Meragukan Narasi

Rabu, 29 Juli 2026 | 06:10 WIB
Meragukan Narasi
[ILUSTRASI. TAJUK - Thomas Hadiwinata (KONTAN/Indra Surya)]
Thomas Hadiwinata | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, awal pekan ini, mau tak mau mengingatkan kita akan peristiwa angkat kakinya empat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bos Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun ini.

Alasan tentang hengkangnya para pejabat penting di industri keuangan negeri ini adalah pengunduran diri. Penjelasan itu pun disampaikan oleh pihak lain, tanpa kehadiran mereka yang disebut mundur. Dalam kejadian para pimpinan OJK dan BEI, memang ada kejadian penurunan harga saham yang drastis sebagai pendahulu. Pararegulator di industri keuangan pun disebut mundur karena merasa bertanggungjawab.

Alasan Perry memilih untuk mundur, tidak sejelas itu. Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI yang kemudian menempati posisi Gubernur BI sementara, hanya menyebut Perry mundur secara sukarela karena alasan pribadi. 

Saat ia mengajukan mundur, nilai tukar rupiah, yang berada dalam domain bank sentral, tak pernah lepas dari tekanan. Kurs dolar Amerika Serikat (AS), belakangan ini tak pernah jauh dari kisaran 18.000-an.

Pelemahan kurs, tentu berimbas ke laju inflasi. Mengingat negeri ini masih banyak bergantung pada barang dari luar negeri, imported inflation sangat mungkin naik, hingga menggeser inflasi lebih tinggi lagi.

Dalam buku teks monetaris, situasi semacam ini akan berujung ke bunga yang lebih tinggi. Selama Mei-Juni, BI telah tiga kali menaikkan bunga acuan, dengan total kenaikan 100 basis poin, hingga BI rate saat ini sebesar 5,75%.

Namun apakah pelemahan rupiah, atau bunga yang makin tinggi yang memicu Perry untuk pamit? Publik hanya bisa menebak-nebak.

Ketidakjelasan informasi seputar pengunduran diri para bos OJK dan bursa, yang terulang lagi saat Perry pergi, seharusnya dihindari. Itu menciderai kualitas transparansi yang wajib dipelihara setinggi mungkin oleh pemerintah.

Hanya mereka yang berorientasi pada kekuasaan, yang percaya bahwa alasan pengunduran diri serta merta akan menghilangkan berbagai pertanyaan juga reaksi.

Kenyataannya, mereka yang berada di dalam, atau dekat dengan industri keuangan, mencerna informasi seputar pengunduran diri di BI dan OJK dengan hati-hati, bahkan ragu. Ini terlihat dari banyaknya yang memberi komentar bernada kecemasan tentang tergerusnya independensi otoritas moneter dan otoritas keuangan.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Sekuritas Fokus Memperbanyak Jumlah Nasabah Aktif
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Sekuritas Fokus Memperbanyak Jumlah Nasabah Aktif

Jumlah investor saham telah mencapai 10,05 juta Single Investor Identification (SID) hingga awal Agustus 2026

Sekuritas Fokus Memperbanyak Jumlah Nasabah Aktif
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Sekuritas Fokus Memperbanyak Jumlah Nasabah Aktif

Jumlah investor saham telah mencapai 10,05 juta Single Investor Identification (SID) hingga awal Agustus 2026

Jayamas Medica (OMED) Menjaga Kinerja Tetap Sehat
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:20 WIB

Jayamas Medica (OMED) Menjaga Kinerja Tetap Sehat

Manajemen OMED optimistis kinerja pada semester II-2026 dapat melanjutkan tren pertumbuhan yang telah dibukukan pada paruh pertama tahun ini.

Nakhoda Baru di Tengah Dilema Moneter
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:07 WIB

Nakhoda Baru di Tengah Dilema Moneter

Tantangan muncul ketika agenda menjaga stabilitas nilai tukar rupiah berbenturan dengan kebutuhan mendorong pertumbuhan.

Harga Energi Berfluktuasi, RAJA Tetap Mengantongi Laba Tinggi
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Harga Energi Berfluktuasi, RAJA Tetap Mengantongi Laba Tinggi

Laba bersih PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tumbuh 100,44% yoy menjadi US$ 22,75 juta pada akhir semester pertama lalu.

Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti

Ukuran keberhasilan gubernur BI bukan popularitas atau ketenangan pasar selama satu-dua hari, melainkan kepercayaan.

Transparansi ETF Emas
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:55 WIB

Transparansi ETF Emas

Ingat, tanpa transparansi emas fisik dan jaminan likuiditas, maka ETF emas berisiko merugikan investor. 

Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa

Dari 13 BUMN dan anak usaha BUMN non-bank yang IPO sejak 2010, hanya PGEO yang sahamnya mampu bertahan di atas harga perdana.

Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun

Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diperkirakan berada di level 224,4, turun 0,7% per bulan      

Penerimaan Pajak Baru Setengah Target
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Penerimaan Pajak Baru Setengah Target

Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 baru mencapai 51% dari target                     

INDEKS BERITA

Terpopuler