Menggerojok Cuan Bisnis Air Bersih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis penyediaan air bersih diproyeksikan masih tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan. Target pemerintah meningkatkan cakupan layanan air minum perpipaan menjadi 40% pada 2029 membuka peluang investasi jumbo untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Direktur Eksekutif Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Teguh Subekti mengatakan, tingkat layanan air minum perpipaan di Indonesia hingga kini masih relatif rendah. Dari sekitar 89 juta sambungan rumah yang dibutuhkan secara nasional, layanan air minum perpipaan baru menjangkau 22% masyarakat. Jika ditambah layanan air minum berbasis masyarakat atau komunal, cakupan layanan nasional baru mencapai 30%.
Baca Juga: Air Bersih dan Mimpi Anak Muda Papua
