Paradoks Industri Feronikel Indonesia, Kuasai 80% Dunia Tapi Hilirisasinya Mandek
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ambisi Indonesia sebagai raja nikel dunia memang sudah terwujud jika hanya melihat dari sisi penguasaan pangsa pasar bahan baku di kancah perdagangan global. Namun sayangnya, Indonesia belum bisa menjadi raja di negeri sendiri karena industri hilirnya didominasi smelter negara lain. Tentu pundi-pundi dari penjualan produk bernilai tambah kebanyakan masuk ke kantong pengusaha asing.
Laporan terbaru Energy Shift Institute (ESI) “Dominance without depth: the smelting superpower that imports its own metal” mencatat, Indonesia menguasai sekitar 86% perdagangan global feronikel senilai sekitar US$ 14 miliar pada 2025. Indonesia juga berkontribusi sebesar 75% setara sekitar US$4 miliar untuk perdagangan mixed hydroxide precipitate (MHP) yang merupakan bahan perantara baterai.
