Pemerintah Memperlebar Defisit Anggaran 2026, Ekonom Ingatkan Risikonya
JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat mengerek defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sebesar Rp 689,1 triliun, setara 2,68% produk domestik bruto (PDB). Angka ini melebar dari usulan awal yang sebesar Rp 638,8 triliun, setara 2,48% dari PDB.
Peningkatan defisit tersebut sejalan dengan kesepakatan pemerintah dan Banggar DPR mengerek target belanja negara sebesar Rp 56,2 triliun menjadi Rp 3.842,7 triliun di RAPBN 2026. Perinciannya, pertama, belanja pemerintah pusat naik Rp 13,2 triliun jadi Rp 3.149,7 triliun. Kedua, transfer ke daerah (TKD) naik Rp 43 triliun menjadi Rp 693 triliun
|
Usulan Revisi Postur APBN 2026 |
||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Uraian (Rp triliun) |
|
2026 |
||||||
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Kamis, 08 Januari 2026 | 19:59 WIB
UNVR Fokus Bisnis Inti, Aset Hasil Akuisisi Lama Satu per Satu DilepasUnilever global mendorong anak usahanya, termasuk di Indonesia, untuk lebih fokus pada core business dengan profitabilitas yang lebih stabil.
| Kamis, 08 Januari 2026 | 18:02 WIB
Rating Overweight Warnai Sektor Konsumer, Apa Artinya Untuk MYOR, INDF, Hingga UNVR?BRI Danareksa meyakini bahwa penyesuaian ke atas terhadap upah minimum akan memberikan dukungan tambahan terhadap daya beli rumah tangga.
| Kamis, 08 Januari 2026 | 13:32 WIB
Relaksasi Fiskal untuk Daerah Terdampak BanjirBeleid baru memberi fleksibilitas TKD dan restrukturisasi pinjaman PEN daerah
| Kamis, 08 Januari 2026 | 09:30 WIB
Modal Belum Cukup Rp 250 Miliar, Saham VINS, AHAP, dan YOII Malah Berlari KencangUntuk mengejar target permodalan, emiten asuransi bisa menggelar private placement atau rights issue.
| Kamis, 08 Januari 2026 | 08:44 WIB
Menakar Arah Saham EMTK di Tengah Aksi Beli Saham SUPA dan Wacana IPO VidioPenguatan narasi ekosistem digital dan potensi monetisasi aset dinilai menjaga minat investor terhadap pergerakan saham EMTK.
| Kamis, 08 Januari 2026 | 08:10 WIB
Harga Nikel Melesat Sinyal Positif Bagi Saham Lapis Kedua, Beli DKFT, NICL atau NICE?Harga nikel global terbang 24,33 persen sebulan terakhir. Simak analisis valuasi DKFT, NICL, dan NICE serta rekomendasi analis di sini.
| Kamis, 08 Januari 2026 | 07:15 WIB
AirAsia Indonesia (CMPP) Bersiap Buka Rute Baru ke VietnamPembukaan rute Bali–Da Nang menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jaringan internasional yang berfokus pada destinasi leisure.
| Kamis, 08 Januari 2026 | 07:03 WIB
Terulang Lagi, IHSG Cetak Rekor, Rupiah Nyungsep, Berikut Rekomendasi Saham Hari IniMeski IHSG menguat, rupiah berlanjut terdepresiasi pada level Rp16,780 per dolar Amerika Serikat (AS).
| Kamis, 08 Januari 2026 | 07:00 WIB
Insentif Properti Mendorong Sektor ManufakturKebijakan memperpanjang insentif properti menjadi upaya mendorong daya beli masyarakat, serta memperkuat sektor ekonomi yang memiliki keterkaitan
| Kamis, 08 Januari 2026 | 06:45 WIB
Subsidi Biodiesel 2026 Diproyeksikan TetapKesamaan nilai insentif tersebut seiring dengan alokasi volume biodiesel 2026 yang ditetapkan sebesar 15,65 juta kiloliter (kl). Terpopuler | ||||||||
