Pelemahan Rupiah Berlanjut di 2025, Ini Upaya yang bisa Dilakukan Bank Indonesia

Rabu, 15 Januari 2025 | 10:00 WIB
Pelemahan Rupiah Berlanjut di 2025, Ini Upaya yang bisa Dilakukan Bank Indonesia
[ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ketiga dari kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar (kedua dari kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Roslan Roeslani (ketiga dari kanan) beserta para pemangku kepentingan membuka perdagangan saham pertama di tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/01). KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Bidara Pink | Editor: Tedy Gumilar

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah belum bertenaga saat memasuki tahun 2025. Sejak awal tahun nilai tukar rupiah sudah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekitar 0,67%. Kemarin, rupiah berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia sudah tersungkur di Rp 16.265.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Kredibilitas Pasar Finansial RI Diuji: Siapkan Portofolio Anda!
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:00 WIB

Kredibilitas Pasar Finansial RI Diuji: Siapkan Portofolio Anda!

Pasar finansial meriang, reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap tawarkan imbal hasil menarik. Simak strategi analis

Rupiah Merosot, Bank Semakin Hati-hati Kucurkan Kredit
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 06:50 WIB

Rupiah Merosot, Bank Semakin Hati-hati Kucurkan Kredit

Pelemahan nilai tukar rupiah mendorong perbankan memperketat penyaluran kredit valas demi menjaga kualitas aset.

Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS, Ini Pemicu Utama Pelemahannya
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS, Ini Pemicu Utama Pelemahannya

Rupiah terancam terus melemah di kisaran Rp 18.150. Pahami risiko inflasi dan defisit fiskal yang bisa merugikan investasi Anda.

Gihon Telekomunikasi (GHON) Lanjutkan Ekspansi Penyewaan Menara
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 05:20 WIB

Gihon Telekomunikasi (GHON) Lanjutkan Ekspansi Penyewaan Menara

Hingga akhir 2026, perusahaan ini menargetkan total penyewaan mencapai 1.820 menara atau bertambah 115 penyewaan dari realisasi di 2025.

Pendanaan Lender Asing Masih Mungucur Deras
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 04:50 WIB

Pendanaan Lender Asing Masih Mungucur Deras

Outstanding pendanaan dari pemberi pinjaman asing mencapai Rp 14,06 triliun di kuartal I-2026, alias naik 18,28% secara tahunan.

Midi Utama Indonesia (MIDI) Pasang Target Lebih Moderat
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 04:20 WIB

Midi Utama Indonesia (MIDI) Pasang Target Lebih Moderat

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah berada di kisaran Rp 18.000, jelas akan berdampak pada sejumlah produk dengan komponen impor.

Danantara Bantah Rumor Wajib Beli Merah Putih Bond untuk Tabungan di Atas Rp 3 Miliar
| Jumat, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Danantara Bantah Rumor Wajib Beli Merah Putih Bond untuk Tabungan di Atas Rp 3 Miliar

Tak ada rencana pemerintah mewajibkan masyarakat yang punya tabungan di atas Rp 3 miliar, untuk membeli Patriot Bond maupun Merah Putih Bond.

Rebalancing Tak Cukup Jadi Pendorong Kenaikan, 7 Saham Baru JII Justru Lesu
| Jumat, 05 Juni 2026 | 20:15 WIB

Rebalancing Tak Cukup Jadi Pendorong Kenaikan, 7 Saham Baru JII Justru Lesu

Masuknya saham baru ke JII biasanya memicu aksi beli dari manajer investasi yang menggunakan indeks ini sebagai acuan.

Badai di Pasar Saham Belum Berlalu, Bakal Ada Lagi Ujian dari MSCI dan FTSE
| Jumat, 05 Juni 2026 | 19:09 WIB

Badai di Pasar Saham Belum Berlalu, Bakal Ada Lagi Ujian dari MSCI dan FTSE

Apabila MSCI dan FTSE memberikan sinyal negatif tambahan, maka tekanan terhadap rupiah, pasar obligasi, dan pasar saham berpotensi berlanjut.

Harga Aluminium Bakal Bikin Kinerja CITA Lebih Bertenaga
| Jumat, 05 Juni 2026 | 17:49 WIB

Harga Aluminium Bakal Bikin Kinerja CITA Lebih Bertenaga

Fokus bisnis CITA berada pada komoditas bauksit dan alumina, keduanya tidak termasuk dalam komoditas yang akan dikoordinasikan ekspornya.

INDEKS BERITA

Terpopuler