Pemulihan Belum Merata di Seluruh Sektor, Pertumbuhan Ekonomi Melambat di 2022

Rabu, 24 November 2021 | 16:30 WIB
Pemulihan Belum Merata di Seluruh Sektor, Pertumbuhan Ekonomi Melambat di 2022
[ILUSTRASI. Situasi Merlion Park yang sepi akibat pandemi, Singapura, 31 Agustus 2021. REUTERS/Edgar Su]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pertumbuhan ekonomi Singapura tahun ini diproyeksikan menyentuh kisaran atas dari proyeksi pemerintah, yaitu 7% pada 2021. Namun pemulihan yang tidak merata di seluruh sektor akan menurunkan pertumbuhan di tahun depan. 

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura (MTI) memproyeksikan ekonomi tahun depan tumbuh di rentang 3% hingga 5%. “Pemulihan berbagai sektor ekonomi diperkirakan akan tetap tidak merata pada 2022,” tutur Gabriel Lim, permanent secretary di MTI.

Dia mengharapkan sektor yang berorientasi ke luar seperti manufaktur dan perdagangan grosir tetap kuat sepanjang tahun 2022. Di periode yang sama, aktivitas di sektor yang terhubung dengan penerbangan dan pariwisata akan tetap di bawah tingkat sebelum Covid.

Produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh 7,1% dalam basis year-on-year (yoy) pada kuartal ketiga, demikian pernyataan MTI. Angka itu lebih tinggi daripada perkiraan awal pemerintah serta ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters, yaitu 6,5%.

Baca Juga: Tunggu bursa lokal, IDM Coop berencana listring di Singapura

Jika menggunakan basis kuartal ke kuartal yang disesuaikan secara musiman, ekonomi tumbuh 1,3% pada kuartal ketiga.

Setelah memvaksinasi sekitar 85% dari 5,45 juta penduduknya, Singapura mulai melonggarkan kebijakan pembatasan untuk meredam virus corona, pekan ini. Negara kepulauan itu juga sudah membuka jalur perjalanan bebas karantina dengan sejumlah negara.

“Pemulihan pasti telah bergulir. Pembukaan kembali perbatasan dan pelonggaran pembatasan dapat membantu sektor yang berhubungan langsung dengan konsumen,” demikian penilaian ekonom Maybank Kim Eng Lee Ju Ye. “Tapi itu masih akan menjadi langkah normalisasi yang lambat.”

MTI mengatakan gangguan pasokan yang tak kunjung tuntas, disertai kenaikan permintaan yang lebih kuat, serta kenaikan harga komoditas energi, dapat menyebabkan inflasi yang lebih persisten.

Baca Juga: Harga mata uang kripto ini melesat 120%, sejengkal lagi ungguli Shiba Inu

Tekanan inflasi eksternal kemungkinan akan tetap tinggi, sementara pertumbuhan upah diperkirakan akan menguat karena pasar tenaga kerja domestik terus pulih.

Di seluruh dunia, para pembuat kebijakan telah mengalihkan perhatian mereka pada risiko inflasi dari kendala pasokan dan pemulihan ekonomi global.

Bank sentral Singapura memperketat kebijakan moneternya dalam langkah mengejutkan pada pertemuan terakhirnya pada bulan Oktober. Setidaknya lima ekonom memperkirakan Otoritas Moneter Singapura (MAS) akan bertindak lagi pada pertemuan kebijakan berikutnya pada bulan April.

MAS akan hati-hati mengawasi dinamika inflasi dan tetap waspada pada perkembangan harga ketika memutuskan langkah kebijakan berikutnya, diharapkan pada bulan April, Edward Robinson, wakil direktur pelaksana, mengatakan kepada media briefing.

Baca Juga: Konsorsium perusahan Jepang bakal uji coba mata uang digital baru di awal tahun 2022

Singapura mempertahankan perkiraan inflasi utama sekitar 2% tahun ini, dan rata-rata 1,5-2,5% pada 2022.

Data minggu ini menunjukkan pengukur harga utama Singapura naik dengan laju tercepat dalam hampir tiga tahun pada bulan Oktober, terutama didorong oleh inflasi layanan dan makanan yang lebih tinggi, sementara inflasi headline naik pada laju tercepat sejak Maret 2013.

“Jika kita terus melihat inflasi melampaui kuartal pertama tahun depan, dan jika semua gangguan rantai pasokan ini tidak mereda, pertanyaannya adalah seberapa agresif (pengetatan) mungkin,” kata Selena Ling, kepala penelitian dan strategi perbendaharaan di OCBC, menambahkan bahwa dia melihat "probabilitas yang sangat tinggi" untuk pengetatan pada bulan April.

Ekonomi menyusut rekor 5,4% karena pandemi COVID-19 pada tahun 2020.

Bagikan

Berita Terbaru

Pengguna Kripto Naik Tapi Transaksi Anjlok 34%, Pasar Kripto Berubah?
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Pengguna Kripto Naik Tapi Transaksi Anjlok 34%, Pasar Kripto Berubah?

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna kripto mencapai 22,69 juta pada akhir semester I-2026, melejit 43,17% YoY.

Pemerintah Dorong Infrastruktur Ekonomi Digital, Ini Imbasnya untuk DCII dan INET
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Pemerintah Dorong Infrastruktur Ekonomi Digital, Ini Imbasnya untuk DCII dan INET

DCII menjadi salah satu emiten yang paling relevan karena bisnis utamanya memang berada di sektor data center.

Konsumen Beralih ke Kebutuhan Primer, Bagaimana Nasib Saham Sektor Konsumsi?
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Konsumen Beralih ke Kebutuhan Primer, Bagaimana Nasib Saham Sektor Konsumsi?

​Di tengah pergerakan Indeks Penjualan Riil yang fluktuatif, sejumlah emiten konsumen justru mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Asing Kembali Borong Saham BBRI, Valuasi Jadi Pemicu Repricing
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Asing Kembali Borong Saham BBRI, Valuasi Jadi Pemicu Repricing

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mulai kembali menjadi incaran investor asing dalam sepekan.

GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Butuh Katalis Material untuk Lepas Dari Level Gocap
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:35 WIB

GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Butuh Katalis Material untuk Lepas Dari Level Gocap

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard pada rebalancing periode Agustus 2026.

Harga Emas Global Mulai Naik Lagi, Saham PSAB Dapat Katalis Positif
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Harga Emas Global Mulai Naik Lagi, Saham PSAB Dapat Katalis Positif

Kenaikan harga emas global kembali ke level US$ 4.300 per ons troi dinilai menjadi katalis positif bagi PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim

Sejak Desember 2025, pemerintah mulai mengenakan bea keluar atas sejumlah produk emas ekspor        

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI

Pergerakan saham Grup Barito tidak semata-mata technical rebound, melainkan kombinasi dari rebalancing MSCI, aksi korporasi, akumulasi investor.

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya

Pengelompokan desil dinilai kurang tepat untuk menentukan kelas ekonomi masyarakat                  

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan

Ruang fiskal yang kian terbatas membuat pemerintah harus berhati-hati menjaga keseimbangan antara ambisi belanja, target pertumbuhan, dan utang

INDEKS BERITA

Terpopuler