Minat Beli SBN Ritel Diramal Terus Naik

Jumat, 12 September 2025 | 05:23 WIB
Minat Beli SBN Ritel Diramal Terus Naik
[ILUSTRASI. Warga mencari informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) jenis Sukuk Tabungan Seri ST014 di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/4/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.]
Reporter: Siti Masitoh | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Surat berharga negara (SBN) ritel Indonesia, diperkirakan masih menarik. Instrumen ini, dinilai bisa menjadi andalan pembiayaan utang pemerintah untuk menutup defisit anggaran. 

Minat investor terhadap surat utang tersebut tecermin dari peningkatan jumlah investor. "Dari sisi beberapa capaian kinerja di 2025, di antaranya meningkatnya minat investor ritel sehingga merupakan pendalaman dari pasar domestik," tutur Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu Suminto saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (11/9).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

PLIN Sebar Dividen Interim Senilai Rp 268,71 Miliar
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:18 WIB

PLIN Sebar Dividen Interim Senilai Rp 268,71 Miliar

 PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp 268,71 miliar dari buku tahun 2026. ​

Masih Ada Cuan Meski Pasar Tertekan
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Masih Ada Cuan Meski Pasar Tertekan

Menilik imbal hasil investasi nstrumen SBN, saham dan dividen di tengah belum stabilnya kondisi makro ekonomi global serta era suku bunga tinggi.

Garuda Sediakan eSIM, Bisa Digunakan di Luar Negeri
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Garuda Sediakan eSIM, Bisa Digunakan di Luar Negeri

 Ketika bepergian ke luar negeri, penumpang tak perlu lagi repot mencari kartu SIM fisik di negara tujuan. Garuda sediakan eSIM.

EXCL Mengebut Perluasan Jaringan 5G
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:54 WIB

EXCL Mengebut Perluasan Jaringan 5G

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL ) mempercepat pembangunan jaringan 5G di berbagai wilayah Indonesia. 

Menakar Prospek Saham GZCO, Fundamental Membaik tapi Risiko Produksi Masih Membayangi
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Menakar Prospek Saham GZCO, Fundamental Membaik tapi Risiko Produksi Masih Membayangi

Usai menguat dua hari beruntun di awal pekan ini, saham GZCO kembali terkoreksi akibat aksi profit taking.

Tripar Multivision Plus (RAAM) Ekspansi Jaringan Bioskop
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Tripar Multivision Plus (RAAM) Ekspansi Jaringan Bioskop

Bisnis film PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mendapat tantangan keterbatasan jumlah bioskop di Tanah Air

Peternak Ayam Minta Kepastian Pasokan Jagung
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Peternak Ayam Minta Kepastian Pasokan Jagung

Jagung menjadi bahan baku utama pakan dengan porsi sekitar 50%. Bagi peternak rakyat, jagung juga belum dapat digantikan dengan bahan baku lain.​

Transaksi Rp 26,1 Triliun di BYAN Jadi Sorotan, Harga Beli Haji Isam Kemurahan?
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Transaksi Rp 26,1 Triliun di BYAN Jadi Sorotan, Harga Beli Haji Isam Kemurahan?

Berdekatan dengan transaksi ini pembelian saham BYAN, dua emiten milik Haji Isam, yakni PGUN dan JARR menggadaikan sahamnya ke Bank Mandiri. 

Penjualan Ekspor Jadi Harapan
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:18 WIB

Penjualan Ekspor Jadi Harapan

Dinamika harga komoditas tetap jadi faktor penting terhadap kinerja keuangan emiten-emiten produsen CPO

ENRG Siap Investasi US$ 200 Juta di Perusahaan Migas AS
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:15 WIB

ENRG Siap Investasi US$ 200 Juta di Perusahaan Migas AS

ENRG akan menginvestasikan US$ 200 juta atau melalui pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan oleh HighPeak

INDEKS BERITA

Terpopuler