MIKA dan HEAL Menarik di Tengah Rencana Buyback

Senin, 15 November 2021 | 07:30 WIB
MIKA dan HEAL Menarik di Tengah Rencana Buyback
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua emiten rumahsakit menyatakan rencana membeli kembali (buyback) sahamnya. Keduanya yaitu PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Sebelumnya, MIKA berencana membeli kembali maksimum Rp 200 miliar atau 85 juta saham. Adapun buyback akan dilakukan pada 11 November 2021 hingga 10 Februari 2022. MIKA membatasi harga pembelian saham sebesar Rp 2.500 per saham.

Sementara itu, HEAL berencana buyback maksimal 40 juta saham pada periode 8-24 November 2021. Adapun harga pembelian setiap sahamnya dibatasi maksimum Rp 1.450.

Mencermati rencana ini, analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menjelaskan, buyback dapat membantu fleksibilitas keuangan emiten dalam jangka panjang. Saham tresuri hasil pembelian kembali dapat digunakan di masa datang ketika emiten membutuhkan modal tambahan.

Harga yang di bawah harga wajar biasanya menjadi pertimbangan emiten melakukan buyback. Sebagai gambaran, MIKA tercatat turun 17,58% sejak akhir tahun lalu hingga Jumat (12/11). Sementara HEAL turun 13,79% tiga bulan terakhir, memangkas return year to date menjadi 41,64%.

Selama masih di bawah harga wajarnya, investor bisa melakukan hold dan buy on weakness. Hitungan Jono, saham MIKA dan HEAL memiliki target harga masing-masing Rp 2.510 dan Rp 1.320.

Jono melihat, prospek emiten rumahsakit positif untuk jangka panjang. "Terlebih jika melihat berbagai strategi ekspansi agresif yang disiapkan perusahaan ke depan," ujar Jono, Jumat (12/11).

 Analis Phillip Sekurtias Helen menambahkan penurunan kasus Covid-19 memang bisa memberatkan kinerja emiten rumahsakit. Namun, pendapatan dari pasien Covid-19 akan dikompensasi dengan pemulihan pasien non-Covid. Ia menilai HEAL dan MIKA menarik untuk trading.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting
| Kamis, 30 April 2026 | 12:19 WIB

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting

Selain bermitra dengan petani kako di berbagai wilayah, Mondelez juga bermitra dengan start-up untuk mengembangkan bahan baku lab-grown cocoa.

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing
| Kamis, 30 April 2026 | 08:30 WIB

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing

Pelemahan rupiah serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan makroekonomi Indonesia memicu aksi jual saham ANTM.

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia
| Kamis, 30 April 2026 | 08:26 WIB

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia

Pihaknya mengucurkan dana berkisar Rp 900 miliar untuk proyek revamping alias peremajaan pabrik Ammonia  Pabrik 2 di Bontang, Kalimantan Timur,

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar
| Kamis, 30 April 2026 | 08:21 WIB

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 berlangsung pada 11-13 Mei 2026.

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit
| Kamis, 30 April 2026 | 08:16 WIB

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit

Segmen emas berkontribusi 81% terhadap total pendapatan ANTM di kuartal I-2026. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 11% yoy jadi Rp 23,89 triliun.

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026
| Kamis, 30 April 2026 | 08:08 WIB

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026

Emiten teknologi yang bergerak di bisnis e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), membukukan rugi bersih Rp 425,78 miliar di kuartal I-2026.

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat
| Kamis, 30 April 2026 | 08:03 WIB

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat

Harga mayoritas saham emiten konglomerat ringsek di sepanjang tahun berjalan ini. DSSA, BBCA dan BREN merupakan tiga saham yang menggerus indeks​.

IHSG Kalah Dibanding Indeks Saham Negara Lain, Apa Saja yang Perlu Diperbaiki!?
| Kamis, 30 April 2026 | 07:32 WIB

IHSG Kalah Dibanding Indeks Saham Negara Lain, Apa Saja yang Perlu Diperbaiki!?

Indonesia kini “terjepit” di antara dua tekanan, yakni kompetisi negara-negara Asia Tenggara yang agresif dan rally kuat Asia Timur.

Tambang Tersendat, Laba ASII Terhambat
| Kamis, 30 April 2026 | 07:31 WIB

Tambang Tersendat, Laba ASII Terhambat

Laba bersih ASII Q1-2026 turun drastis 15,61%. Tidak adanya kontribusi penjualan tambang emas Martabe jadi salah satu penekannya.

Asing Net Sell Rp 9,38 T, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 30 April 2026 | 07:19 WIB

Asing Net Sell Rp 9,38 T, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor asing masih melakukan aksi jual bersih aliat net sell jumbo Rp 1,19 triliun. Enam hari beruntun asing net sell senilai Rp 9,38 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler