Berita Ekonomi

Pelaku Industri Menolak Rencana Kenaikan Tarif Listrik Mulai Tahun Depan

Jumat, 09 April 2021 | 06:28 WIB
Pelaku Industri Menolak Rencana Kenaikan Tarif Listrik Mulai Tahun Depan

ILUSTRASI. Kelompok pelanggan industri I-4 di atas 30.000 kVA berpotensi menanggung kenaikan tarif Rp 2,9 miliar per bulan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/17/12/2014

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri menolak rencana kenaikan tarif listrik yang diperkirakan pada tahun 2022. Kalau merujuk simulasi perhitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kenaikan tarif terbesar pada kelompok pelanggan industri I-4 di atas 30.000 kVA saja bisa mencapai Rp 2,9 miliar per bulan.

Kenaikan tarif listrik bakal memukul industri seperti kaca lembaran dan kaca pengaman otomotif. Dalam produksi kaca pengaman otomotif misalnya, kontribusi biaya listrik mencapai 28% terhadap total biaya produksi.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

Terbaru
IHSG
7.088,79
0.99%
-70,81
LQ45
936,71
1.44%
-13,67
USD/IDR
15.536
0,21
EMAS
1.107.000
0,00%
Terpopuler