Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Pada Utang Bussan Auto Finance

Jumat, 23 Februari 2024 | 04:15 WIB
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Pada Utang Bussan Auto Finance
[ILUSTRASI. PT Bussan Auto Finance (BAF) kembali menyelenggarakan program CSR BAF Caring for Children bertajuk “Safety Riding Science for Kids” pada 3 – 4 Juli 2023 di Jakarta Fair 223 Kemayoran, Jakarta.]
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat yang dimiliki PT Bussan Auto Finance (BAF). Berdasarkan rilis Pefindo, Kamis (22/2),  peringkat idAAA berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2023 seri A senilai Rp 401 miliar. 

Obligasi berkelanjutan ini akan jatuh tempo pada 28 April 2024. Penetapan peringkat ini sejalan dengan kemampuan Bussan Auto Finance membayar kembali utang jatuh tempo. "Kesiapan BAF dalam melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tersebut didukung oleh posisi kas dan setara kas sebesar Rp 334,1 miliar," ujar Synthia Manik, Analis Pefindo, dalam rilis. Selain memiliki dana kas, perusahaan ini juga masih memiliki fasilitas pinjaman yang belum digunakan sekitar Rp 11,3 triliun per 31 Desember 2023.

Jika ditengok dari kinerja perusahaan per akhir 2023, laba bersih Bussan Auto Finance tercatat merosot 45,69% secara tahunan menjadi Rp 371 miliar. Sementara pendapatan bunga bersih multifinance ini masih naik tipis sebesar 3,55% secara tahunan menjadi Rp 3,79 triliun. 

Bagikan

Berita Terbaru

Bank Kebut Penyaluran KUR, Jaga Risiko NPL Naik di Tengah Ekspansi
| Senin, 02 Maret 2026 | 02:30 WIB

Bank Kebut Penyaluran KUR, Jaga Risiko NPL Naik di Tengah Ekspansi

Pemerintah tetapkan plafon KUR Rp308,41 triliun di 2026. Bank Mandiri dan BPD DIY kejar target penyaluran besar. 

Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) Siapkan Belanja Modal Rp 1,5 Triliun
| Senin, 02 Maret 2026 | 02:20 WIB

Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) Siapkan Belanja Modal Rp 1,5 Triliun

Manajemen akan menggunakan dana belanja modal tahun ini untuk ekspansi jaringan rumah sakit serta penguatan layanan berteknologi tinggi.

BUMN Wajib Pesan Kapal Lewat PT PAL Indonesia
| Senin, 02 Maret 2026 | 02:10 WIB

BUMN Wajib Pesan Kapal Lewat PT PAL Indonesia

Kebijakan ini bukan monopoli melainkan untuk meningkatkan kualitas industri maritim, terutama galangan kapal di Indonesia.

Alokasi Uang Tunai Turun, Digital Kian Dominan
| Senin, 02 Maret 2026 | 02:00 WIB

Alokasi Uang Tunai Turun, Digital Kian Dominan

Beberapa bank besar pangkas alokasi uang tunai hingga triliunan rupiah jelang Lebaran 2026.             

Aset Ritel HSBC Indonesia Diperebutkan 5 Bank Raksasa di Tingkat Regional
| Minggu, 01 Maret 2026 | 16:18 WIB

Aset Ritel HSBC Indonesia Diperebutkan 5 Bank Raksasa di Tingkat Regional

Pada 2022 lalu, HSBC sejatinya sempat menjajaki kemungkinan untuk menggelar IPO bagi unit bisnisnya di Indonesia.​

Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Alternatif dan Bantalan Pasokan Migas Tak Memadai
| Minggu, 01 Maret 2026 | 15:58 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Alternatif dan Bantalan Pasokan Migas Tak Memadai

International Energy Agency (IEA) mencatat, lebih dari 26% perdagangan minyak dunia diangkut melewati selat Hormuz setiap harinya.

Kilau Bisnis Perhiasan Emas di Tahun Kuda Api
| Minggu, 01 Maret 2026 | 12:00 WIB

Kilau Bisnis Perhiasan Emas di Tahun Kuda Api

Data Kementerian Perindustrian menyebut, industri perhiasan nasional ditopang lebih dari 500 pelaku usaha dan sekitar 30.000 toko emas.

Tips Agar THR Tak Hanya Menumpang Lewat
| Minggu, 01 Maret 2026 | 09:00 WIB

Tips Agar THR Tak Hanya Menumpang Lewat

Tunjangan Hari Raya (THR) kerap habis hanya dalam hitungan hari. Simak cara mengelolanya!           

Perjalanan Karier The Ka Jit Direktur OCBC: Selalu Tertantang Menciptakan Perbaikan
| Minggu, 01 Maret 2026 | 09:00 WIB

Perjalanan Karier The Ka Jit Direktur OCBC: Selalu Tertantang Menciptakan Perbaikan

Merunut perjalanan The Ka Jit di industri perbankan hingga menjadi Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 2,76 Triliun Per Januari 2026
| Minggu, 01 Maret 2026 | 04:30 WIB

PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 2,76 Triliun Per Januari 2026

Pencapaian tersebut meningkat 120,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya alias year on year (yoy). ​

INDEKS BERITA

Terpopuler