Pelonggaran Likuiditas Agar Kredit Deras

Selasa, 02 April 2019 | 08:33 WIB
Pelonggaran Likuiditas Agar Kredit Deras
[]
Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) resmi melonggarkan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) dari 80%-92% menjadi 84%-94%. Tujuannya agar perbankan dapat ruang likuiditas lebih luas, sehingga penyaluran pembiayaan dapat tumbuh sesuai target BI di kisaran 10%–12%.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Linda Maulidina mengatakan, perhitungan RIM sebagai acuan likuiditas perbankan sejatinya lebih luas dibandingkan loan to deposit ratio (LDR). Selain dana pihak ketiga (DPK), penerbitan obligasi dan sekuritas merupakan sumber likuiditas perbankan. Selain itu, perhitungan pembiayaan juga tidak hanya kredit. Pembelian obligasi korporasi termasuk dalam kategori pembiayaan.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, guna menjaga level RIM seperti ditetapkan BI, pihaknya berencana menerbitkan obligasi korporasi US$ 500 juta hingga US$ 1 miliar dalam waktu dekat.

Penerbitan obligasi ini untuk memenuhi kebutuhan tambahan pendanaan perseroan di luar dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan mencapai US$ 2 miliar. Sementara sisanya akan dipenuhi melalui instrumen pendanaan lain.

Namun Panji mengaku relaksasi RIM tak serta merta akan mendongkrak pertumbuhan pembiayaan. Tahun 2019 Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit masih tetap di antara 12%–13%," ujar Pandji, Senin (1/4).

Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Haru Koesmahargyo juga mengatakan, sejauh ini BRI belum berencana merevisi target dalam RBB 2019. Per Desember 2018, RIM BRI di kisaran 88,5%.

Meski demikian, Haru bilang dalam beberapa tahun ke depan, BRI akan terus memupuk pendanaan di luar DPK. Salah satunya dengan penawaran umum berkelanjutan bernilai total Rp 20 triliun.

Sementara itu bagi bank yang bermodal cekak harus lebih realistis. Seperti Hariyono Tjahrijadi Presiden Direktur Bank Mayapada pernah bilang, pihaknya hanya membidik pertumbuhan penyaluran kredit single digit tahun ini melihat kondisi likuiditas yang ada. Padahal, RIM Bank Mayapada cukup aman di level 85%–86%

Bagikan

Berita Terbaru

ESG Chandra Asri (TPIA): Meninggalkan Jejak Hijau Gaya Hidup Berkelanjutan
| Senin, 09 Maret 2026 | 11:01 WIB

ESG Chandra Asri (TPIA): Meninggalkan Jejak Hijau Gaya Hidup Berkelanjutan

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyiapkan langkah keberlanjutan. Bukan hanya dengan strategi besar korporasi, tetapi juga l

Lonjakan Harga Komoditas dan Kebijakan Angkutan Batubara Bikin Saham RMKE Memesona
| Senin, 09 Maret 2026 | 09:15 WIB

Lonjakan Harga Komoditas dan Kebijakan Angkutan Batubara Bikin Saham RMKE Memesona

Aturan larangan truk angkutan batubara melintasi jalan umum milik provinsi menjadi katalis positif bagi RMKE.

Menakar Potensi Rebound Saham BBCA di Tengah Gencarnya Aksi Jual Investor Asing
| Senin, 09 Maret 2026 | 08:00 WIB

Menakar Potensi Rebound Saham BBCA di Tengah Gencarnya Aksi Jual Investor Asing

Sejumlah investor asing institusi menerapkan strategi averaging down seiring koreksi harga saham BBCA.

Free Float 15% dan Disclosure 1% Menjawab MSCI?
| Senin, 09 Maret 2026 | 07:46 WIB

Free Float 15% dan Disclosure 1% Menjawab MSCI?

Menjadikan batasan free float sebagai target tunggal berisiko membawa investor ke fetisisme angka.​ 

Pendapatan dan Laba Bersih Bumi Serpong Damai (BSDE) Kompak Turun Pada 2025
| Senin, 09 Maret 2026 | 07:37 WIB

Pendapatan dan Laba Bersih Bumi Serpong Damai (BSDE) Kompak Turun Pada 2025

Seiring turunnya pendapatan, laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)  ikut tergerus 41,6% secara tahunan menjadi Rp 2,54 triliun di 2025

Beban Pendapatan Membengkak Laba Bersih PGAS Terpangkas
| Senin, 09 Maret 2026 | 07:32 WIB

Beban Pendapatan Membengkak Laba Bersih PGAS Terpangkas

Laba bersih PGAS anjlok 36,54% (YoY) ke US$ 215,4 juta pada 2025, seiring beban pokok pendapatan bengkak 10% (YoY) jadi US$ 3,3 miliar pada 2025. 

Harga Nikel Anjlok, Saham Emiten Jeblok
| Senin, 09 Maret 2026 | 07:27 WIB

Harga Nikel Anjlok, Saham Emiten Jeblok

Seiring loyonya harga komoditas di pasar global, mayoritas harga saham emiten nikel di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut terkoreksi​.

Harga Minyak Dunia Melonjak, Margin Emiten Consumer Staples Berisiko Tergerus
| Senin, 09 Maret 2026 | 07:25 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Margin Emiten Consumer Staples Berisiko Tergerus

Lonjakan harga minyak dunia berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap emiten sektor barang konsumsi.

Implikasi Aturan Pungutan Ekspor Sawit
| Senin, 09 Maret 2026 | 07:21 WIB

Implikasi Aturan Pungutan Ekspor Sawit

Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah memperkuat sumber pendanaan sektor kelapa sawit sekaligus menjaga keberlanjutan program strategis

Isi Portofolio Tersangkut di Papan Pemantauan Khusus
| Senin, 09 Maret 2026 | 05:59 WIB

Isi Portofolio Tersangkut di Papan Pemantauan Khusus

Dari total 33 saham yang digenggam Asabri merujuk ke data KSEI, 20 saham atau sekitar 2/3 diantaranya menghuni Papan Pemantauan Khusus (PPK).

INDEKS BERITA

Terpopuler