Berita Bisnis

Meski Pangsa Pasar Stagnan, APM Tetap Pertahankan Motor Bebek

Senin, 26 November 2018 | 08:26 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pamor sepeda motor bebek (underbone) semakin meredup. Konsumen Indonesia lebih tertarik memakai sepeda motor skuter matik (skutik). Kendati pasar menciut, para agen pemegang merek (APM) masih setia mempertahankan sepeda motor jenis ini.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), volume penjualan model underbone selama periode Januari-Oktober 2018 sebanyak 424.435 unit. Jumlah itu tumbuh tipis 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 415.772 unit.

Adapun total penjualan sepeda motor domestik pada periode Januari-Oktober mencapai 5,3 juta unit. Ini berarti pasar motor bebek hanya sekitar 8% dari pasar nasional.

General Manager Sales PT Astra Honda Motor (AHM) Ignatius Didi Kwok mengatakan, pihaknya berusaha memenuhi kebutuhan konsumen akan model motor. Honda masih yakin tipe bebek memiliki konsumen setia. "Tipe cub masih digemari oleh sebagian konsumen yang menginginkan fungsional. Sedangkan sebagian konsumen lebih menginginkan kemudahan dalam berkendara maka memilih motor skutik," ungkap dia kepada KONTAN, Minggu (25/11).

Didi menyebutkan, motor bebek menyumbang sekitar 6% dari total penjualan AHM pada tahun ini. Sepanjang 2018, AHM membidik penjualan motor sebanyak 4,6 juta unit hingga 4,7 juta unit.

Direktur Keuangan PT Astra Honda Motor (AHM) Erik Sadikin juga mengakui permintaan motor bebek cenderung stagnan. "Tapi tetap saja diperlukan karena cukup fungsional, seperti untuk mengantar barang, makanan dan lainnya," kata dia.

Sementara Department Head of Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya bilang, pasar motor bebek memang dalam tren menurun. "Kami masih akan menjual model ini untuk beberapa tahun ke depan," ujar dia.

Yohan menuturkan, model bebek menyumbang sebanyak 20% hingga 25% terhadap total penjualan Suzuki. Adapun model andalan Suzuki di segmen bebek yakni All New Satria F150 dan New Smash FI. Adapun rencana kenaikan pangsa pasar untuk model cub belum ada. "Tapi untuk maintain masih memungkinkan," kata Yohan.

Soal kelangsungan produksi model bebek, Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Antonius Widiantoro menjawab, Yamaha masih memproduksi sepeda motor sesuai permintaan pasar. "Selama permintaan bebek masih ada, kami berusaha memenuhi permintaan itu," kata dia.

Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor:


Baca juga