Peluang Musiman

Selasa, 24 Februari 2026 | 03:19 WIB
Peluang Musiman
[ILUSTRASI. TAJUK - Khomarul Hidayat (KONTAN/Indra Surya)]
Khomarul Hidayat | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah sepertinya tidak mau melewatkan momentum penting di kuartal I 2026 ini untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Momentum itu adalah puasa dan lebaran. Pemerintah tahu betul, setiap kali bulan puasa dan lebaran datang, perputaran uang dan ekonomi bakal lebih kencang dibanding biasanya. 

Belanja dan konsumsi rumah tangga juga meningkat pesat di momentum tahunan tersebut. Pemerintah jelas menyadari ini. Terlebih, konsumsi rumah tangga masih tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Sebagai gambaran, pada kuartal IV 2025 lalu, konsumsi rumah tangga menyumbang 53,63% pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bisa dimengerti kalau di kuartal I 2026 ini, pemerintah cukup agresif menyiapkan sederet kebijakan untuk mendorong konsumsi rumah tangga. Ambil contoh, mempercepat pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN/PNS) termasuk TNI/Polri dan pensiunan. Dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp 55 triliun untuk 10,5 juta penerima.

Kemudian ada pogram diskon angkutan lebaran kereta api, kapal laut dan tiket pesawat. Plus diskon jalan tol selama arus mudik lebaran untuk meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Biar perputaran ekonomi makin kencang, pemerintah juga menggeber belanja di kuartal I 2026 ini. Selama periode tersebut, pemerintah menargetkan realisasi belanja negara Rp 809 triliun. Hingga Januari 2026 lalu, realisasi belanja pemerintah pusat sudah mencapai Rp 131,9 triliun, naik 53,3% dari Januari 2025. Sebagai catatan, konsumsi pemerintah menyumbang 9,95% pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 lalu.

Dengan habis-habisan mendorong konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa menembus 5,5%–6% di kuartal I 2026. Maklum, setelah kuartal I 2026, momentum untuk menggenjot ekonomi baru akan datang lagi di kuartal akhir 2026 karena siklus penyerapan anggaran pemerintah biasanya memang banyak cair di periode itu. Plus momentum libur akhir tahun.

Nah, dengan target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang sebesar 5,4%, pemerintah hanya punya peluang mengerek ekonomi tinggi-tinggi di kuartal pertama ini. Sebab, di kuartal II dan kuartal III, tidak ada faktor musiman yang bisa memanaskan ekonomi. Peluang memacu ekonomi baru muncul lagi di kuartal IV mendatang.

Kalau kesempatan itu terlewat, cukup berat mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4% tahun ini, apalagi sampai menembus 6% seperti harapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Rakyat Indonesia Makin Kurang Piknik
| Kamis, 04 Juni 2026 | 16:06 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Rakyat Indonesia Makin Kurang Piknik

Nilai tukar rupiah yang terus melemah menyebabkan biaya piknik warga Indonesia ke luar negeri semakin mahal.

Iming-Iming Insentif Belum Tentu Efektif
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:51 WIB

Iming-Iming Insentif Belum Tentu Efektif

Pemerintah memberikan fasilitas perpajakan yang lebih menarik untuk DHE SDA dibandingkan instrumen investasi reguler

Mega Perintis (ZONE) Merevitalisasi Gerai dan Investasi Mesin
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:27 WIB

Mega Perintis (ZONE) Merevitalisasi Gerai dan Investasi Mesin

ZONE menyiapkan capex sebesar Rp 21 miliar pada tahun 2026untuk ekspansi jaringan ritel, revitalisasi gerai, dan peningkatan kapasitas manufaktur.

Intra Golflink Resort (GOLF) Siapkan Dana Capex Rp 300 Miliar
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:18 WIB

Intra Golflink Resort (GOLF) Siapkan Dana Capex Rp 300 Miliar

Target capex tahun ini meningkat dibandingkan realisasi belanja modal sepanjang 2025 yang mencapai Rp 202,5 miliar.

Merdeka Gold Resources (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO Rp 4,54 Triliun
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO Rp 4,54 Triliun

Dana hasil IPO itu digunakan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)untuk mendukung pengembangan tambang emas Pani di Gorontalo. 

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Bayar Obligasi Jatuh Tempo dan Rilis Obligasi Baru
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:59 WIB

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Bayar Obligasi Jatuh Tempo dan Rilis Obligasi Baru

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyiapkan jumbo dana untuk melunasi kewajiban obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo. 

Berencana Akuisisi Anak PTRO, SINI Gelar Rights Issue Jumbo
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:53 WIB

Berencana Akuisisi Anak PTRO, SINI Gelar Rights Issue Jumbo

Jumlah dana yang akan diterima PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dari rights issue sebanyaknya Rp 3,6 triliun.

Meneropong Prospek Saham dan Kinerja NAYZ Usai Banting Setir Ke Bisnis Teknologi
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:44 WIB

Meneropong Prospek Saham dan Kinerja NAYZ Usai Banting Setir Ke Bisnis Teknologi

Transformasi bisnis akan diikuti divestasi sejumlah aset untuk produksi makanan bayi, termasuk yang diperoleh dari hasil IPO.

Harga Minyak Loyo, Emiten Migas Layu
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:36 WIB

Harga Minyak Loyo, Emiten Migas Layu

Normalisasi harga minyak dunia berpotensi mempengaruhi kelangsungan usaha emiten-emiten produsen minyak dan gas (migas). 

IHSG dan Rupiah Menukik, Pasar Keuangan Domestik Semakin Tak Menarik
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:31 WIB

IHSG dan Rupiah Menukik, Pasar Keuangan Domestik Semakin Tak Menarik

Risiko berinvestasi di Indonesia semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah semakin terkapar.

INDEKS BERITA

Terpopuler