Penjualan ST-004 Tembus Rp 2 Triliun

Rabu, 22 Mei 2019 | 06:37 WIB
 Penjualan ST-004 Tembus Rp 2 Triliun
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak pasar keuangan Indonesia yang terjadi akibat sentimen eksternal dan internal, ternyata membawa berkah tersendiri bagi penjualan surat utang negara ritel berbasis syariah yakni Sukuk Negara Tabungan seri ST-004.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dikutip dari investree.id, hingga Senin (20/5), jumlah pemesan ST-004 telah mencapai Rp 2,49 triliun. Angka ini lebih tinggi ketimbang target yang ditetapkan pemerintah yakni senilai Rp 2 triliun.

Bahkan nilai tersebut juga lebih tinggi ketimbang hasil penawaran Saving Bond Ritel seri SBR-006 yang ditawarkan pada April lalu. Kala itu, pemerintah hanya berhasil mendapatkan Rp 2,26 triliun.

Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia mengatakan, penjualan ST-004 yang berbarengan dengan bulan Ramadan mendorong tingkat investasi dari investor. Terlebih, di bulan ini terdapat pemberian THR. "Penjualan ST-004 tetap laris karena masyarakat yang melek investasi memilih tidak menghabiskan uangnya untuk kebutuhan Ramadan tapi disisihkan juga untuk investasi," kata dia, kemarin.

Selain itu, dengan tren pelemahan di pasar saham hingga kenaikan yield Surat Utang Negara, membuat investor cenderung mencari produk investasi yang lebih aman dan memberikan imbal hasil menarik. Hal itu ada di ST-004.

Lihat saja, dengan tenor dua tahun, ST-004 memiliki imbal hasil minimal sebesar 7,95% lantaran memiliki spred tetap 1,95% dari suku bunga acuan BI 7-day repo rate (BI 7-DRR). Sementara, yield SUN tenor 5 tahun masih ada di kisaran 7,558% pada Selasa (21/5).

Jika dibandingkan dengan deposito pun, imbalan ST-004 jauh lebih memikat. Berdasarkan data KONTAN, rata-rata suku bunga deposito rupiah tenor 1 tahun ada di level 6%. Belum lagi, pajak deposito pun lebih tinggi ketimbang ST-004.

Penjualan ST-004 semakin laris manis karena pemerintah menambah mitra distribusi. Jika pada SBR-006 terdapat 14 mitra distribusi, kini sudah ada 20 mitra distribusi.

Jualan mitra distribusi

Semakin banyaknya mitra distribusi untuk penawaran ST-004 ini membuat penjualan sebagian agen penjual yang sudah lama menjajakan surat utang ritel negara ini cenderung sepi. Salah satunya, adalah Bank Central Asia (BCA).

Biasanya, penawaran untuk surat utang ritel yang masuk ke BCA berhasil menembus Rp 1 triliun. Namun untuk ST-004 kali ini, perbankan yang masuk indeks Kompas100 ini hanya mendapatkan penawaran sebesar Rp 603 miliar.

Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra mengatakan, jumlah investor yang membeli ST-004 kali ini sekitar 2.000 investor. Ia pun melihat, penjualan ST-004 kali ini masih lebih rendah ketimbang ST-003. Selain karena jumlah mitra distribusi yang lebih beragam, imbal hasil yang ditawarkan sebenarnya lebih rendah. Mengingat, untuk ST-003, pemerintah menetapkan imbalan minimal sebesar 8,15%.

Penjualan ST004 di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pun masih di bawah target. Direktur Konsumer BTN Budi Satria mengatakan, hingga Senin (21/5), penjualan ST-004 baru mencapai Rp 42 miliar. Sebenarnya, perbankan pelat merah ini menargetkan penjualan ST-004 bisa sebanyak Rp 50 miliar.

Target penjualan yang terkesan mini dipilih BTN karena di saat bersamaan harus fokus memenuhi produk perbankan yang dimiliki perusahaan.

Selain perbankan, penjualan ST-004 di perusahaan efek khusus masih kecil. Direktur Pengembangan Bisnis Tanamduit Muhammad Hanif mengungkapkan, pihaknya baru mengantongi penjualan ST-004 sebesar Rp 15 miliar.

Sebenarnya, angka ini sudah sesuai dengan target awal Tanamduit. Sementara untuk jumlah investor yang membeli di Tanamduit pun mencapai 860 investor.

Bagikan

Berita Terbaru

Mengingatkan Kembali, Kisah Bursa Efek Ponari
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:56 WIB

Mengingatkan Kembali, Kisah Bursa Efek Ponari

Kasus ini mengingatkan  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan otoritas bursa efek untuk lebih serius menjalankan fungsinya sebagai "polisi" bursa.

Laba Bersih UVCR Melejit Tiga Digit di Sembilan Bulan 2026
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Laba Bersih UVCR Melejit Tiga Digit di Sembilan Bulan 2026

Pada sembilan bulan 2026, emiten yang bergerak di bidang voucher digital itu mencatat laba bersih Rp 10,63 miliar, naik 395,8% secara tahunan.​

Rogoh Kocek Rp 1 Triliun, AMMN Eksekusi Buyback
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Rogoh Kocek Rp 1 Triliun, AMMN Eksekusi Buyback

Aksi korporasi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan dan dimulai sejak Kamis, 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027.

Kinerja Emiten Membaik, IHSG bisa Terus Naik
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Kinerja Emiten Membaik, IHSG bisa Terus Naik

Menakar arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah musim rilis kinerja emiten pada kuartal III-2026

IHSG Reborn, Cerminan Saham Milik Publik
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:14 WIB

IHSG Reborn, Cerminan Saham Milik Publik

Ke depan IHSG lebih jujur mencerminkan saham yang benar-benar dimiliki publik. Beban lama tidak hilang, tapi langkah ke depan lebih ringan.   

Kenaikan Biaya Produksi Jegal Daya Saing Industri
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Kenaikan Biaya Produksi Jegal Daya Saing Industri

Daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness 2026 merosot delapan peringkat ke posisi 48 dari 70 negara.

Prospek Bisnis Pelabuhan Tetap Melaju
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Prospek Bisnis Pelabuhan Tetap Melaju

Prospek bisnis operator pelabuhan di Indonesia masih bisa tumbuh seiring kebutuhan distribusi barang dan pengembangan kawasan industri.

Gelar Ekspansi Bisnis, Utang DCII Naik 94%
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:09 WIB

Gelar Ekspansi Bisnis, Utang DCII Naik 94%

.PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan kenaikan utang tahun ini, seiring ekspansi kapasitas pusat data. 

Pendanaan Terus Mengalir tapi Lebih Selektif
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Pendanaan Terus Mengalir tapi Lebih Selektif

Meski startup fintech mencatatkan pendanaan jumbo, tetapi jumlah putarannya turun 44% atau hanya 42 transaksi. 

Strategi Dafam (DFAM) untuk Momen Akhir Tahun
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:50 WIB

Strategi Dafam (DFAM) untuk Momen Akhir Tahun

PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) memproyeksikan bisnis lebih ramai pada kuartal IV-2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler