Pemerintah Beri Jaminan bagi Proyek Energi Hijau

Kamis, 30 Januari 2025 | 07:00 WIB
Pemerintah Beri Jaminan bagi Proyek Energi Hijau
[ILUSTRASI. Foto udara bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]
Reporter: Siti Masitoh | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar baik bagi PT PLN dan badan usaha lain yang berinvestasi di proyek energi terbarukan. Pemerintah telah menetapkan skema penjaminan untuk proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan (EBT) via Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 5 Tahun 2025.

Dengan adanya penjaminan ini, PLN dan pengembang pembangkit listrik (PPL) yang berkutat di energi hijau tak perlu khawatir menghadapi risiko keuangan yang dapat menghambat proyek.

Baca Juga: PLN Bakal Melibatkan Swasta Bangun Pembangkit Listrik Hijau

Adapun penjaminan pemerintah ini meliputi penjaminan atas risiko gagal bayar PLN terhadap pengembangan pembangkit listrik berdasarkan pengadaan jasa barang lainnya (PJBL) yang memanfaatkan energi terbarukan.

Pemeritah juga memberikan penjaminan risiko gagal bayar bagi badan usaha milik negara (BUMN) terhadap pemberi pembiayaan atau pemegang obligasi/sukuk untuk pengembangan pembangkit listrik serta jaringan transmisi dari energi hijau.

Bukan hanya itu, penjaminan pemerintah juga meliputi manajer platform terhadap pemberi dana transisi energi atau pemegang obligasi/sukuk dalam rangka pendanaan transisi energi hijau.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Peluang Indonesia Keluar dari Jebakan Middle Income Trap Masih Jauh
| Sabtu, 12 September 2026 | 07:44 WIB

Peluang Indonesia Keluar dari Jebakan Middle Income Trap Masih Jauh

Dari kajian ADBI, probabilitas Indonesia keluar dari middle income trap di bawah ambang batas​      

Harga Minyak Panas, Fiskal Cemas
| Sabtu, 12 September 2026 | 07:34 WIB

Harga Minyak Panas, Fiskal Cemas

Harga minyak Brent sempat hampir menyentuh level US$ 110 per barel pada Jumat (11/9)                

Kinerja Apik PT Timah (TINS) Incar Target Baru
| Sabtu, 12 September 2026 | 07:23 WIB

Kinerja Apik PT Timah (TINS) Incar Target Baru

Per Juni 2026, pendapatan TINS sudah mencapai Rp 10,4 triliun, tumbuh 147% secara tahunan. Laba bersih bahkan melesat 805% menjadi Rp 2,7 triliun.

Mengisi Ulang Energi dengan Jalan-Jalan dan Menunggang Kuda Besi
| Sabtu, 12 September 2026 | 06:56 WIB

Mengisi Ulang Energi dengan Jalan-Jalan dan Menunggang Kuda Besi

Tomi mengaku gemar melakukan perjalanan sendiri. Baginya, motor bukan sekadar alat transportasi, melainkan ruang untuk menemukan inspirasi.​

Rupiah Pekan Ini Masih Mendapat Bantalan dari Domestik
| Sabtu, 12 September 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Pekan Ini Masih Mendapat Bantalan dari Domestik

Sepekan ini pergerakan rupiah tertekan oleh penilaian ulang pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve 

Upaya Nusa Konstruksi Enjiniring Genjot Bisnis Lewat Diversifikasi Proyek
| Sabtu, 12 September 2026 | 06:30 WIB

Upaya Nusa Konstruksi Enjiniring Genjot Bisnis Lewat Diversifikasi Proyek

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mengerjakan konstruksi sektor pertambangan, energi hingga pusat data 

AI di Indonesia
| Sabtu, 12 September 2026 | 06:00 WIB

AI di Indonesia

Setelah ketinggalan sekian lama, akhirnya di Indonesia mulai masuk investasi berkaitan dengan AI dalam bentuk pembuatan pusat data.

Pasar Asuransi Jiwa Kumpulan Masih Menawan
| Sabtu, 12 September 2026 | 04:55 WIB

Pasar Asuransi Jiwa Kumpulan Masih Menawan

AAJI mencatat pendapatan premi dari segmen kumpulan tumbuh 11% secara year on year menjadi Rp 19,63 triliun hingga semester I-2026.

Membuat Aset Wakaf Bekerja untuk UMKM
| Sabtu, 12 September 2026 | 04:45 WIB

Membuat Aset Wakaf Bekerja untuk UMKM

Dalam Rakernas Juli 2026, BWI melaporkan penghimpunan wakaf nasional telah mencapai Rp 30 triliun, melampaui target RPJMN sebesar Rp 9,9 triliun.

Penurunan Daya Beli Masih Hantui Emiten Rokok, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Jumat, 11 September 2026 | 09:25 WIB

Penurunan Daya Beli Masih Hantui Emiten Rokok, Cek Rekomendasi Sahamnya

Lonjakan volume produksi rokok di semester I-2026 belum sepenuhnya mencerminkan kondisi permintaan riil di pasar.

INDEKS BERITA

Terpopuler