Pembiayaan Mobil Hanya Naik Tipis

Senin, 18 Februari 2019 | 09:51 WIB
Pembiayaan Mobil Hanya Naik Tipis
[]
Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance pada tahun ini harus berusaha lebih keras untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan, terutama mobil. Hal ini mengacu pada data penjualan industri mobil terbaru dari PT Astra International Tbk.

Data tersebut memperlihatkan, di Januari 2019 total penjualan mobil baik dari merek Astra maupun non-Astra menurun. Penurunan terbesar terjadi pada pabrikan mobil non-Astra.

Pada Januari 2019, penjualan mobil secara total industri sebesar 81.200 unit, menurun 15,4% secara tahunan atau year on year (yoy). Pabrikan Astra turun 7,7% pada Januari 2019, sedangkan non Astra turun 22,3% yoy.

Jika dibandingkan data Januari 2019 dan Desember 2018 atau month on month (mom) penjualan mobil secara industri juga turun 7,55% mom. Pabrikan Astra dan non Astra turun masing-masing 7,16% dan 7,9%.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, dengan penurunan penjualan mobil di awal tahun 2019 ini pasti berpengaruh ke pembiayaan. "Tapi karena masih data Januari 2019 maka kami belum bisa memproyeksi," kata Suwandi kepada KONTAN, Jumat (15/2).

Pembiayaan mobil di industri multifinance ada dua jenis yaitu baru dan bekas. Sehingga untuk menutupi penurunan penjualan mobil ini, perusahaan pembiayaan bisa meningkatkan penjualan mobil bekas. Saat ini menurut asosiasi, pembiayaan mobil dan motor menyumbangkan antara 63% sampai 65% dibandingkan dengan total pembiayaan.

Kepala Pengawasan IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W Budiawan mengatakan, mengenai penurunan penjualan mobil di awal 2019, seharusnya multifinance sudah mempersiapkan diri. "Baru berjalan satu bulan, bisa saja turun adalah mobil harga bawah, sedangkan mobil harga menengah dan atas naik," kata Bambang kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Beberapa multifinance pada tahun ini hanya menargetkan pembiayaan mobil mengalami kenaikan satu digit. Bahkan ada multifinance besar yang hanya menargetkan pembiayaan mobil pada 2019 ini relatif flat.

Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo memproyeksikan, pembiayaan mobil pada tahun 2019 ini sebesar 5%. "Strategi kami untuk pembiayaan mobil adalah terus memperbesar bisnis mobil komersial dan multiguna," kata Harjanto, Jumat (15/2).

Saat ini pembiayaan mobil di MTF menyumbang 90% dari total pembiayaan. Sedangkan mobil baru menyumbang 80% dari total pembiayaan. Arya Suprihadi, Direktur Utama MTF mengatakan penurunan penjualan mobil kemungkinan dipengaruhi oleh ketersediaan unit. "Masih bisa pulih di bulan berikutnya," kata Arya.

Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim mengatakan, pembiayaan mobil Januari 2019 sesuai harapan. "Pembiayaan 2019 diproyeksi sama dengan 2018, Rp 32,5 triliun," kata Roni. Sudjono Direktur BFI Finace mencatat pembiayaan mobil hanya menyumbang 3%.

Bagikan

Berita Terbaru

SMDR Buka Rute KIX, Investor Perlu Mencermati Dampaknya ke Laba dan Margin
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:55 WIB

SMDR Buka Rute KIX, Investor Perlu Mencermati Dampaknya ke Laba dan Margin

Peluncuran KIX belum akan memberikan perubahan signifikan terhadap kinerja fundamental SMDR dalam jangka pendek.

MSCI Putuskan Indonesia Tetap di Emerging Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:51 WIB

MSCI Putuskan Indonesia Tetap di Emerging Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) keluar dari indeks MSCI. Sementara saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)  turun kelas. 

Pendapatan Melesat, Rugi EXCL Menyusut
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Pendapatan Melesat, Rugi EXCL Menyusut

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan kerugian bersih sebesar Rp 994,15 miliar sepanjang semester I-2026.\

Strategi MI Meracik Reksadana Saham di Semester II 2026
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Strategi MI Meracik Reksadana Saham di Semester II 2026

Manajer investasi  (MI) berupaya mengoptimalkan kinerja reksadana saham di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Rupiah Menanti Rilis Data AS pada Kamis (13/8)
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Rupiah Menanti Rilis Data AS pada Kamis (13/8)

Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,09% secara harian terhadap dolar Amerika Serikat ke Rp 17.877 per dolar AS.

NPL UMKM Naik, Bank Masih Rajin Bersihkan Kredit Bermasalah
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:47 WIB

NPL UMKM Naik, Bank Masih Rajin Bersihkan Kredit Bermasalah

Kenaikan NPL UMKM masih merupakan dampak dari pandemi Covid-19.                                          

Kualitas Pembiayaan Syariah Mulai Tertekan
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Kualitas Pembiayaan Syariah Mulai Tertekan

NPF naik 2,27%, bank syariah perketat manajemen risiko pembiayaan di tahun ini.                           

Mengobati Jeri IPO BUMN
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:18 WIB

Mengobati Jeri IPO BUMN

Investor ritel juga harus menghadapi potensi persaingan tak sehat dalam memperebutkan saham perdana.

Harga Batubara Acuan Membara, ITMG Cetak Pertumbuhan Laba
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:03 WIB

Harga Batubara Acuan Membara, ITMG Cetak Pertumbuhan Laba

Pertumbuhan laba menunjukkan ekspansi margin PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Pemicunya, lonjakan harga batubara acuan di semester I-2026.​

Kinerja AKR Corpindo Terangkat BBM dan Lahan Industri
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Kinerja AKR Corpindo Terangkat BBM dan Lahan Industri

Kenaikan utilitas dari para tenant besar bisa menjadi pendorong margin PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) ke depan 

INDEKS BERITA

Terpopuler