Pemerintah Memperlebar Defisit Anggaran 2026, Ekonom Ingatkan Risikonya
JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat mengerek defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sebesar Rp 689,1 triliun, setara 2,68% produk domestik bruto (PDB). Angka ini melebar dari usulan awal yang sebesar Rp 638,8 triliun, setara 2,48% dari PDB.
Peningkatan defisit tersebut sejalan dengan kesepakatan pemerintah dan Banggar DPR mengerek target belanja negara sebesar Rp 56,2 triliun menjadi Rp 3.842,7 triliun di RAPBN 2026. Perinciannya, pertama, belanja pemerintah pusat naik Rp 13,2 triliun jadi Rp 3.149,7 triliun. Kedua, transfer ke daerah (TKD) naik Rp 43 triliun menjadi Rp 693 triliun
|
Usulan Revisi Postur APBN 2026 |
||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Uraian (Rp triliun) |
|
2026 |
||||||
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:57 WIB
Harga Energi Berfluktuasi, RAJA Tetap Mengantongi Laba TinggiLaba bersih PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tumbuh 100,44% yoy menjadi US$ 22,75 juta pada akhir semester pertama lalu.
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:13 WIB
Gubernur BI di Zaman yang Tak PastiUkuran keberhasilan gubernur BI bukan popularitas atau ketenangan pasar selama satu-dua hari, melainkan kepercayaan.
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:55 WIB
Transparansi ETF EmasIngat, tanpa transparansi emas fisik dan jaminan likuiditas, maka ETF emas berisiko merugikan investor.
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:01 WIB
Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai BursaDari 13 BUMN dan anak usaha BUMN non-bank yang IPO sejak 2010, hanya PGEO yang sahamnya mampu bertahan di atas harga perdana.
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:16 WIB
Penjualan Ritel Juga Diperkirakan MenurunIndeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diperkirakan berada di level 224,4, turun 0,7% per bulan
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:11 WIB
Penerimaan Pajak Baru Setengah TargetRealisasi penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 baru mencapai 51% dari target
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:07 WIB
Kasus Korupsi Ekspor CPO 15 Perusahaan Sawit Masuk Pengadilan, Kerugian Rp 7,3 TSkandal ini menjadi sorotan tajam setelah hasil audit BPKP mengungkap angka fantastis kerugian negara yang mencapai Rp 7,3 triliun.
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:38 WIB
Usai Dapat Kontrak Rp 22 Triliun Saham DEWA Melandai, Investor Tunggu PembuktianEfek kontrak Sebuku Sejaka Coal (SSC) ke EBITDA PT Darma Henwa Tbk (DEWA) diproyeksikan sekitar 4% pada 2026.
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:10 WIB
Saham Duo Garuda GIAA dan GMFI Kompak Terbang, Masih Aman Buat Dikejar?Kenaikan harga saham Grup Garuda, yakni GIAA dan GMFI dibumbui cerita soal aksi korporasi dan dukungan pemerintah.
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:44 WIB
Antara MSCI dan Indeks Kepercayaan Konsumen, Simak Rekomendasi Saham Hari IniInvestor juga cenderung wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus. Ini katalis penting bagi arah IHSG dan aliran dana asing. Terpopuler | ||||||||
