Menyigi Aksi Konsolidasi di Perbankan Islami

Jumat, 21 Juni 2024 | 04:15 WIB
Menyigi Aksi Konsolidasi di Perbankan Islami
[ILUSTRASI. Suasana booth Bank Syariah Indonesia (BSI) saat hari pembukaan BSI International Expo 2024 di Jakarta Convention Center, Kamis (20/6/2024). Pameran untuk mendorong perkembangan ekosistem keuangan syariah dan gaya hidup halal ini berlangsung hingga 23 Juni 2024, diikuti oleh 265 peserta dari 20 negara, dan menargetkan 20 ribu pengunjung dengan transaksi senilai Rp 1 triliun. (KONTAN/Baihaki)]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi merger dan akuisisi di industri perbankan syariah makin ramai terdengar. Beberapa bank mengaku telah mulai melakukan pembicaraan tahap awal. 

Bank yang ramai diberitakan akan akuisisi untuk spin off unit syariahnya antara lain PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Tapi, hingga kini target bank yang akan diakuisisi masih juga dirahasiakan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Industri Petrokimia Tertekan Produk Impor
| Jumat, 06 November 2026 | 08:17 WIB

Industri Petrokimia Tertekan Produk Impor

Pebisnis berharap pengendalian impor dapat memberikan ruang bagi produsen domestik untuk meningkatkan utilisasi pabrik

DRMA Optimistis Kejar Pertumbuhan 10%
| Jumat, 06 November 2026 | 08:07 WIB

DRMA Optimistis Kejar Pertumbuhan 10%

Produsen komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis mencapai target pertumbuhan kinerja di sepanjang 2026. 

PGEO Siapkan Proyek Listrik 1 GW
| Jumat, 06 November 2026 | 07:58 WIB

PGEO Siapkan Proyek Listrik 1 GW

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan produksi listrik 1 gigawatt di tahun 2028. Berikut proyeknya.

Uji Ketahanan Emiten Sawit: Saat Laba Bersih Melonjak tapi Harga CPO Mulai Longsor
| Jumat, 06 November 2026 | 07:55 WIB

Uji Ketahanan Emiten Sawit: Saat Laba Bersih Melonjak tapi Harga CPO Mulai Longsor

Meski dalam jangka pendek tertekan, prospek harga crude palm oil (CPO) masih akan ditopang B50 dan risiko El Nino.

Menjelang Libur Akhir Pekan, Simak Dulu Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (6/11)
| Jumat, 06 November 2026 | 07:37 WIB

Menjelang Libur Akhir Pekan, Simak Dulu Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (6/11)

Iindeks mendapat sentimen positif berupa pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 yang mencapai 5,47% yoy.

Prospek Saham CNMA: Ketergantungan Film Blockbuster dan Tantangan Kinerja Keuangan
| Jumat, 06 November 2026 | 07:36 WIB

Prospek Saham CNMA: Ketergantungan Film Blockbuster dan Tantangan Kinerja Keuangan

Belum ada film blockbuster lokal yang tayang tahun ini mampu menyamai jumlah penonton film pada 2025.

 Imbal Hasil Saat Bursa Masih Volatil
| Jumat, 06 November 2026 | 07:29 WIB

Imbal Hasil Saat Bursa Masih Volatil

Di tengah volatilitas pasar, sejumlah emiten siap menebar dividen interim kepada para pemegang saham

Berpeluang Menguat Terbatas
| Jumat, 06 November 2026 | 07:26 WIB

Berpeluang Menguat Terbatas

Laju IHSG akan dipengaruhi oleh pidato beberapa pejabat The Fed, rilis cadangan devisa Indonesia, serta pergerakan harga komoditas.

IPO Sepi, Korporasi Memilih Obligasi
| Jumat, 06 November 2026 | 07:19 WIB

IPO Sepi, Korporasi Memilih Obligasi

Pasar obligasi dan sukuk menjadi alternatif yang lebih dilirik korporasi untuk menjaring pendanaan, meskipun tetap dibayangi tekanan biaya tinggi

Target Harga Saham Bank Kompak Dipangkas, Bagaimana Prospek BMRI, BBCA dan BBRI?
| Jumat, 06 November 2026 | 07:10 WIB

Target Harga Saham Bank Kompak Dipangkas, Bagaimana Prospek BMRI, BBCA dan BBRI?

Risiko utama muncul dari kombinasi tekanan biaya pendanaan, penurunan nilai portofolio surat berharga, serta potensi memburuknya kualitas kredit.

INDEKS BERITA

Terpopuler