Pemerintah Memperlebar Defisit Anggaran 2026, Ekonom Ingatkan Risikonya
JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat mengerek defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sebesar Rp 689,1 triliun, setara 2,68% produk domestik bruto (PDB). Angka ini melebar dari usulan awal yang sebesar Rp 638,8 triliun, setara 2,48% dari PDB.
Peningkatan defisit tersebut sejalan dengan kesepakatan pemerintah dan Banggar DPR mengerek target belanja negara sebesar Rp 56,2 triliun menjadi Rp 3.842,7 triliun di RAPBN 2026. Perinciannya, pertama, belanja pemerintah pusat naik Rp 13,2 triliun jadi Rp 3.149,7 triliun. Kedua, transfer ke daerah (TKD) naik Rp 43 triliun menjadi Rp 693 triliun
|
Usulan Revisi Postur APBN 2026 |
||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Uraian (Rp triliun) |
|
2026 |
||||||
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 05:00 WIB
Nasib THR: Antara Kebutuhan Lebaran dan Peluang Cuan SR024Pencairan THR bisa jadi modal. Kupon SR024 menjanjikan untung bersih hingga 5,31% setelah pajak, lebih menarik dari deposito.
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:30 WIB
Belajar dari PekalonganPilih kepala daerah berkualitas, berintegritas dan memiliki visi untuk memajukan wilayah bukan untuk pribadi dan keluarga.
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:15 WIB
Investor Reksadana Saham Untung Besar? Ini Proyeksi Imbal Hasil 2026Reksadana saham mencetak return 2% MoM, tertinggi di Februari 2026. Simak proyeksi imbal hasil hingga 15% tahun ini dan strategi pilih yang tepat.
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:15 WIB
Daya Saing Asuransi IndonesiaSistem yang mampu menjamin keadilan lintas batas, termasuk juga berlaku untuk industri asuransi, adalah fondasi dari kepercayaan.
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:00 WIB
Alkindo Naratama Beberkan Strategi Bidik Laba Tumbuh 50% di 2026ALDO menargetkan laba bersih melesat 50% pada 2026! Cari tahu bagaimana ekspansi ke kemasan konsumen dan pasar AS jadi pendorong utama.
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 03:00 WIB
Primaya Hospital (PRAY) Melanjutkan Ekspansi Rumah Sakit BaruSetelah meresmikan RS Primaya Kelapa Gading pada Januari 2026, Primaya akan melanjutkan ekspansi dengan membangun cabang di BSD
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 02:45 WIB
Cadangan Devisa Jangka Pendek Masih Akan TertekanPosisi cadangan devisa per akhir Februari 2026 sebesar US$ 151,9 miliar
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 02:45 WIB
Dapen Hindari Aset Saham Saat PerangPengelola dana pensiun cenderung menghindari instrumen saham pada ketika perang Iran berkecamuk saat ini.
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 02:20 WIB
Dalam Skenario Terburuk, Defisit Bisa Lampaui 3% PDBMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan menyiapkan langkah mitigasi agar defisit tak melebar
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 02:20 WIB
Harga Minyak Dorong Bisnis Elnusa (ELSA)Kenaikan harga minyak berpotensi membuat sejumlah lapangan migas yang sebelumnya kurang ekonomis menjadi lebih layak untuk dikembangkan. Terpopuler | ||||||||
