Merger Mayapada Hospital dan Bogor Medical Center

Selasa, 13 Maret 2018 | 17:56 WIB
Merger Mayapada Hospital dan Bogor Medical Center
[ILUSTRASI. Mayapada Hospital SRAJ]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pengelola jaringan rumahsakit Mayapada Hospital, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), berencana menggelar penggabungan usaha dengan PT Bogor Medical Center (BMC). Dalam rencana aksi korporasi ini, Bogor Medical  akan bergaung ke dalam Sejahteraraya. 

Sejahteraraya nantinya akan menjadi perusahaan hasil penggabungan. Sementara Bogor Medical akan berakhir karena hukum tanpa dilakukan likuidasi terlebih dahulu. Seluruh aktiva dan pasiva Bogor Medical akan beralih kepaa Sejahteraraya.

Rencana merger ini akan terlebih dahulu dimintakan restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 4 Mei 2018. Jika pemegang saham merestui, penandatanganan akta penggabungan akan dilangsungkan pada 7 Mei 2018. 

Berdasarkan Rancangan Penggabungan yang diterbitkan kedua perusahaan di Harian KONTAN, Selasa (13/3), merger akan dilangsungkan melalui konversi saham. Pada saat merger efektif, pemegang saham BMC akan menerima 70.099,67 saham baru yang diterbikan SRAJ untuk setiap satu saham yang dimiliki pemegang saham BMC sebelum dilakukan merger. 

Rasio konversi saham ini dihitung berdasarkan nilai pasar wajar saham dari masing-masing perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai pasar wajar saham SRAJ sebesar Rp 282 per saham. Sementara nilai pasar wajar saham BMC sebesar Rp 19.768.106 per saham. 

Berdasarkan akta BMC pada tahun 2017, jumlah saham BMC sebanyak 15.185 saham. Dengan konversi saham 1:70.099,67, maka SRAJ akan menerbitkan 1.064.486.489 saham baru kepada pemegang saham BMC sebagai konversi atas 15.185 saham BMC.  

Dengan demikian, rasio konversi saham masing-masing pemegang saham peserta merger adalah 91,12% untuk SRAJ dan 8,88% untuk BMC. Konversi saham dan penggabungan ini akan  membuat persentase kepemilikan para pemegang saham terdilusi secara proporsional.

Sebelum penggabungan dan konversi, jumlah saham SRAJ sebanyak 10,9 miliar saham. Kepemilikan saham per 29 Februari 2018 sebagai berikut: PT Surya Cipta Inti Cemerlang menguasai 65,94%, BNYM SA/NV AS Cust of Minot Light APAC Ltd mendekap 10,58%, High Pro Investment Ltd memiliki 9,8%, Raymond memiliki 0,46%, sedangkan kepemilikan publik sebesar 12,22%.

Pasca penggabungan, kepemilikan saham PT Surya Cipta Inti Cemerlang menjadi  60,08%, BNYM SA/NV AS Cust of Minot Light APAC Ltd menjadi 9,64%, High Pro Investment Ltd menjadi 8,93%, Raymond menjadi 0,42%, publik menjadi 12,05%, dan pemegang saham lain-lain yang merupakan pemegang lama saham BMC sebesar 8,88%.

SRAJ saat ini memiliki dua rumahsakit yang sudah beroprasi, yakni Mayapada Hospital Tangerang dan Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Sementara BMC memiliki satu rumahsakit, yakni Rumah Sakit Bogor Medical Center. 

Per 31 Desember 2017, SRAJ memiliki aset senilai Rp 2,15 triliun, liabilitas sebesar Rp 531,17 miliar, dan ekuitas sebesar Rp 1,62 triliun. 

Jika penggabungan usaha BMC ke dalam SRAJ dilakukan pada 31 Desember 2017, maka aset SRAJ bertambah menjadi Rp 2,56 triliun. Liabilitas dan ekuitas SRAJ juga bertambah masing-masing menjadi Rp 635,7 miliar dan Rp 1,92 triliun. 

Manajemen kedua perusahaan menyebutkan, proforma tersebut belum mencerminkan manfaat langsung dari penggabungan usaha. Manfaat seperti peningkatan sinergi dan efisiensi dilaim akan dirasakan setelah penggabungan efektif. Manajemen juga meyakini, kinerja SRAJ sebagai perusahaan penggabungan akan lebih solid. 

Pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir mengatakan, SRAJ lebih memilih menggabungkan BCM ke SRAJ dibandingkan mengakuisisi SRAJ. Pemilihan aksi merger ini lebih merupakan pertimbangan teknis operasional dibandingkan pertimbangan finansial. "Kalau merger, dokter-dokternya bisa bergabung," kata Tahir yang menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama di SRAJ ini.

