Krisis LNG Bikin Asia Pasifk Butuh Tambahan 90 Juta Ton Batubara, RI Siap Menyuplai?
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Tensi geopolitik dan konflik di Timur Tengah memicu guncangan hebat pada ketahanan energi global. Menyusutnya pasokan gas alam cair alias liquefied natural gas (LNG) secara dramatis langsung mengerek permintaan batubara termal di kawasan Asia-Pasifik (APAC).
Dalam jangka pendek, konsumsi kumulatif tambahan "emas hitam" ini diprediksi sanggup melesat hingga 90 juta ton (Mt) di tahun ini. Namun, di tengah kebijakan tata niaga batubara Indonesia yang belakangan santer diotak-atik pemerintah, mampukah para pengusaha menjaring momentum emas dari lonjakan permintaan tersebut?
