Berita Bisnis

Meski Kecil, Anak Usaha Bank Sumbang ke Induk

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 07:30 WIB
Meski Kecil, Anak Usaha Bank Sumbang ke Induk

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank besar mampu mencatat pertumbuhan laba cukup baik hingga kuartal III 2021. Selain pendapatan bunga dan komisi, bank juga mendapat sumbangan laba dari anak perusahaan. 

Direktur Keuangan & Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo bilang, secara konsolidasi laba bersih sebesar Rp 19,23 triliun pada September 2021,  tumbuh 37,1% year on year (yoy). “Kinerja Bank Mandiri tak lepas dari kontribusi perusahaan anak. Secara gabungan, laba perusahaan anak memberi kontribusi senilai Rp 2,3 triliun di kuartal III 2021 ini,” ujar Sigit pada Kamis (28/10).
 
Nilai itu menyumbang 12,5% terhadap laba Bank Mandiri secara konsolidasi. Laba perusahaan anak itu naik 26,5% yoy. Laba terbanyak dikontribusikan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) senilai Rp 1,28 triliun atau setara 7% dari laba Bank Mandiri. 
 
Lalu Axa Mandiri Financial Services senilai Rp 358 miliar, Mandiri Sekuritas Rp 282 miliar, Mandiri Taspen Rp 259 miliar, dan anak usaha lainnya sebanyak Rp 217 miliar. 
 
Kontribusi anak perusahaan Bank BNI juga meningkat. Pada September 2021 lalu, anak perusahaan memiliki laba bersih senilai Rp 110,2 miliar. Naik 4,1% yoy dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 105,8 miliar. 
 
Memang, nilainya masih mini dibandingkan laba bank secara konsolidasi Bank BNI yang mencapai Rp 7,7 triliun hingga kuartal ketiga 2021.
 
Kendati demikian, BNI tengah berupaya memperbesar anak usaha dengan rencana mengakuisisi bank kecil untuk dijadikan bank digital yang fokus pada segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 
 
Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil mencatatkan laba bersih secara konsolidasi senilai Rp 19,07 triliun hingga kuartal III 2021, tumbuh 34,74% yoy. Itu termasuk mengakomodir rugi dari BRI Agro (Bank Raya). 
 
Adapun aset BRI secara konsolidasi naik 11,87% yoy menjadi Rp 1.619,77 triliun. Hal ini tidak terlepas dari masuknya Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Aset Pegadaian Rp 66,26 triliun, PNM  Rp 38,78 triliun.   


Baca juga