Pengelola RS Bunda Sampai Tambang Raisa Mengantre IPO di BEI

Kamis, 17 Juni 2021 | 08:40 WIB
Pengelola RS Bunda Sampai Tambang Raisa Mengantre IPO di BEI
[ILUSTRASI. Fasilitas kesehatna yang dimliki oleh Bunda Medik healthcare System (BMHS)]
Reporter: Nur Qolbi, Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Deretan emiten masih terus mengantre untuk menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada empat emiten sudah mengajukan prospektus awal untuk menyatakan niat menjual saham perdana.

Calon emiten ini adalah: perusahaan nikel PT Pam Mineral, PT Bank Multiarta Sentosa (Bank Mas), serta perusahaan tambang emas PT Archi Indonesia. Yang terbaru, penyedia rumah sakit swasta PT Bundamedik juga memasuki tahap pra-efektif IPO.

Dari target nilai emisinya, Archi menargetkan perolehan dana terbesar dari IPO, yaitu sampai Rp 3,97 triliun. Perusahaan dalam Grup Rajawali ini menargetkan melaksanakan IPO pada 28 Juni mendatang.

Pengumpul target emisi terbesar berikutnya yaitu Bank Mas. Dengan dengan rentang harga penawaran Rp 3.000 - Rp 4.000 per saham, bank milik Wings Group ini menargetkan emisi sampai Rp 744,71 miliar.

Rencananya, masa penawaran awal Bank Mas akan berlangsung pada 7-15 Juni 2021, masa penawaran umum pada 23-25 Juni 2021, serta pencatatan di BEI pada 29 Juni 2021.

Mengutip prospektus, PT Bundamedik menargetkan dapat meraup dana segar Rp 217 miliar dari IPO. Pengelola RS Bunda in bakal melakukan penawaran saham perdana sebanyak-banyaknya 620 juta saham yang setara 7,26% modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dan pelaksanaan konversi obligasi, dengan harga penawaran antara Rp 300-Rp 350 per saham.

Induk usaha PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) ini akan menggunakan Rp 157,72 miliar dari IPO untuk membeli kembali sisa pokok obligasi. Sementara sisanya untuk modal kerja.

Masa penawaran awal rencananya akan berlangsung pada 17-18 Juni 2021 dan 21-22 Juni 2021, masa penawaran umum pada 30 Juni 2021 dan 1-2 Juli 2021, serta pencatatan di BEI 6 Juli 2021.

Sementara PAM Mineral belum membocorkan rentang harga sahamnya. Namun, perusahaan ini berencana merilis 2 miliar sahamnya ke Bursa pada 8 Juli mendatang.

Meski belum kelihatan target dana yang diincar lewat IPO, PAM menyebut, sekitar 72 miliar dana IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha. Sebanyak 30% di antaranya untuk melanjutkan program eksplorasi cadangan bijih nikel di area blok kerja BCL, Raisa, Kartini, Tiara, dan Syahrini yang seluas 51 hektare di area tambang Morowali, Sulawesi Tengah.

Sampai Rabu (16/6), BEI sudah menggelar IPO untuk 19 emiten. Sebelum LABA dan TRUE menggelar IPO pada 10 Juni lalu, Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna bilang, masih ada 21 perusahaan dalam pipeline IPO BEI.

"Perusahaan-perusahaan ini telah melakukan pendaftaran pencatatan saham dan saat ini sedang dievaluasi BEI," kata dia pekan lalu.

Bagikan

Berita Terbaru

Turun 1,37% Pekan Ini, IHSG Punya Peluang Rebound Terbatas Esok (26/1)
| Minggu, 25 Januari 2026 | 19:12 WIB

Turun 1,37% Pekan Ini, IHSG Punya Peluang Rebound Terbatas Esok (26/1)

IHSG melemah 1,37% sepekan. Namun, sejumlah saham pilihan diprediksi berpotensi cuan di tengah tekanan. Cek rekomendasi terbaru!

Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian
| Minggu, 25 Januari 2026 | 07:10 WIB

Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian

Menikmati durian tak perlu menunggu musim durian. Kini ada banyak warung menanti pelanggan untuk membelah durian.

 
Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:38 WIB

Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar

Pada 2014, belum ada perusahaan di Indonesia yang memiliki izin resmi sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik meski regulsinya tersedia.

Bank Permata Pangkas Pemakaian Air di Kantor
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bank Permata Pangkas Pemakaian Air di Kantor

Untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, Bank Permata mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam operasional

Ambisi Bangun Ekosistem Terintegrasi Logam Tanah Jarang
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:00 WIB

Ambisi Bangun Ekosistem Terintegrasi Logam Tanah Jarang

Pemerintahan Prabowo Subianto berambisi mempercepat hilirisasi logam tanah jarang. Tapi, masih banyak PR yang harus pemerintah selesaikan dulu.

SGRO Usai Akuisisi: Produksi CPO Naik dan Fokus Baru di Energi Hijau
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:00 WIB

SGRO Usai Akuisisi: Produksi CPO Naik dan Fokus Baru di Energi Hijau

Menelisik strategi dan target bisnis PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) pasca memiliki pengendali baru 

Transformasi SGRO, Akuisisi Posco Ubah Total Arah Bisnis Mantan Emiten Sampoerna Ini
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:56 WIB

Transformasi SGRO, Akuisisi Posco Ubah Total Arah Bisnis Mantan Emiten Sampoerna Ini

Prime Agri kini juga punya fokus bisnis baru di bawah kendali AGPA, yaitu produksi bisnis hulu untuk kebutuhan energi hijau.

Pembiayaan Tumbuh Tipis, Laba Multifinance Terkikis
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:55 WIB

Pembiayaan Tumbuh Tipis, Laba Multifinance Terkikis

Seretnya penyaluran pembiayaan turut menekan profitabilitas multifinance sebesar 1,09% secara tahunan menjadi Rp 506,82 triliun di November 2025

Menguji Sanksi
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:25 WIB

Menguji Sanksi

Sebanyak 28 perusahaan yang dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Ancaman PHK Massal Hantui Industri Daging Imbas Kuota Menciut
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:10 WIB

Ancaman PHK Massal Hantui Industri Daging Imbas Kuota Menciut

Pemerintah pangkas kuota impor daging. Yang ketar-ketir tak hanya importir, tapi juga pedagang, industri pengolahan, pekerja dan konsumen.

 
INDEKS BERITA