KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan pra penjualan alias marketing sales emiten properti masih mini selama semester I tahun ini. Manajemen emiten mengaku hal ini sudah diperhitungkan sebelumnya, karena ada momen pemilu dan libur lebaran.
PT PP Properti Tbk (PPRO) misalnya, baru mencatatkan marketing sales Rp 1,25 triliun di enam bulan pertama tahun ini. Jumlah itu sekitar 25% dari target PPRO sebesar Rp 4,17 triliun. Padahal di kuartal I-2019 marketing sales PP Properti baru sebesar Rp 410 miliar.
Direktur PP Properti Indaryanto menyebut, marketing sales tersebut disumbang dari beberapa unit properti, salah satunya Amarta View di Semarang. Sepanjang kuartal I-2019, properti tersebut menyumbang 89% dari marketing sales. "Selain, Amarta View ada proyek Mazojhi Semarang, Louvin Jatinangor, Grand Shamaya Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon di Surabaya," kata Indaryanto.
Meski cenderung berlipat di kuartal II-2019, Indaryanto mengatakan, realisasi tersebut masih jauh dari target. Dia menyebut, hal ini karena kondisi industri masih dihantui dampak kenaikan bunga tahun lalu. "Ditambah ada pemilihan umum serta Idul Fitri, ini juga menjadi sentimen negatif," kata Indaryanto.
Meski begitu, PP Properti yakin bisa membukukan kenaikan pendapatan 17% dari Rp 2,71 triliun menjadi Rp 3,17 triliun. PP Properti juga menargetkan laba naik 18% jadi Rp 555 miliar.
Kondisi yang sama dialami oleh PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Manajemen perusahaan ini menyebut di semester satu tahun ini perolehan marketing sales baru 40% dari target Rp 6 triliun. Artinya, Ciputra menggenggam marketing sales Rp 2,4 triliun hingga Juni lalu. 60% sisanya diproyeksi akan didapat pada semester II-2019.
Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan, kondisi ini sudah diantisipasi dari awal. "Di semester satu ada pemilu dan libur lebaran yang berpotensi menekan perolehan pendapatan pra penjualan," kata dia.
Ke depan, Ciputra akan fokus pada segmen properti di bawah Rp 1 miliar. Ciputra akan meluncurkan produk baru berupa apartemen di Ciracas, serta proyek di lahan yang berlokasi di Sentul, Jakarta Barat dan Gresik.
