OJK: Bumiputera Harus Membentuk Direksi Baru di Akhir Juli

Senin, 22 Juli 2019 | 07:05 WIB
OJK: Bumiputera Harus Membentuk Direksi Baru di Akhir Juli
[]
Reporter: Ahmad Febrian, Maizal Walfajri | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera sepertinya bisa sedikit bernafas lega, Jika tak ada onak dan duri, perusahaan asuransi mutual tersebut akan memiliki direksi definitif pada akhir Juli 2019 ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Badan Perwakilan Anggota (BPA) segera mengangkat manajemen baru yang nantinya akan melaksanakan fit and proper test dari regulator. Maklum sejak Mei 2019 tiba-tiba BPA mencopot Direktur Utama BPA dan beberapa direksi lain, sehingga hanya menyisakan satu direksi yang mengendalikan AJB.

Padahal AJB memerlukan manajemen yang solid di tengah kesulitan keuangan. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II OJK Moch. Ichsanuddin menyebutkan OJK sudah memberikan batas waktu yang cukup wajar. Termasuk peringatan tertulis bagi BPA agar segera berbenah soal manajemen.

Baca Juga: OJK sebut AJB Bumiputera mulai bermasalah sejak krisis 1998, begini ceritanya 

Menurutnya dengan Direksi yang berstatus Pelaksana Tugas (Plt) tidak bisa mengambil keputusan yang strategis terkait penyelamatan perusahaan asuransi tertua di Indonesia ini.

"Struktur organisasi sudah saya minta review ulang, SOP diperbaiki lalu TI juga sudah diperbaiki dan sudah kenal virtual account bagi polis baru," ujar Ichsanuddin di kantornya kepada KONTAN pekan lalu. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, berbahaya bagi penyelamatan Bumiputera. Jika BPA tak kunjung menentukan direksi, OJK siap menjatuhkan sanksi selanjutnya.

Menurut Ichsanuddin banyak cara menyelamatkan Bumiputera. Ia mencontohkan salah satunya adalah dengan menjual aset. Ada beberapa aset tidak produktif lagi dan butuh biaya perawatan mahal. Apalagi tanah dan bangunan Bumiputera berada di kawasan strategis. "Aset strategis banyak peminat, seperti di Depok seluas 12 hektare, Kan bisa menutup klaim sehingga image Bumiputera bisa terbang lagi," ujar Ichsanuddin. Sayang, Nurhasanah, Ketua BPA tak merespons permintaan wawancara dari KONTAN.

Bagikan

Berita Terbaru

Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian
| Minggu, 25 Januari 2026 | 07:10 WIB

Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian

Menikmati durian tak perlu menunggu musim durian. Kini ada banyak warung menanti pelanggan untuk membelah durian.

 
Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:38 WIB

Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar

Pada 2014, belum ada perusahaan di Indonesia yang memiliki izin resmi sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik meski regulsinya tersedia.

Bank Permata Pangkas Pemakaian Air di Kantor
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bank Permata Pangkas Pemakaian Air di Kantor

Untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, Bank Permata mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam operasional

Ambisi Bangun Ekosistem Terintegrasi Logam Tanah Jarang
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:00 WIB

Ambisi Bangun Ekosistem Terintegrasi Logam Tanah Jarang

Pemerintahan Prabowo Subianto berambisi mempercepat hilirisasi logam tanah jarang. Tapi, masih banyak PR yang harus pemerintah selesaikan dulu.

SGRO Usai Akuisisi: Produksi CPO Naik dan Fokus Baru di Energi Hijau
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:00 WIB

SGRO Usai Akuisisi: Produksi CPO Naik dan Fokus Baru di Energi Hijau

Menelisik strategi dan target bisnis PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) pasca memiliki pengendali baru 

Transformasi SGRO, Akuisisi Posco Ubah Total Arah Bisnis Mantan Emiten Sampoerna Ini
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:56 WIB

Transformasi SGRO, Akuisisi Posco Ubah Total Arah Bisnis Mantan Emiten Sampoerna Ini

Prime Agri kini juga punya fokus bisnis baru di bawah kendali AGPA, yaitu produksi bisnis hulu untuk kebutuhan energi hijau.

Pembiayaan Tumbuh Tipis, Laba Multifinance Terkikis
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:55 WIB

Pembiayaan Tumbuh Tipis, Laba Multifinance Terkikis

Seretnya penyaluran pembiayaan turut menekan profitabilitas multifinance sebesar 1,09% secara tahunan menjadi Rp 506,82 triliun di November 2025

Menguji Sanksi
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:25 WIB

Menguji Sanksi

Sebanyak 28 perusahaan yang dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Ancaman PHK Massal Hantui Industri Daging Imbas Kuota Menciut
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:10 WIB

Ancaman PHK Massal Hantui Industri Daging Imbas Kuota Menciut

Pemerintah pangkas kuota impor daging. Yang ketar-ketir tak hanya importir, tapi juga pedagang, industri pengolahan, pekerja dan konsumen.

 
Efek Musiman Mendongkrak Likuiditas dan Kredit
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:11 WIB

Efek Musiman Mendongkrak Likuiditas dan Kredit

Penguatan dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor musiman.                                                 

INDEKS BERITA

Terpopuler