Menilik Potensi Saham KAQI Lewat Ekspansi Bengkel Kaki-kaki
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) pada tahun ini bakal menginjak pedal gas ekspansinya. Usai melakukan perombakan direksi pada RUPSLB pada 20 Mei 2026 lalu, perusahaan sudah mengantongi persetujuan pemegang untuk penambahan kegiatan usaha untuk reparasi mobil, pencucian dan salon mobil serta perdagangan eceran suku cadang dan aksesoris mobil.
Imam Sujono, Direktur Utama KAQI menyebut perusahaan kini bakal memperluas ekspansi bengkel kaki-kaki miliknya. Selain berfokus di Pulau Jawa, perusahaan juga secara bertahap akan menyasar pasar Sumatra dan Sulawesi sebagai bagian dari perluasan pangsa pasar layanan aftermarket otomotif.
Perusahaan juga telah mendapatkan persetujuan pemegang saham terkait dengan penambahan kegiatan usaha yang meliputi reparasi mobil, pencucian dan salon mobil serta perdagangan eceran suku cadang dan aksesoris mobil. Penambahan ini menjadikan KAQI lebih agile dalam menjalankan bisnisnya.
Berita Terbaru
Harga Energi Berfluktuasi, RAJA Tetap Mengantongi Laba Tinggi
Laba bersih PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tumbuh 100,44% yoy menjadi US$ 22,75 juta pada akhir semester pertama lalu.
Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti
Ukuran keberhasilan gubernur BI bukan popularitas atau ketenangan pasar selama satu-dua hari, melainkan kepercayaan.
Transparansi ETF Emas
Ingat, tanpa transparansi emas fisik dan jaminan likuiditas, maka ETF emas berisiko merugikan investor.
Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa
Dari 13 BUMN dan anak usaha BUMN non-bank yang IPO sejak 2010, hanya PGEO yang sahamnya mampu bertahan di atas harga perdana.
Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun
Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diperkirakan berada di level 224,4, turun 0,7% per bulan
Penerimaan Pajak Baru Setengah Target
Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 baru mencapai 51% dari target
Kasus Korupsi Ekspor CPO 15 Perusahaan Sawit Masuk Pengadilan, Kerugian Rp 7,3 T
Skandal ini menjadi sorotan tajam setelah hasil audit BPKP mengungkap angka fantastis kerugian negara yang mencapai Rp 7,3 triliun.
Usai Dapat Kontrak Rp 22 Triliun Saham DEWA Melandai, Investor Tunggu Pembuktian
Efek kontrak Sebuku Sejaka Coal (SSC) ke EBITDA PT Darma Henwa Tbk (DEWA) diproyeksikan sekitar 4% pada 2026.
Saham Duo Garuda GIAA dan GMFI Kompak Terbang, Masih Aman Buat Dikejar?
Kenaikan harga saham Grup Garuda, yakni GIAA dan GMFI dibumbui cerita soal aksi korporasi dan dukungan pemerintah.
Antara MSCI dan Indeks Kepercayaan Konsumen, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
Investor juga cenderung wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus. Ini katalis penting bagi arah IHSG dan aliran dana asing.
