Penawaran SR-011 Laris Manis

Jumat, 22 Maret 2019 | 06:54 WIB
Penawaran SR-011 Laris Manis
[]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan surat utang negara syariah ritel bulan ini tampaknya cukup sukses. Investor tampak memborong sukuk ritel (Sukri) seri SR-011 yang ditawarkan melalu berbagai mitra distribusi.

Dari 22 mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah, beberapa di antaranya berhasil mencetak penjualan fantastis. Ambil contoh Bank Negara Indonesia (BNI). Bank pemerintah ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed SR-011 lebih dari dua kali selama masa penawaran ini.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Neny Asriani menjelaskan, pada awalnya BNI menetapkan kuota penjualan SR-011 sebesar Rp 800 miliar. Seiring animo dari nasabah yang besar, pihaknya menambah kuota menjadi Rp 1,4 triliun.

Kemudian, kuota penjualan kembali bertambah menjadi Rp 1,6 triliun. "Realisasi saat ini sekitar Rp 1,8 triliun," beber Neny kepada KONTAN, Kamis (21/3).

Setali tiga uang, Bank Mandiri juga berhasil melebihi target penjualan awal sebesar Rp 1,75 triliun. Perbankan pelat merah ini berhasil mencatatkan penjualan SR-011 sebanyak Rp 1,87 triliun.

Menurut Senior Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri Elina Wirjakusuma, larisnya penjualan SR-011 tak lepas dari nilai kupon sebesar 8,05% yang dinilai menguntungkan. Selain itu, SR-011 juga memberikan potensi capital gain bagi investor karena bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

Kebetulan, fitur tersebut tidak dimiliki oleh SBN ritel yang lebih dulu dipasarkan di tahun ini, yakni SBR-005 dan ST-003.

Jatuh tempo SR-008

Mitra distribusi lainnya yang berhasil mencapai penjualan SR-011 di atas Rp 1 triliun adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia.

Corporate Secretary BCA Jan Hendra menyebut, penjualan SR-011 di BCA sudah mencapai Rp 1,8 triliun. Berdasarkan catatan KONTAN, angka ini melampaui penjualan SR-010 di BCA yakni senilai Rp 1,1 triliun.

Sementara, Direktur Trimegah Sekuritas Dedi Pramadya menjelaskan, pihaknya meraup dana hingga Rp 1 triliun setelah awalnya hanya menargetkan Rp 600 miliar. Kenaikan permintaan terjadi karena kupon yang ditawarkan lebih menarik dibanding bunga deposito. "Selain itu, jumlah investor meningkat karena ada SR-008 yang jatuh tempo di Maret ini," lanjut Dedi.

Walau pencapaian Bank Rakyat Indonesia (BRI) tak setinggi mitra distribusi lainnya, namun realisasi penjualannya tergolong mentereng. Direktur Konsumer BRI Handayani mengungkapkan, realisasi penjualan SR-011 di BRI mencapai Rp 900 miliar. Angka ini lebih tinggi dari target awal yang ditetapkan bank berkode emiten BBRI tersebut, sebesar Rp 700 miliar.

Kenaikan kuota penjualan juga dialami Bank Tabungan Negara (BTN). Direktur Konsumer BTN Budi Satria menyebut, pada awal masa penawaran BTN hanya memasang target penjualan SR-011 sebesar Rp 500 miliar. Tetapi, permintaan ternyata cukup besar, sehingga BTN menaikkan target kuota. Kini, angka penjualan SR-011 telah mencapai Rp 600 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Tertekan Sentimen Global dan Domestik, Rupiah Sepekan Terus Bergerak Lesu
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22 WIB

Tertekan Sentimen Global dan Domestik, Rupiah Sepekan Terus Bergerak Lesu

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,13% ke Rp 16.819 per dolar AS pada perdagangan, Jumat (9/1).

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh Punya Kiat Membangun Portofolio Aset yang Solid
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:19 WIB

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh Punya Kiat Membangun Portofolio Aset yang Solid

Bagi Ridwan Goh, investasi bukan cuma jalan pintas menuju kekayaan, tapi sebuah sarana untuk mengelola nilai secara disiplin dan terstruktur. 

Blibli (BELI) Memperkuat Strategi Omnichannel dan Infrastruktur Logistik
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:16 WIB

Blibli (BELI) Memperkuat Strategi Omnichannel dan Infrastruktur Logistik

Di tengah persaingan bisnis e-commerce yang ketat, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli terus memperkuat fondasi omnichannel 

Optimisme Akhir Tahun Menurun
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:59 WIB

Optimisme Akhir Tahun Menurun

IKK Desember 2025 berada di level 123,5. Indeks di atas 100 menunjukkan posisi optimistis           

Kabinet Makin Gemuk, Efek Ekonomi Tetap Tipis
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:48 WIB

Kabinet Makin Gemuk, Efek Ekonomi Tetap Tipis

Realisasi belanja K/L tahun 2025 mencapai Rp 1.500,4 triliun, setara 129,3% dari target             

Harga Jam Tangan Mewah Cetak Rekor, Jam Model Dress Watch Paling Diburu Kolektor
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:30 WIB

Harga Jam Tangan Mewah Cetak Rekor, Jam Model Dress Watch Paling Diburu Kolektor

Harga jam tangan mewah di pasar sekunder mencetak rekor tertinggi dalam dua tahun, didorong aksi gen Z memburu dress watch

Beban Fiskal
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:30 WIB

Beban Fiskal

Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) adalah jangkar perekonomian. Kesehatan keuangan negara cerminnya adalah kesehatan fiskal.

Bos Ponsel yang Terus Berdering
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:15 WIB

Bos Ponsel yang Terus Berdering

Menyusuri perjalanan karier Hasan Aula hingga menjabat Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk.

Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Melonjak
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:50 WIB

Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Melonjak

Konsumsi listrik per kapita Indonesia naik dari 1.411 kilowatt hour (kWh) pada 2024 menjadi 1.584 kWh pada 2025.

Optimalisasi Manajemen Risiko Suku Bunga
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:37 WIB

Optimalisasi Manajemen Risiko Suku Bunga

Pengelolaan investasi berbasis kewajiban kini menjadi keharusan bagi industri pensiun dan asuransi yang menghadapi kewajiban jangka panjang.

INDEKS BERITA