Mitrabara Adiperdana (MBAP) Siap Mengakuisisi Tambang Baru

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:20 WIB
Mitrabara Adiperdana (MBAP) Siap Mengakuisisi Tambang Baru
[ILUSTRASI. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) (Dok/MBAP)]
Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) membuka peluang untuk mengakuisisi tambang baru seiring menipisnya cadangan batubara yang tersisa sekitar 3 juta ton. Langkah ini disiapkan untuk menjaga keberlanjutan produksi setelah tambang existing diperkirakan beroperasi hingga 2028.

Direktur Utama Mitrabara, Khoirudin, mengungkapkan saat ini perusahaan memperkirakan sisa cadangan batubara berada di kisaran 3 juta ton. Dengan cadangan tersebut, kegiatan penambangan direncanakan berlangsung hingga 2028. "Saat ini Mitrabara memperkirakan sisa cadangan sekitar 3 juta ton. Dari sisa cadangan tersebut, kami berencana melanjutkan penambangan hingga 2028," ujar Khoirudin dalam Paparan Publik, Rabu (20/5).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Karya Pacific Energy (IATA) Ajukan Tambahan Kuota 2 Juta Ton Batubara
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:20 WIB

Karya Pacific Energy (IATA) Ajukan Tambahan Kuota 2 Juta Ton Batubara

Adapun, pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan memasuki tahap evaluasi akhir.

Keterlibatan Swasta dalam Pembiayaan Jalan Tol
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:20 WIB

Keterlibatan Swasta dalam Pembiayaan Jalan Tol

ATI menilai penguatan peran swasta penting untuk menjaga keberlanjutan investasi jalan tol yang nilainya kini mendekati Rp 1.000 triliun.​

Awas Potensi Kebakaran Lahan Bisa Meluas
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Awas Potensi Kebakaran Lahan Bisa Meluas

Luas lahan yang terbakar imbas kemarau panjang efek fenomena El Nino saat ini sudah mencapai 107.000 hektare.

Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini (11/8)
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:50 WIB

Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini (11/8)

IHSG masih mengakumulasi kenaikan 2,10% dalam sepekan. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 26,39%.​

Risiko Masih Tinggi, Fintech Sulit Mengerek Modal
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Risiko Masih Tinggi, Fintech Sulit Mengerek Modal

OJK mencatat ada tujuh penyelenggara pinjaman daring yang belum memenuhi ekuitas minimum Rp 12,5 miliar per Juni 2026.

Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) Memacu Penjualan Lahan Industri
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:30 WIB

Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) Memacu Penjualan Lahan Industri

Dinamika perekonomian global dan domestik serta kondisi geopolitik di sejumlah kawasan membuat investor semakin selektif.

Menanti Taubat Ekologi NU dan Muhammadiyah
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:01 WIB

Menanti Taubat Ekologi NU dan Muhammadiyah

NU dan Muhammadiyah adalah ormas keagamaan yang dilahirkan bukan untuk menjadi pemburu rente, apalagi menjadi bagian dari aktor yang merusak alam.

Berkolaborasi Menjaga Independensi Bank Sentral
| Senin, 10 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Berkolaborasi Menjaga Independensi Bank Sentral

Ketika BI menaikkan suku bunga, tidak mampu meredam inflasi jika terjadi kelangkaan pasokan pangan akibat jalur logistik rusak atau gagal panen.

Harapan Konsumen
| Senin, 10 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Harapan Konsumen

Sinyal pelemahan tidak hanya terlihat dari sisi realisasi konsumsi, indikator kepercayaan konsumen juga menunjukkan tekanan yang semakin dalam.

Prospek Emiten Ban di Semester II-2026 Bergantung Pada Permintaan EV & Kinerja Ekspor
| Senin, 10 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Prospek Emiten Ban di Semester II-2026 Bergantung Pada Permintaan EV & Kinerja Ekspor

GJTL memiliki fundamental yang menarik karena mampu mempertahankan tren pertumbuhan laba, memperbaiki arus kas dan menjaga tingkat leverage.

INDEKS BERITA