Menurut Tahir, BCM dipilih sebagai perusahan yang diajak bergabung lantaran memiliki kinerja bagus dan sehat. Meski BCM akan berakhir sebagai entitas perusahaan, Tahir mengatakan, SRAJ tetap akan mempertahankan nama Rumah Sakit Bogor Medical Center. Namun, untuk saat ini, SRAJ belum memiliki rencana pengembangan terhadap Rumah Sakit Bogor Medical Center pasca penggabungan. "Kalau ada tanahnya, pasti kami tambah fasilitasnya," ujar Tahir. 

Saat ini, SRAJ memang tengah melebarkan sayap Mayapada Hospital. Di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, SRAJ saat ini tengah membangun gedung baru. Lalu, SRAJ memiliki gedung di kawasan Kuningan, Jakarta, yang sedang diajukan perizinan untuk diubah menjadi rumahsakit. Selain itu, Mayapada juga akan membangun rumahsakit di JakartaGarden City, Cakung, Jakarta. 

Di luar Jakarta, SRAJ pada tahun lalu telah melangsungkan pemasangan tiang pancang pembangunan rumahsakit di Surabaya. Rencananya, Tahir mengatakan, SRAJ akan membangun satu rumahsakit lagi yang lebih besar di Surabaya, tepatnya di di sekitar jalan Middle East Ring Roads (MERR) II."Kami akan bangun juga di rumahsakit baru di Bandung," kata Tahir. 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (13/3), harga saham SRAJ naik 28,72% menjadi Rp 242 per saham. 

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Produktivitas dan Bisnis Hilir SSMS Melonjak, Harga Sahamnya bisa Ikut Terdongkrak?
| Minggu, 15 Februari 2026 | 16:52 WIB

Produktivitas dan Bisnis Hilir SSMS Melonjak, Harga Sahamnya bisa Ikut Terdongkrak?

Dengan konsolidasi lahan SML, kini PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengelola total 94.900 hektare kebun sawit.

DRMA Targetkan Pendapatan Rp 6,5 Triliun, Ini Jurus Hadapi Industri Otomotif Lesu
| Minggu, 15 Februari 2026 | 10:18 WIB

DRMA Targetkan Pendapatan Rp 6,5 Triliun, Ini Jurus Hadapi Industri Otomotif Lesu

DRMA bidik pendapatan Rp 6,5 triliun pada 2026. Diversifikasi produk EV dan akuisisi Mah Sing jadi strategi utama. Akankah target ini terwujud?

Terkoneksi Jaringan Hashim Djojohadikusumo, INET dan WIFI Kebut Ekspansi
| Minggu, 15 Februari 2026 | 10:00 WIB

Terkoneksi Jaringan Hashim Djojohadikusumo, INET dan WIFI Kebut Ekspansi

INET fokus sebagai penyedia infrastruktur digital (backbone), sedangkan WIFI memanfaatkan jaringan tersebut untuk menyasar pasar ritel.

Penjualan Terjun 80%, POLY Kini Menghadapi Gugatan PKPU dari Pemegang Saham Sendiri
| Minggu, 15 Februari 2026 | 08:21 WIB

Penjualan Terjun 80%, POLY Kini Menghadapi Gugatan PKPU dari Pemegang Saham Sendiri

Kini, POLY hanya mengandalkan pabrik di Kaliwungu, Kendal, dengan tingkat utilisasi hanya sekitar 30%

Mereka yang Menorehkan Cuan di Notes Leather
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:52 WIB

Mereka yang Menorehkan Cuan di Notes Leather

Aktivitas menulis di buku catatan ini, belakangan banyak dilakukan berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pekerja kantoran.

Karbon Biru, Harta Karun Jumbo yang Tersembunyi di Pesisir Indonesia
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:52 WIB

Karbon Biru, Harta Karun Jumbo yang Tersembunyi di Pesisir Indonesia

Pemerintah menyiapkan ekosistem karbon biru sebagai bagian strategis upaya pengurangan emisi dan perdagangan karbon. Potensinya sangat besar.

Jaga Penyerap Karbon
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:52 WIB

Jaga Penyerap Karbon

Ekosistem lamun merupakan penyerap karbon yang sangat efisien, terutama pada sedimen, yang mampu menyimpan karbon dalam jangka waktu ribuan tahun.

Sinyal Winter Seasons, Cari Aman di Pasar Aset Kripto
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:51 WIB

Sinyal Winter Seasons, Cari Aman di Pasar Aset Kripto

Harga Bitcoin cs rontok bersamaan dengan likuiditas global yang menyusut di awal tahun 2026. Masih ada yang layak beli?

Investasi Emas Fisik atau Digital, Ini Pertimbangannya!
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:51 WIB

Investasi Emas Fisik atau Digital, Ini Pertimbangannya!

Banyak yang masih ragu: pilih tabungan emas fisik atau digital. Cek perbandingannya di sini!        

DANA Hitung Transaksi, Sambil Menggerakkan Konservasi
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:30 WIB

DANA Hitung Transaksi, Sambil Menggerakkan Konservasi

DANA berupaya membuktikan bahwa transaksi keuangan berbasis aplikasi dapat menjadi pintu masuk edukasi lingkungan. 

 
INDEKS BERITA

Terpopuler