KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dulu, pamor tato tidak baik di masyarakat pada umumnya. Tubuh bertato identik dengan preman, penjahat, tukang rusuh dan sebagainya. Namun, seturut zaman, hal tersebut berubah.
Memang, tidak semua orang bisa menerima tato, tapi beberapa daerah di Indonesia pun punya tradisi menato tubuh.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.