Merger Tuntas, Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) Siap Geber Layanan 5G

Rabu, 05 Januari 2022 | 04:20 WIB
Merger Tuntas, Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) Siap Geber Layanan 5G
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) telah menyelesaikan penggabungan usaha setelah menerima semua persetujuan hukum dan pemegang saham yang diperlukan. Perusahaan tersebut kini bernama Indosat Ooredoo Hutchison dan tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ISAT.

Director & Chief Strategy & Execution Officer Indosat Ooredoo Hutchison Armand Hermawan mengatakan, merger ini akan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh pelanggan. Pasalnya, kekuatan finansial yang dimiliki kini membuat ISAT mempunyai kapasitas untuk memberikan layanan yang lebih baik. 

Gabungan perusahaan ini juga akan memiliki jaringan dan cakupan lebih besar, sehingga akan membuat pelanggan punya jangkauan yang lebih luas. "Ada peningkatan efisiensi yang didapat karena perusahaan dapat mengalihkan investasi ke daerah lain, di luar daerah yang sudah padat dengan sinyal kami," kata Armand.

Baca Juga: Merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia Rampung, Ini Daftar Manajemennya

ISAT juga berharap ruang pertumbuhan inovasi akan lebih luas sehingga pengalaman digital pelanggan akan lebih terjamin. Armand yakin, merger ini akan membuat ISAT mencapai global best practice lebih cepat. 

Director & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Danny Buldansyah mengatakan, gabungan dua usaha ini juga akan menghasilkan spektrum yang mencukupi agar pengelolaan 5G jauh lebih baik. Gabungan perusahaan ini juga akan membuat permodalan perusahaan lebih kuat untuk menyelenggarakan 5G.

Director & Chief Financial Officer Nicky Lee Chi Hung menambahkan, akan banyak dana yang bisa dihemat. Dengan begitu, dana investasi bisa digunakan untuk pengembangan jaringan dan infrastruktur yang lebih kuat. Apalagi saat ini entitas hasil merger ini diklaim menjadi perusahaan telekomunikasi seluler terbesar kedua di Indonesia. 

Meski begitu, pelaku pasar sepertinya tidak terlalu antusias menyikapi aksi merger Indosat dan Hutchison 3 tersebut. Kemarin, harga saham ISAT ditutup di Rp 6.250 per saham, merosot 2,72% dibanding posisi penutupan hari sebelumnya.

Dalam sebulan terakhir, harga saham ISAT merosot 22,84%. Sementara enam bulan terakhir, harganya turun 11,35%.

Baca Juga: Kantongi Restu Pemegang Saham, Indosat Akan Melakukan Merger dengan 3 Indonesia

Bagikan

Berita Terbaru

Dana Bencana Diduga untuk Beli Saham Pribadi Adik Mantan Kepala BNPB
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Dana Bencana Diduga untuk Beli Saham Pribadi Adik Mantan Kepala BNPB

KPK menduga dana korupsi sebesar Rp 30,98 miliar digunakan untuk membeli saham PT MDLA              

Gejolak Pasar Keuangan Semakin Menekan Fiskal
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Gejolak Pasar Keuangan Semakin Menekan Fiskal

Pelemahan rupiah, kenaikan imbal hasil, dan lonjakan harga minyak memperbesar defisit               

IPAC Berencana Go Private, APAC Siap Tender Sukarela
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:08 WIB

IPAC Berencana Go Private, APAC Siap Tender Sukarela

APAC Investment 2 Pte.Ltd selaku pengendali IPAC akan melakukan penawaran tender sukarela untuk membeli saham milik pemegang saham publik. ​

PGEO Terbitkan 54,72 Juta Saham Baru dari Program MESOP
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:01 WIB

PGEO Terbitkan 54,72 Juta Saham Baru dari Program MESOP

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menerbitkan 54,72 juta saham baru melalui pelaksanaan program MESOP tahap I, II, dan III.

Bisnis Data Center Angkat Prospek TOTL
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Bisnis Data Center Angkat Prospek TOTL

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) akan memfokuskan bisnisnya pada proyeksi kontruksi data center. Ini berpotensi mendongkrak laba TOTL pada 2027.

Saham Big Caps Jadi Pemberat, Laju IHSG Semakin Melambat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Saham Big Caps Jadi Pemberat, Laju IHSG Semakin Melambat

IHSG ambruk pasca MSCI umumkan rencana reklasifikasi pasar Indonesia ke standalone market. Saham bank big caps di posisi teratas pemberat IHSG.

Rupiah Berpotensi Terperosok ke Kisaran 18.500 per dolar AS
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Berpotensi Terperosok ke Kisaran 18.500 per dolar AS

Rupiah kembali menembus 18.000  ke Rp 18.027 per dolar Amerika Serikat (AS) atau  melemah 0,50% secara harian pada Jumat (16/10).

Gaet Mitra Baru Demi Perkuat Bisnis
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Gaet Mitra Baru Demi Perkuat Bisnis

PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menggandeng Deniko asal Denmark untuk memperkuat segmen bisnis manufaktur

Imbal Hasil SBN Berpotensi Meningkat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Imbal Hasil SBN Berpotensi Meningkat

Tekanan dari eksternal  dan internal masih akan menekan pasar surat utang domestik hingga akhir tahun

Sanksi Lambat, MSCI Lebih Cepat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:12 WIB

Sanksi Lambat, MSCI Lebih Cepat

Sebelum usulan MSCI terkait penurunan status pasar Indonesia, sudah berembus kabar akan ada sanksi kepada pelanggar transaksi pasar saham

INDEKS BERITA

Terpopuler