New Joint Venture to Boost BSDE's Business and Financial Performance

Minggu, 12 Maret 2023 | 17:43 WIB
New Joint Venture to Boost BSDE's Business and Financial Performance
[ILUSTRASI. New Joint Venture to Boost BSDE's Business and Financial Performance.]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Real estate companies, Sinar Mas PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) and PT Astra Land Indonesia (ALI), have formed a joint venture named PT Ruby Karya Sejahtera. The joint venture was officially established on March 8, 2023.

According to the Director of Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya, BSDE and ALI have made equity contributions to Ruby Karya Sejahtera with a basic capital of Rp 10 billion consisting of 10,000 shares with a nominal value of Rp 1 million each.

BYAN Dominates Indonesian Coal Mining Industry with Impressive 2022 Performance

ALI holds 7,500 shares or Rp 7.5 billion, while BSDE holds 2,500 shares or Rp 2.5 billion in Ruby Karya Sejahtera.

Hermawan added that the joint venture would engage in real estate business activities, either through ownership or leasing. The establishment of the joint venture is expected to have a positive impact on the business and financial performance of BSDE.

In addition, the joint venture is not expected to have any negative impact on the operational activities, legal status, financial condition, or continuity of BSDE's business.

Indonesian Government Bond Market: Challenges and Opportunities for Investors

For information, PT Astra Land Indonesia (ALI) was established on October 14, 2016, and is a joint venture between Astra Property or PT Astra International Tbk (ASII) and Hongkong Land Ltd, with each owning 50% of the shares.

Hongkong Land Ltd is a registered investment, management, and property development group. The group owns and manages over 850,000 square meters of premium office and luxury retail properties in major Asian cities, especially in Hong Kong, Singapore, Beijing, and Jakarta.

PTBA Remains Upbeat Despite Turbulent Coal Market

On Friday, March 10, BSDE shares closed at Rp 970, up 2.65% compared to the previous day's closing price.

Bagikan

Berita Terbaru

Melihat Arah Akuisisi dan Ekspansi Perusahaan Sawit Pasca Bencana Sumatra
| Rabu, 21 Januari 2026 | 18:07 WIB

Melihat Arah Akuisisi dan Ekspansi Perusahaan Sawit Pasca Bencana Sumatra

Lanskap industri sawit Indonesia mengalami perubahan struktural yang signifikan, terutama pasca rangkaian bencana banjir di Sumatra.

Perusahaan Nikel Dengan Skor ESG Tinggi Jajaki Pendanaan Bunga Rendah Lewat SLL
| Rabu, 21 Januari 2026 | 17:46 WIB

Perusahaan Nikel Dengan Skor ESG Tinggi Jajaki Pendanaan Bunga Rendah Lewat SLL

Pendanaan industri nikel melalui pinjaman bank konvensional semakin sulit karena adanya berbagai sentimen yang mendera industri ini.

BI Tahan Suku Bunga BI Rate 4,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
| Rabu, 21 Januari 2026 | 15:48 WIB

BI Tahan Suku Bunga BI Rate 4,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

BI Rate tetap 4,75% pada hari ini (21/1) di saat nilai tukar rupiah mencapai level paling lemah sepanjang sejarah.

Rebound PANI & CBDK Pasca Rights Issue, Prospek 2026 Cukup Menjanjikan
| Rabu, 21 Januari 2026 | 11:00 WIB

Rebound PANI & CBDK Pasca Rights Issue, Prospek 2026 Cukup Menjanjikan

Kembalinya minat investor terhadap saham PANI dan CBDK mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek jangka menengah.

Prospek Emas Dongkrak Laba & Saham ANTM 2026
| Rabu, 21 Januari 2026 | 10:00 WIB

Prospek Emas Dongkrak Laba & Saham ANTM 2026

Kenaikan harga emas berpotensi langsung mengerek pendapatan dan margin segmen emas yang menjadi salah satu kontributor utama laba ANTM.

Mengawasi Manipulasi Bukan Menghukum Kenaikan
| Rabu, 21 Januari 2026 | 09:14 WIB

Mengawasi Manipulasi Bukan Menghukum Kenaikan

Istilah saham gorengan bermasalah karena bukan terminologi baku di pasar modal. Istilah lebih tepat dan dikenal luas adalah manipulasi pasar. 

Rupiah Dekati Rp 17.000, Potensi Rugi Hantui Pasar Saham, Cek Proyeksi IHSG Hari Ini
| Rabu, 21 Januari 2026 | 08:41 WIB

Rupiah Dekati Rp 17.000, Potensi Rugi Hantui Pasar Saham, Cek Proyeksi IHSG Hari Ini

Nilai tukar rupiah semakin mendekati Rp 17.000. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas makro dan potensi aliran keluar dana asing.

Via Dana Rights Issue IRSX Masuk Bisnis Hiburan, Peluang Besar dengan Risiko Eksekusi
| Rabu, 21 Januari 2026 | 08:35 WIB

Via Dana Rights Issue IRSX Masuk Bisnis Hiburan, Peluang Besar dengan Risiko Eksekusi

Kinerja emiten lain yang lebih dulu bermain di bisnis hiburan pada tahun 2025 tidak selalu konsisten naik.

Fundamental Sektor Tambang Mineral Diklaim Oke, Saham MDKA bisa Terbang ke 3.800?
| Rabu, 21 Januari 2026 | 08:23 WIB

Fundamental Sektor Tambang Mineral Diklaim Oke, Saham MDKA bisa Terbang ke 3.800?

Reli harga saham nikel belakangan ini lebih didorong oleh ekspektasi pasar dan posisi spekulatif ketimbang penguatan fundamental murni.

Euforia Meikarta Jadi Rusun Subsidi Meredup, Saham LPCK Longsor Usai Sempat Melejit
| Rabu, 21 Januari 2026 | 08:06 WIB

Euforia Meikarta Jadi Rusun Subsidi Meredup, Saham LPCK Longsor Usai Sempat Melejit

Fundamental PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mulai membaik, terlepas dari isu Meikarta yang bakal diubah jadi rusun bersubsidi.

INDEKS BERITA

Terpopuler