rp 1 triliun.

Anak usaha emiten properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) akan melaksanakan aksi buyback ini  selama tiga bulan, terhitung mulai 25 Juni 2025 hingga 24 September 2025.

Baca Juga: Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Suntik Modal Kerja 2 Anak Usahanya Rp 408,9 miliar

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Laju Saham Emiten Aguan Belum Cuan
| Kamis, 28 Mei 2026 | 07:00 WIB

Laju Saham Emiten Aguan Belum Cuan

Berbagai upaya dilakukan manajemen PANI dan CBDK untuk meredam pelemahan lebih dalam harga saham. Salah satunya menggelar buyback saham.

Harapan Menghemat Anggaran Subsidi dan Kompensasi
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:59 WIB

Harapan Menghemat Anggaran Subsidi dan Kompensasi

Kebijakan WFH diklaim menghemat konsumsi BBM di April, namun konsumsi BBM bersubsidi empat bulan pertama tahun ini masih naik 8,2%

Kelas Menengah di Tepi Jurang Kemerosotan
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:46 WIB

Kelas Menengah di Tepi Jurang Kemerosotan

Insentif yang digelontorkan pemerintah dinilai belum menyentuh akar masalah                         

Dapat Restu RUPS, Gajah Tunggal (GJTL) Bagi Dividen Rp 278,78 Miliar
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:45 WIB

Dapat Restu RUPS, Gajah Tunggal (GJTL) Bagi Dividen Rp 278,78 Miliar

Dividen ini akan dibagikan untuk 3,48 miliar saham yang telah dikeluarkan oleh PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).

Adaro Andalan (AADI) Siap Menebar Dividen Final Sebesar US$ 200 Juta
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:41 WIB

Adaro Andalan (AADI) Siap Menebar Dividen Final Sebesar US$ 200 Juta

Jumlah dividen final yang dibagikan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tahun 2025 mencerminkan dividend payout ratio (DPR) sekitar 26,30%.

Ada Internet Rakyat, WIFI Optimistis Kinerja Bisa Menguat
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:40 WIB

Ada Internet Rakyat, WIFI Optimistis Kinerja Bisa Menguat

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) lewat anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama (Telemedia), resmi meluncurkan IRA atau internet rakyat

Risiko Tekanan di Tengah Lonjakan Utang Luar Negeri
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:34 WIB

Risiko Tekanan di Tengah Lonjakan Utang Luar Negeri

Posisi utang luar negeri bank sentral jangka pendek nilainya mencapai US$ 15,85 miliar per akhir Maret 2026, naik 16,91% dari akhir tahun lalu

MDIY Terapkan Strategi Harga Tetap Sama
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:33 WIB

MDIY Terapkan Strategi Harga Tetap Sama

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) akan mempertahankan strategi harga produk di tengah kenaikan biaya bahan baku dan ketidakpastian global. ​

Kencana Energi Lestari (KEEN) Memacu Proyek Listrik EBT
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:33 WIB

Kencana Energi Lestari (KEEN) Memacu Proyek Listrik EBT

KEEN memperkirakan PLTA Pakkat 2 membutuhkan investasi sekitar US$ 116 juta. Hanya sebagai gambaran saja, jumlah tersebut menembus Rp 2 triliun/

Menjaring Cuan Valuta Asing Saat Rupiah Terus Melemah
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:30 WIB

Menjaring Cuan Valuta Asing Saat Rupiah Terus Melemah

Di tengah tekanan rupiah, sejumlah valuta asing (valas) berpotensi membuka peluang keuntungan bagi investor valas.

INDEKS BERITA

Terpopuler