Meski IHSG Hari Ini Turun Dalam, Selama Sepekan Indeks Menguat 0,98%

Jumat, 25 Oktober 2019 | 22:39 WIB
Meski IHSG Hari Ini Turun Dalam, Selama Sepekan Indeks Menguat 0,98%
[ILUSTRASI. Layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.]
Reporter: Akhmad Suryahadi, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menguat 10 hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Bahkan, IHSG hari ini (25/10) turun dalam, 1,38% ke 6.252,34 pada penutupan perdagangan.

Meski begitu, melansir data RTI, selama sepekan IHSG menguat 0,98%. Investor asing dalam satu minggu mencatatkan aksi beli bersih di seluruh pasar mencapai Rp 325,68 miliar.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, penguatan IHSG selama sepekan tidak lepas dari pengumuman dan pembentukan Kabinet Indonesia Maju. Pada Senin (21/10), IHSG sempat melemah tapi pasar berbalik menguat menyusul kemunculan nama-nama profesional yang akan mengisi pos menteri.

Baca Juga: Pembentukan kabinet baru menyokong kenaikan IHSG 0,98% dalam sepekan

“Pada Rabu, market melakukan aksi profit taking tetapi dengan ada pembentukan kabinet maka IHSG menguat,” ujar Hans kepada Kontan.co.id, Jumat (25/10).

Selain sentimen pembentukan kabinet, penguatan IHSG berkat dukungan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Untuk pelemahan IHSG hari ini, Hans bilang, murni akibat aksi profit taking.

Proyeksi IHSG pekan depan

Senada, Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, penguatan IHSG pekan ini dipengaruhi sentimen pelantikan dan pembentukan kabinet baru. IHSG akan memasuki fase konsolidasi pada pekan depan.

Kemungkinan, sentimen global akan lebih mendominasi IHSG. Salah satunya, kesepakatan perang dagang tahap pertama antara Amerika Serikat (AS) dan China yang akan diteken November mendatang.

Baca Juga: Hari ini terkoreksi, simak proyeksi IHSG untuk pekan depan

Sebab, Alfred melihat, sentimen internal seperti pembentukan kabinet sudah tidak terlalu kuat memengaruhi pergerakan IHSG. “Masalah pelantikan dan sebagainya sudah clear, tinggal nanti bicara masalah sentimen eksternal,” katanya.

Alfred memprediksikan, IHSG pekan depan tidak begitu jauh dari kondisi pekan ini, berada di kisaran 6.250–6.400.

Sementara Hans memperkirakan, IHSG akan dipengaruhi beberapa sentimen global, seperti kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa serta ekspektasi penurunan suku bunga bank sentra AS, The Fed

Sementara IHSG dari faktor internal akan lebih banyak dipengaruhi kebijakan kabinet baru dan rilis kinerja keuangan emiten pada kuartal III 2019.

Bagikan

Berita Terbaru

Ketika Cadangan Devisa Indonesia Tertekan
| Rabu, 29 April 2026 | 05:08 WIB

Ketika Cadangan Devisa Indonesia Tertekan

Berdasarkan pengalaman, penurunan cadangan devisa membawa risiko melahirkan efek domino terhadap perekonomian nasional.

Kredit Pensiunan Masih Jadi Andalan Pertumbuhan Bank
| Rabu, 29 April 2026 | 05:00 WIB

Kredit Pensiunan Masih Jadi Andalan Pertumbuhan Bank

Bank Mandiri Taspen catat pertumbuhan signifikan. Cari tahu bank mana saja yang masih melihat peluang besar di segmen ini.

Peluang Rebound IHSG Terbuka, Intip Saham Pilihan Analis Hari Ini (29/4)
| Rabu, 29 April 2026 | 05:00 WIB

Peluang Rebound IHSG Terbuka, Intip Saham Pilihan Analis Hari Ini (29/4)

IHSG mengakumulasi penurunan 6,44% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 18,21%.

Asuransi Manfaatkan Perpanjangan Waktu Pelaporan SLIK
| Rabu, 29 April 2026 | 04:50 WIB

Asuransi Manfaatkan Perpanjangan Waktu Pelaporan SLIK

OJK memberikan perpanjangan waktu bagi perusahaan asuransi dalam mengimplementasikan kewajiban pelaporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)

Stimulus Kredit Terganjal Lesunya Permintaan
| Rabu, 29 April 2026 | 04:30 WIB

Stimulus Kredit Terganjal Lesunya Permintaan

Ketidakpastian ekonomi membuat pelaku usaha menahan diri untuk mencairkan kredit.                        

Perusahaan Gas Negara (PGAS) Pelan-Pelan Merogoh Belanja
| Rabu, 29 April 2026 | 04:20 WIB

Perusahaan Gas Negara (PGAS) Pelan-Pelan Merogoh Belanja

Realisasi capex PGN pada kuartal I-2026 ini mayoritas digunakan untuk segmen eksplorasi dan produksi migas, yakni US$ 17,53 juta.

Pendanaan Proyek ESG Lewat Urun Dana Mulai Ramai
| Rabu, 29 April 2026 | 04:15 WIB

Pendanaan Proyek ESG Lewat Urun Dana Mulai Ramai

ESG bukan sekadar tren jangka pendek. Melainkan mulai masuk ke dalam proses pengembangan awal di industri urun dana.

Prospek Bisnis CPO Terdorong Program B50
| Rabu, 29 April 2026 | 04:10 WIB

Prospek Bisnis CPO Terdorong Program B50

Produksi CPO nasional masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk tambahan kebutuhan dari program B50

Menanti Tuah Stimulus Meredam Harga Plastik
| Rabu, 29 April 2026 | 04:00 WIB

Menanti Tuah Stimulus Meredam Harga Plastik

Harapan pelaku usaha adalah adanya revisi terhadap biaya pajak impor bahan baku plastik agar harga jual akhir produk tidak semakin mahal.

Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan
| Selasa, 28 April 2026 | 10:05 WIB

Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan

Dua jangkar penentu nasib rupiah: kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah dan kredibilitas otoritas moneter.

INDEKS BERITA