Berita Bisnis

Meski Situasi Pandemi, Pemegang Saham Bank Mayapada Berkomitmen Memperkuat Permodalan

Jumat, 27 November 2020 | 15:22 WIB
Meski Situasi Pandemi, Pemegang Saham Bank Mayapada Berkomitmen Memperkuat Permodalan

ILUSTRASI. Kantor cabang utama Bank Mayapada, di Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta (2/11/2016). KONTAN/Daniel Prabowo

Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono triatmojo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mayapada Internasional Tbk mencari pendanaan segar. Emiten bersandi MAYA ini, akan menggelar penawaran umum terbatas (PUT) XIII penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/11) manajemen Bank Mayapada menyatakan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru Seri B. Jumlah itu setara dengan 42,26% dari modal disetor setelah pelaksanaan HMETD.

Demi memuluskan rencana tersebut, Bank Mayapada akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Desember 2020 guna meminta restu pemegang saham. 

Mengacu pada laporan keuangan Bank Mayapada 31 Desember 2020, komposisi pemegang saham tersebut adalah sebagai berikut. Pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 37,33% adalah JPMCB Na Re-Cathay Life Insurance Co. Ltd. Disusul PT Mayapada Kurnia dengan kepemilikan sebesar 27,42%.

Kepemilikan terbesar berikutnya adalah Galasco Investments Limited sebesar 12,67% dan Unity Rise Ltd 7,31%.

Sumber KONTAN di Bank Mayapada menyatakan, pemegang saham dalam hal ini keluarga Dato Sri Tahir berkomitmen menyetorkan modal dalam rights issue sesuai porsi kepemilikannya.

"Pak Tahir dan keluarganya pegang teguh komitmen," tutur sumber KONTAN, Jumat (27/11). Dia menambahkan, aksi korporasi tersebut akan digelar pada tahun 2021 mendatang.

Perlu diketahui, capital adequacy ratio (CAR) Bank Mayapada berada dalam tren yang terus meningkat. Akhir 30 September 2020, CAR Bank Mayapada berada di level 19,08% meningkat dibandingkan akhir Juni 2020 yang sebesar 17,10%.

Sedangkan pada 31 Maret 2020 lalu, CAR Bank Mayapada masih berada di posisi 13,75%. Namun jumlah ini pun masih di atas ketentuan CAR oleh otoritas, yang berada di level 8%-12%.

Kondisi ini terwujud dari komitmen Dato Sri Tahir selaku pemegang saham Bank Mayapada yang telah menyuntikkan modal sebesar Rp 4,5 triliun. Komitmen Tahir memupuk permodalan di Bank Mayapada, berdampak positif pada CAR bank ini.

Penambahan modal tersebut menyumbang hal positif bagi kinerja Bank Mayapada. Lewat laporan keuangan per 30 September 2020, non performing loan (NPL) nett Bank Mayapada turun dari kuartal II sebesar 2,42% menjadi 1,91% di kuartal III 2020.

Adapun laba bersih Bank Mayapada yang dapat diatribusikan kepada pemilik tumbuh sebesar 45% sepanjang kuartal III 2020 menjadi Rp 208,26 miliar. Persentase kenaikan tersebut, bila dibandingkan dengan laba bersih kuartal II 2020Pada kuartal II 2020, laba bersih Bank Mayapada tumbuh 81,23% dari kuartal I 2020 yang senilai Rp 79,21 miliar.


Baca juga