Panggung Keresahan

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:25 WIB
Panggung Keresahan
[ILUSTRASI. TAJUK - Sandy Baskoro (KONTAN/Steve G.A)]
Sandy Baskoro | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nama Pandji Pragiwaksono menggema di jagat maya dan dunia nyata. Lewat panggung bertajuk Mens Rea, Pandji menumpahkan keresahannya atas kondisi sosial politik Indonesia. Pandji adalah satu dari segelintir komika Indonesia yang mengkritik kekuasaan lewat satire dan komedi.

Di panggung offline, gaungnya tampak belum terasa. Jadwal tur Mens Rea Pandji bergulir di 11 daerah mulai April hingga Agustus tahun lalu. Setelah masuk panggung digital, platform Netflix, sejak 27 Desember 2025, materi Mens Rea Pandji meledak. Amplifikasi inilah yang menyebabkan banyak pihak gerah bahkan sampai melaporkan Pandji ke ranah hukum.

Entah ada kaitannya atau tidak, momentum kasus Pandji juga beriringan dengan kasus teror yang dialami sederet influencer hingga akademisi, yang mengkritik kondisi terkini, termasuk soal penanganan bencana di Sumatra.

Kritik yang disampaikan Pandji, juga para influencer, merupakan bagian dalam proses demokrasi. Jika niatnya adalah kritik terhadap fenomena politik, seperti praktik politik balas budi, juga maraknya kasus korupsi, kolusi dan nepotisme, maka hal tersebut merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang sehat dan bukan merupakan tindak pidana. Tanpa adanya bukti niat jahat yang nyata, maka penggunaan instrumen pidana dapat dianggap sebagai bentuk pembungkaman suara kritis.

Masyarakat Indonesia mulai melek politik. Kritik yang disampaikan oleh sejumlah pihak, terutama melalui komedi dan satire, publik tidak melihatnya sebagai sumber perpecahan. Justru masyarakat membutuhkan hiburan yang sehat, kontrol sosial yang dibungkus komedi, di tengah beratnya kondisi perekonomian saat ini. Mens Rea Pandji yang laris manis di platform digital menunjukkan masyarakat mulai sadar dan peka dalam melihat kondisi Indonesia. Masyarakat memerlukan hiburan alternatif yang related dengan kehidupan sehari-hari.

Toh kerja-kerja instrumen demokrasi seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum mampu melepaskan dahaga masyarakat. Fungsi-fungsi legislatif rasanya belum maksimal untuk membela kepentingan konstituennya.

Panggung kritik dan kebebasan berpendapat sudah bergeser dari lembaga formal ke panggung alternatif, seperti stand up comedy. 

Pemerintah mesti peka melihat pergeseran ini. Jika mengabaikan suara-suara alternatif, narasi kekuasaan bisa kian tidak relevan.       

Selanjutnya: Produksi Batubara dan Nikel Dipangkas, Begini Dampaknya ke Emiten Jasa Tambang

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:24 WIB

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai

 Pemerintah berencana menerapkan pungutan cukai untuk produk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di tahun ini.

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:19 WIB

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,08% ke 7.935,26 pada Jumat (6/2). Koreksi ini menambah pelemahan IHSG 4,73% dalam sepekan. ​

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:13 WIB

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal di tahun 2026 bisa tembus Rp 250 triliun.

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol
| Minggu, 08 Februari 2026 | 10:00 WIB

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol

Meski kecil, biaya subscription rupanya bisa berdampak ke keuangan. Simak cara mengatasinya!        

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN
| Minggu, 08 Februari 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN

Sikap Moody's Ratings mengubah prospek peringkat Pemerintah Indonesia, menambah sentimen negatif di pasar obligasi. Masih layak beli?

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 07:05 WIB

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan

Kebijakan Bali yang membatasi ukuran botol AMDK menjadi ujian bagi industri, dan mendorong CLEO membuktikan komitmennya.

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:15 WIB

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu

Kepastian absennya subsidi sepeda motor listrik membuat pasar bergerak tanpa insentif. Bagaimana strategi produsen?

 
Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:10 WIB

Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.876 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,53%. 

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00 WIB

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula

Perjalanan karier membawa Jordan Simanjuntak, Chief Marketing Officer Triv ini berinvestasi di aset kripto

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:15 WIB

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!

Dengan harga terjangkau, cita rasa lokal, dan bisa dinikmati siapa saja, usaha jajanan pasar menawarkan peluang yang men

INDEKS BERITA

Terpopuler