Partai Komunis Mau Konggres, Otoritas Bursa di China "Melarang" Aksi Jual

Selasa, 27 September 2022 | 13:37 WIB
Partai Komunis Mau Konggres, Otoritas Bursa di China
[ILUSTRASI. Gedung Shanghai Stock Exchange di kawasan Pudong, Shanghai, China, (03/02/2020). REUTERS/Aly Song/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID-SHANGHAI. Regulator sekuritas di China baru-baru ini meminta fund manager dan pialang untuk menghindari aksi jual saham besar-besaran menjelang Kongres Partai Komunis bulan depan. Instruksi ini bertujuan untuk mencegah pasar mengalami fluktuasi tinggi, tutur dua sumber yang mengetahui masalah itu ke Reuters.

Perintah diberikan secara lisan oleh Bursa Efek Shanghai dan Shenzhen melalui apa yang disebut "window guidance." Istilah itu merujuk ke kebijakan yang tidak dituangkan dalam dokumen tertulis, kata seorang sumber.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

GOTO dan TLKM Siapkan Buyback Jumbo, Bisakah Harga Kembali Naik?
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:24 WIB

GOTO dan TLKM Siapkan Buyback Jumbo, Bisakah Harga Kembali Naik?

Harga saham big cap tertekan, GOTO dan TLKM siap gelontorkan dana triliunan untuk buyback. Pahami strategi dan potensi dampaknya

Alih-Alih Menenangkan, Komunikasi Prabowo Soal Rupiah Bikin Kondisi Kian Runyam
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:22 WIB

Alih-Alih Menenangkan, Komunikasi Prabowo Soal Rupiah Bikin Kondisi Kian Runyam

Kredibilitas adalah aset berharga yang dibangun berpeluh-peluh selama bertahun-tahun, namun rentan tergerus habis hanya dalam hitungan minggu.

Hasil Merger Mulai Mendorong Kinerja Operasional EXCL
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:21 WIB

Hasil Merger Mulai Mendorong Kinerja Operasional EXCL

Analis pertahankan rekomendasi beli EXCL dengan target Rp 3.700. Cek proyeksi pendapatan dan EBITDA yang jadi dasar kenaikan harga.

Waspada, Pasar Memasuki Krisis Kepercayaan Serius, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Waspada, Pasar Memasuki Krisis Kepercayaan Serius, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kejatuhan IHSG hingga ke  6.599 bukan cuma koreksi biasa, cerminan  pasar sedang memasuki fase krisis kepercayaan yang cukup serius.

Risiko Investasi Melejit, Investor Makin Hati-hati
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:00 WIB

Risiko Investasi Melejit, Investor Makin Hati-hati

Persepsi risiko investasi RI melonjak. Pelemahan rupiah dan kekhawatiran fiskal picu IHSG anjlok. Cek proyeksi SBN bisa sentuh 7%!

Hilirisasi Sapi Perah Menghadapi Banyak Tantangan
| Selasa, 19 Mei 2026 | 06:57 WIB

Hilirisasi Sapi Perah Menghadapi Banyak Tantangan

Peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah dinilai menjadi kunci dalam mendorong pasokan susu nasiona

Pebisnis Menanti Kredit Murah untuk Mesin
| Selasa, 19 Mei 2026 | 06:51 WIB

Pebisnis Menanti Kredit Murah untuk Mesin

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan memberikan kredit berbunga rendah melalui LPEI.

 Hedging untukMenyiasati Koreksi Rupiah
| Selasa, 19 Mei 2026 | 06:47 WIB

Hedging untukMenyiasati Koreksi Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak pada banyak sektor industri di dalam negeri

Kepemilikan Bank di SRBI Diprediksi Tetap Tinggi Hingga Akhir Tahun
| Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Kepemilikan Bank di SRBI Diprediksi Tetap Tinggi Hingga Akhir Tahun

​Penempatan dana bank di SRBI naik ke Rp 673,9 triliun per April 2026, menunjukkan bank lebih defensif dan menahan penyaluran kredit

Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Kian Meluas
| Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Kian Meluas

Pelemahan nilai tukar mendorong kenaikan harga dan berdampak terhadap inflasi lebih tinggi          

INDEKS BERITA

Terpopuler