KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk kelima kalinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan perombakan kabinet. Menjadi tak biasa, perombakan kabinet kali ini dilakukan menjelang habis masa jabatannya yang tersisa dua bulan lagi.
Pada reshuffle kabinet sebelumnya, publik memahami urgensi pergantian menteri kala itu benar-benar berbasis kinerja. Namun, pada perombakan kali ini pertimbangan berbasis kinerja sungguh tak masuk di nalar publik. Kalaupun kinerja menteri yang diganti dianggap kurang, solusinya bukan dengan reshuffle. Tapi fokus saja pada konsolidasi internal pemerintah demi memacu kinerja di akhir masa jabatan.
