Pemerintah Memperlebar Defisit Anggaran 2026, Ekonom Ingatkan Risikonya
JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat mengerek defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sebesar Rp 689,1 triliun, setara 2,68% produk domestik bruto (PDB). Angka ini melebar dari usulan awal yang sebesar Rp 638,8 triliun, setara 2,48% dari PDB.
Peningkatan defisit tersebut sejalan dengan kesepakatan pemerintah dan Banggar DPR mengerek target belanja negara sebesar Rp 56,2 triliun menjadi Rp 3.842,7 triliun di RAPBN 2026. Perinciannya, pertama, belanja pemerintah pusat naik Rp 13,2 triliun jadi Rp 3.149,7 triliun. Kedua, transfer ke daerah (TKD) naik Rp 43 triliun menjadi Rp 693 triliun
|
Usulan Revisi Postur APBN 2026 |
||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Uraian (Rp triliun) |
|
2026 |
||||||
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB
Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada RencanaPT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lebih dulu menggelar dual listing di Papan Utama HKEX dan melantai pada 26 Juni 2026.
| Senin, 13 Juli 2026 | 10:30 WIB
Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen EtanolKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada tahun depan program mandatori bioetanol E20 akan berlaku.
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:30 WIB
Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin BerseriSalah satu katalis positif bagi MDKA berasal dari akan beroperasinya smelter HPAL milik PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC).
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:18 WIB
Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa PulihBiaya energi turun, profitabilitas emiten tambang diprediksi membaik di paruh kedua 2026. AMMN dan INCO paling sensitif terhadap perubahan ini.
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:45 WIB
Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang AsiaRupiah melemah 0,58% pekan lalu, mencapai Rp 18.065 per dolar AS. Ketegangan geopolitik dan suku bunga AS jadi pemicu. Simak proyeksi selengkapnya
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:24 WIB
Sudah Saatnya KPI Direksi BEI DiperluasTarget ambisius BEI Rp 30.000 triliun terancam. Peningkatan kualitas IPO dan daya tarik emiten asing jadi kunci agar dana global masuk.
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:14 WIB
Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026Kenaikan volume penjualan emas sekitar 50% dibandingkan kuartal sebelumnya akan mampu mengimbangi pelemahan harga jual rata-rata.
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:08 WIB
Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari IniInvestor belum memiliki keyakinan kuat untuk meningkatkan eksposur risiko. Di sisi lain, investor asing terus mencetak net sell.
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:47 WIB
Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi PenentuArah pergerakan emas tetap sangat bergantung pada hasil berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:43 WIB
Persib Bandung Mau IPO, Sepakbola Domestik Sudah Jadi Industri?Rencana PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia belakangan ini menyedot perhatian publik. Terpopuler | ||||||||
