Mereka Siap 6G, Kita?

Kamis, 09 Maret 2023 | 08:30 WIB
Mereka Siap 6G, Kita?
[]
Reporter: Ardian Taufik Gesuri | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Event telekomunikasi seluler di Indonesia lazimnya menampilkan berbagai gadget terbaru dengan fitur canggih. Lain halnya di Mobile World Congress yang berlangsung di Barcelona, pekan lalu.

Dalam hajatan akbar industri telekomunikasi mobile tersebut, nyaris tak ada gadget mutakhir dipamerkan. Inilah yang justru menarik; para operator, pabrikan, vendor, penyedia infrastruktur itu lebih banyak menawarkan solusi, baik bagi kebutuhan perusahaan maupun rumahtangga dan perorangan.

Di stan Mi dan Huawei, misalnya, tampak cyberdog beraksi lincah mirip seekor anjing. Di stan SK Telecom, pengunjung rela antre untuk merasakan naik simulasi drone besar yang jadi taksi terbang berkapasitas 4 penumpang. Adapun Ericsson mengandalkan teknologi digital twin. Dan, masih banyak lagi.

Intinya, mereka punya produk teknologi masa depan yang memakai internet of things (IoT), mengurangi interferensi (campur tangan) manusia, zero touch, dan automasi.

Tak heran bila event itu sangat penting bagi pelaku industri telekomunikasi mobile, termasuk dari Indonesia. Mereka berarak datang untuk mempelajari tren teknologi baru, menjalin jaringan, dan memastikan posisi saat ini di peta industri telekomunikasi mobile dunia.

Ternyata, kita memang jauh ketinggalan. Kita masih ribut kapan teknologi jaringan 5G ditetapkan pemerintah, mereka sudah siap pindah ke 6G yang jauh lebih andal.

Pemerintah masih harus menata ulang pita frekuensi. Migrasi TV digital belum tuntas, TV analog pun masih bercokol frekuensi 700 MHz.

Penerapan teknologi jaringan juga belum serempak. Ada yang sudah 4G, LTE, tapi masih ada juga 3G dan 2G. Begitu pun gadget yang dipakai, tak semuanya smartphone. Banyak orang masih pakai feature phone.

Sudah begitu, masyarakat kita acap gonta-ganti nomor ponsel. Tak heran bila tercatat 370 juta ponsel beredar di Indonesia, dan terbit 150 juta kartu SIM baru per tahun. Kok bisa? Ya, karena banyak orang cari paket promo, supaya dapat harga murah buat main HP. Setahun pun bisa tiga kali ganti nomor ponsel.

Tren ini rupanya bikin pusing Ditjen Dukcapil. Karena NIK diregistrasi untuk lebih dari 3 nomor pelanggan operator. Tak heran bila Dukcapil berencana memungut PNBP untuk setiap registrasi nomor HP.

Terbayang, betapa kesenjangan kian menganga bila nanti 5G berlaku. Di lapis atas kian mudah mengakses data dan informasi, di lapis bawah masih banyak masyarakat sibuk cari promo pulsa termurah.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Perak Anjlok 13% Setelah Cetak Rekor, Aksi Ambil Untung Jadi Penyebab
| Jumat, 30 Januari 2026 | 22:29 WIB

Harga Perak Anjlok 13% Setelah Cetak Rekor, Aksi Ambil Untung Jadi Penyebab

Perak anjlok 13% setelah rekor, pertanda apa bagi investor? Aksi ambil untung masif memicu koreksi tajam. 

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum
| Jumat, 30 Januari 2026 | 21:46 WIB

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum

Pengunduran diri para petinggi BEI dan OJK tersebut terjadi di tengah upaya pembenahan struktural industri pasar modal nasional.

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur
| Jumat, 30 Januari 2026 | 19:29 WIB

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur

Pengumuman MSCI yang membekukan evaluasi indeks saham Indonesia hingga bulan Mei 2026, berbuntut panjang.

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?
| Jumat, 30 Januari 2026 | 16:19 WIB

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?

Perubahan lanskap geopolitik, hingga kebijakan energi berbagai negara menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum sektor komoditas.

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)
| Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)

Pertumbuhan laba PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di tahun ini akan didorong pemulihan pendapatan lintas segmen dan kontribusi bisnis obat resep.

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:52 WIB

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menghadirkan NEKA, merek usaha baru yang menyediakan aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup.

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:42 WIB

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha

Emiten berharap suntikan modal ke anak usaha bisa berefek positif ke kinerja perusahaan di masa mendatang. 

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:33 WIB

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham

Buyback saham dilaksanakan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) selama periode 29 Januari 2026 sampai dengan 28 April 2026. ​

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:27 WIB

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba bersih selama periode Januari–September 2025.​

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:50 WIB

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026

Emas batangan Antam capai Rp 3,16 juta per gram. Proyeksi di 2026 harga emas Antam akan sentuh Rp 4,2 juta per gram.

INDEKS BERITA

Terpopuler