Berita

Paruh Kedua 2019, Kinerja Maskapai Lebih Positif

Selasa, 10 September 2019 | 04:56 WIB

ILUSTRASI. Garuda Kebaya Flight

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mencatat, kinerja bisnis maskapai domestik menurun di sepanjang semester pertama tahun ini. Pemicu penurunan tersebut adalah isu tarif tiket yang mahal.

Meski demikian, INACA memproyeksikan memasuki semester kedua tahun ini bisnis penerbangan memasuki high season, karena terdorong liburan dan puncaknya di pengujung Desember.

Atas dasar itu, manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) juga optimistis bisnis penerbangan di semester II 2019 bakal lebih baik dibanding semester I 2019.

Vice President Corporate Secretary GIAA, Ikhsan Rosan, mengatakan untuk mengantisipasi high season, pihaknya akan memaksimalkan penggunaan pesawat berbadan lebar. "Sebagian rute tujuan Bali, Surabaya dan Singapura akan menggunakan wide body," kata dia kepada KONTAN, Minggu (8/9).

Jika biasanya di beberapa rute itu GIAA mengandalkan Boeing 737 NG, maka di saat permintaan tinggi, maskapai pelat merah ini akan menggantinya dengan Airbus 330–200.

Ikhsan bilang, GIAA masih optimistis bisa mengantongi laba bersih Rp 1 triliun. Sebelumnya di semester I 2019, GIAA membukukan laba bersih sebesar US$ 24,11 juta atau sekitar Rp 336 miliar. "Semester pertama biasanya low season, kami bisa mencatat laba. Jadi semester kedua bisa lebih baik," klaim dia.

Baca Juga: Saham Garuda (GIAA) terbang tinggi, ini penyebabnya

Manajemen Sriwijaya Air juga lebih percaya diri. Mereka meyakini kinerja operasional di semester II 2019 lebih menjanjikan ketimbang periode sebelumnya.

Direktur Utama Sriwijaya Air, Joseph Saul, mengungkapkan tren bisnis di semester kedua selalu lebih baik dibandingkan semester pertama. "Hal itu sudah menjadi agenda tahunan kalau penerbangan lebih manis di semester kedua. Pasarnya lebih stabil," jelas Joseph.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di semester kedua, dimana banyak pengeluaran anggaran oleh perusahaan dan pemerintah bakal mendorong permintaan tiket pesawat. "Selain untuk kepentingan bisnis, kebutuhan pariwisata juga umumnya naik di semester dua," kata Joseph.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro juga menyebutkan pihaknya meyakini dua segmen penumpang bakal tumbuh bersamaan. "Pertama, millennials traveling dan kedua untuk perdagangan atau bisnis," kata dia. Sejak Januari-Agustus 2019, Lion Air Group sudah menambah 43 rute atau 86 penerbangan (PP).

Reporter: Harry Muthahhari
Editor: Yuwono triatmojo

IHSG
6.236,69
0.28%
17,26
LQ45
985,92
0.27%
2,68
USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga