Berita

Pengembang Pacu Ekspansi Proyek Hunian di Kawasan Transit Oriented Development (TOD)

Senin, 19 Agustus 2019 | 06:44 WIB

ILUSTRASI. PEMBANGUNAN HUNIAN TERINTEGRASI SARANA TRANSPORTASI

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pengembang menggelar ekspansi hunian berbasis transit-oriented development (TOD) lantaran cukup diminati pasar. Lokasi yang strategis dan harga yang kompetitif menyebabkan produk hunian dengan konsep TOD laris manis.

Misalnya PT Adhi Commuter Properti (ACP) secara resmi memulai groundbreaking Green Avenue pada proyek light rail transit (LRT) City Bekasi, awal Agustus 2019. Ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya membangun proyek Eastern Green.

Project Director LRT City Bekasi, Setya Aji Pramana, menyebutkan Green Avenue berdiri di atas lahan seluas 1,9 hektare (ha) yang akan dibangun tiga tower apartemen. Kelak apartemen ini setinggi 41 lantai yang meliputi 34 lantai untuk hunian, tiga lantai mal dan empat lantai parkir. "Tower pertama mencakup 736 unit, tower kedua 1.403 unit dan tower ketiga 736 unit, dengan total lebih dari 2.800 unit," ungkap dia, pekan lalu.

Setya bilang, sejak perkenalan pada Februari 2019 dan pemilihan unit di Maret lalu, progres penjualan Green Avenue telah mencapai hampir 200 unit. Harga awal untuk tipe studio (24 m) senilai Rp 360 juta per unit dan kini sudah naik menjadi Rp 430 juta.

Pengembang lain yang kepincut tren hunian TOD adalah PT Metropolitan Land Tbk, yang menggarap proyek di Telaga Murni, Cibitung. Proyek ini berada di sekitar di Stasiun Metland Telaga Murni. Operasional stasiun tersebut baru saja diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Selasa (13/8) pekan lalu.

Proyek ini merupakan contoh pengembangan perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi massal. "Untuk pengembangan di kawasan Telaga Murni, selain perumahan akan dibangun waterland dan SMK," kata Direktur Utama PT Metropolitan Land Tbk, Thomas Johannes Angfendy, kepada KONTAN, pekan lalu.

Di lokasi ini, Metland memiliki lahan seluas 400 ha. "Baru kami kembangkan seluas 100 ha, makanya kami akan mengebut proyek ini (TOD Telaga Murni)," kata dia.

Perum Perumnas juga sedang menggarap hunian jangkung yang menempel dengan stasiun KRL Commuter Line, yakni Mahata Pondok China, Mahata Tanjung Barat dan Mahata Serpong. TOD Pondok China sudah groundbreaking pada 2 Oktober 2017, TOD Tanjung Barat lebih awal yakni pada 15 Agustus 2017. Sedangkan di Rawabuntu mulai bergulir 10 Desember 2018.

Tak mau kalah, PT Wijaya Karya Tbk juga siap ekspansi membangun hunian berbasis TOD di jalur strategis Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), yang tengah mereka garap. Hingga akhir tahun ini, Wijaya Karya akan mengeluarkan dana di proyek Kereta Cepat mencapai Rp 40 triliun.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk, Sugeng Adji Soenarso
Editor: Yuwono triatmojo

IHSG
6.231,47
0.21%
-13,00
LQ45
980,77
0.21%
-2,03
USD/IDR
14.085
-0,10
EMAS
756.000
0,53%

Baca juga