Peminat Koin Kripto DeFi Surut Ke Level Terendah

Sabtu, 26 Juni 2021 | 10:49 WIB
Peminat Koin Kripto DeFi  Surut Ke Level Terendah
[ILUSTRASI. Mata uang kripto.]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan di pasar duit kripto masih berlanjut. Penurunan juga dialami oleh aset kripto Decentralized Finance (DeFi). Mengutip Bloomberg, data dari 1confirmation, sebuah modal ventura yang mendorong desentralisasi web, menunjukkan adanya penurunan tajam jumlah pembukaan akun pengguna DeFi. 

Bahkan jumlah pembukaan akun baru turun ke level terendah. Data dari 1confirmation menunjukkan, dalam empat hari terakhir, jumlah akun baru yang dibuka dalam sehari cuma beberapa ribu, turun dari sekitar 40.000 di pertengahan Mei 2021.

Kondisi ini bisa mempengaruhi prospek aset kripto DeFi ke depan. Pasalnya, aset kripto DeFi merupakan aset yang bergantung pada fungsi kegunaannya. Apabila penggunanya merosot, maka aset DeFi tersebut bakal menjadi tidak menarik lagi.

CEO Triv.co.id, Gabriel Rey mengamini kondisi tersebut. Ketika pasar sedang dalam tren bearish seperti saat ini, tak hanya aset kripto DeFi, tapi seluruh ekosistem kripto akan tertekan.

CEO Digitalexchange.id Duwi Sudarto Putra menilai tren penurunan masih bisa berlanjut. “Terlebih setelah bitcoin menyentuh all time high April lalu, banyak investor yang melakukan ambil untung," kata dia, kemarin.

Gabriel menambahkan, memang ada investor yang mengambil momentum ini untuk melakukan aksi beli. Tapi, transaksi yang dilakukan para spekulator masih minim, sehingga aksi beli tersebut tidak membantu membangkitkan harga koin DeFi.

Tapi, dalam jangka panjang, Gabriel optimistis koin-koin DeFi masih punya prospek menarik. “DeFi ini memiliki use case yang nyata dari segi demand, bukan sekadar asal-asalan. Jadi selama kripto ada tentunya permintaan akan DeFi tetap ada ke depan,” terang Gabriel.

Duwi juga masih optimistis harga koin DeFi bisa kembali menguat. "Seiring berjalannya waktu dan melihat kegunaan DeFi  yang terus berkembang, harga pasti akan mengalami peningkatan kembali,” papar dia.

Gabriel menilai koin Uniswap dan 1inch termasuk DeFi yang menarik. “Permintaan terhadap Uniswap dan 1inch tinggi karena melalui keduanya, pengguna bisa mendapatkan bunga di DeFi yang tinggi,” kata dia.

Sementara Duwi menilai, selain Uniswap, Chainlink juga menarik dicermati. Sebagai gambaran, sejak awal tahun harga Uniswap naik 212%. Harga Chainlink naik 57,76% di periode yang sama.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Performa Kompas100 Paling Moncer & Masih Punya Tenaga, LQ45 dan IDX30 Tertinggal Jauh
| Senin, 19 Januari 2026 | 12:57 WIB

Performa Kompas100 Paling Moncer & Masih Punya Tenaga, LQ45 dan IDX30 Tertinggal Jauh

Hingga pertengahan Januari 2026, pergerakan saham-saham unggulan di Indeks Kompas100 masih menunjukkan sinyal positif.

Guncangan Trump Jilid II: Antara Perang Dagang, Operasi Militer, dan Nasib Ekonomi RI
| Senin, 19 Januari 2026 | 09:43 WIB

Guncangan Trump Jilid II: Antara Perang Dagang, Operasi Militer, dan Nasib Ekonomi RI

Produsen lokal RI semakin tergencet oleh banjir barang murah dari Tiongkok, mulai dari tekstil (TPT), besi baja, hingga kendaraan listrik (EV).

Harga Perak Menggila! Sempat Anjlok Lalu Melawan ke US$ 93,92, Bakal Kemana Lagi?
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:45 WIB

Harga Perak Menggila! Sempat Anjlok Lalu Melawan ke US$ 93,92, Bakal Kemana Lagi?

Harga perak diprediksi bakal mencari level keseimbangan baru yang lebih tinggi akibat keterbatasan pasokan.

Danantara Tumpuan Realisasi Investasi
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:38 WIB

Danantara Tumpuan Realisasi Investasi

Ivestasi masih akan sangat ditentukan oleh faktor kepastian kebijakan dan eksekusi proyek di lapangan.

Pengangguran Jadi Risiko Utama Perekonomian RI
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:30 WIB

Pengangguran Jadi Risiko Utama Perekonomian RI

Bonus demografi belum diimbangi penciptaan lapangan kerja berkualitas mengancam ekonomi             

Normalisasi Diskon Dimulai, Sektor Otomotif Masuk Fase Penyesuaian di 2026
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:28 WIB

Normalisasi Diskon Dimulai, Sektor Otomotif Masuk Fase Penyesuaian di 2026

Diskon besar-besaran membuat penjualan mobil roda empat (4W) secara wholesale pada Desember 2025 melesat 27% secara bulanan.

IHSG Rekor, Rupiah Makin Loyo Dekati Rp 17.000, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:19 WIB

IHSG Rekor, Rupiah Makin Loyo Dekati Rp 17.000, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada Kamis (15/1), kurs rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) melemah semakin mendekati Rp 17.000, tepatnya ke Rp 16.880. 

Ekonomi RI Merana Saat Macan Asia Menyala
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:01 WIB

Ekonomi RI Merana Saat Macan Asia Menyala

Malaysia, Singapura, dan Vietnam mencetak pertumbuhan ekonomi solid di 2025. Temukan pendorong utama yang membuat mereka jadi magnet investasi.

BWPT Masuki Fase Turnaround Neraca, Deleveraging Jadi Katalis Revaluasi
| Senin, 19 Januari 2026 | 07:54 WIB

BWPT Masuki Fase Turnaround Neraca, Deleveraging Jadi Katalis Revaluasi

Rencana ekspansi kapasitas pabrik secara bertahap hingga 2028 diproyeksikan bakal menopang pertumbuhan volume produksi dan laba secara organik.

Harga Saham SOLA Terjungkal Usai ARA, Waktunya Serok atau Kabur?
| Senin, 19 Januari 2026 | 07:38 WIB

Harga Saham SOLA Terjungkal Usai ARA, Waktunya Serok atau Kabur?

Hingga kuartal III-2025 SOLA berhasil mencetak pertumbuhan double digit pada sisi top line maupun bottom line.

INDEKS BERITA

Terpopuler