Pemerintah Memperlebar Defisit Anggaran 2026, Ekonom Ingatkan Risikonya
JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat mengerek defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sebesar Rp 689,1 triliun, setara 2,68% produk domestik bruto (PDB). Angka ini melebar dari usulan awal yang sebesar Rp 638,8 triliun, setara 2,48% dari PDB.
Peningkatan defisit tersebut sejalan dengan kesepakatan pemerintah dan Banggar DPR mengerek target belanja negara sebesar Rp 56,2 triliun menjadi Rp 3.842,7 triliun di RAPBN 2026. Perinciannya, pertama, belanja pemerintah pusat naik Rp 13,2 triliun jadi Rp 3.149,7 triliun. Kedua, transfer ke daerah (TKD) naik Rp 43 triliun menjadi Rp 693 triliun
|
Usulan Revisi Postur APBN 2026 |
||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Uraian (Rp triliun) |
|
2026 |
||||||
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Selasa, 23 Juni 2026 | 08:36 WIB
Potensi Tambahan Transfer ke Daerah 2027Dalam KEM PPKF 2027, pemerintah mengusulkan anggaran transfer ke daerah sekitar Rp 710 triliun hingga Rp 810 triliun
| Selasa, 23 Juni 2026 | 08:24 WIB
Surat Utang Danantara Bak Tax Amnesty BaruKlausul imunitas hukum dan perlindungan data investor menyerupai pengampunan pajak
| Selasa, 23 Juni 2026 | 08:13 WIB
Stimulus Ekonomi Tak Menjawab Persoalan Daya BeliDalam konferensi pers, Senin (22/6), pemerintah mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai sekitar Rp 26,34 triliun
| Selasa, 23 Juni 2026 | 07:50 WIB
Menakar Emiten yang Terpapar Pemangkasan Anggaran MBGBadan Gizi Nasional (BGN) berencana menyesuaikan anggaran program MBG dari pagu awal Rp 268 triliun menjadi Rp 228,3 triliun.
| Selasa, 23 Juni 2026 | 07:41 WIB
Menelisik Peluang Cuan dari Saham Calon Emiten di BEIAda tiga calon emiten baru di BEI yang mulai menggelar masa penawaran awal alias bookbuilding untuk IPO.
| Selasa, 23 Juni 2026 | 07:18 WIB
Pemerintah Berencana Merevisi Harga DMO, Asa Emiten Batubara MenyalaPemerintah berencana merevisi harga patokan domestic market obligation (DMO) batubara di dalam negeri.
| Selasa, 23 Juni 2026 | 07:10 WIB
Jhonlin Agro (JARR), Emiten Sawit Haji Isam Bagi Dividen Tunai Rp 60 MiliarNilai dividen final yang akan dibagikan JARR jumlah mengalami kenaikan dibandingkan dividen tunai JARR buku tahun 2024 sebesar Rp 51,14 miliar.
| Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB
Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Bersiap Melunasi Obligasi dan Sukuk WakalahPT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengumumkan rencananya untuk melunasi obligasi dan sukuk wakalah yang diterbitkan pada 2025.
| Selasa, 23 Juni 2026 | 06:41 WIB
Ramai-Ramai Menagih Kompensasi PemadamanKendala teknis dan krisis pasokan batubara memicu pemadaman listrik dan tuntutan kompensasi kepada PLN
| Selasa, 23 Juni 2026 | 06:30 WIB
Rupiah Loyo Terus, Geopolitik Timur Tengah Jadi Salah Satu Penentu UtamaNilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/6) di tengah p[elemahan mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS Terpopuler | ||||||||
