Oversupply Masih Membayangi, Harga Nikel Diprediksi Sulit Bangkit pada Semester II
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek harga nikel pada semester II-2026 masih dibayangi tekanan. Apalagi setelah turun ke kisaran US$ 16.300 per ton atau terendah sejak akhir Desember 2025, ruang pemulihan harga dinilai belum terbuka lebar lantaran pasar masih menghadapi persoalan klasik, yakni kelebihan pasokan global.
Berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika optimisme terhadap perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi motor utama kenaikan harga nikel, kini perhatian pelaku pasar justru beralih ke sisi pasokan. Produksi yang terus bertambah, terutama dari Indonesia sebagai produsen terbesar dunia, dinilai menjadi faktor yang lebih menentukan arah harga dibandingkan pertumbuhan permintaan.
