Pensiun Dini PLTU

Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:00 WIB
Pensiun Dini PLTU
[]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bukan cuma karyawan yang bisa pensiun dini, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) juga bisa.

Saat ini, pemerintah berencana menghentikan operasional PLTU lebih cepat. Langkah ini sebagai salah satu cara untuk mendorong percepatan transisi energi.

Rencananya, tahun ini, pemerintah bakal melakukan pensiun dini dua hingga tiga PLTU. Lokasi pembangkit bertenaga bakar batubara yang akan pensiun dini tersebut di Pulau Jawa dan sudah beroperasi lebih dari 30 tahun.

Salah satu PLTU tertua di Indonesia adalah PLTU Suralaya yang memiliki 7 unit pembangkit dengan kapasitas total 3,4 gigawatt (GW). PLTU Suralaya yang terletak di Cilegon, Banten, ini beroperasi sejak 1984, hampir 40 tahun.

Hingga akhir 2021, total ada 37 GW PLTU yang beroperasi atau 50,68% dari total 74 GW kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia. Selain setrum, seluruh PLTU tersebut menghasilkan 250 metrik ton CO2 per tahun.

Rencana pensiun dini PLTU tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022. Dalam beleid ini, pemerintah menetapkan, PLTU beroperasi paling lama sampai tahun 2050 mendatang.

Perpres Nomor 112 Tahun 2022 yang berlaku 13 September lalu menyebutkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menyusun peta jalan percepatan pengakhiran masa operasional PLTU. Penyusunan peta jalan ini berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan Menteri BUMN.

Masalahnya, tak mudah menjalankan program pensiun dini PLTU. Butuh pendanaan yang sangat besar.

Sebelumnya, pemerintah telah mengidentifikasi, terdapat PLTU berkapasitas total 5,5 GW bisa masuk dalam proyek pensiun dini tanpa penggantian dari pembangkit berbasis energi terbarukan. Kebutuhan dananya US$ 25 miliar-US$ 30 miliar hingga 2030 nanti.

Problem lainnya, lewat Perpres Nomor 112/2022 pula, pemerintah masih membolehkan pembangunan PLTU baru, meski dengan sejumlah pengecualian. Pengecualian itu, misalnya, PLTU baru terintegrasi dengan industri yang berorientasi untuk peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

Dan, meski Perpres Nomor 112/2022 mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan, ternyata tak mudah mengurus pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap ke PLN, khususnya bagi pelaku bisnis.

Alhasil, rencana pensiun dini PLTU masih terlalu dini.

Bagikan

Berita Terbaru

SOCI Terbitkan Sukuk Ijarah Rp 500 Miliar
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

SOCI Terbitkan Sukuk Ijarah Rp 500 Miliar

PT Soechi Lines Tbk (SOCI) berniat menerbitkan dan menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Soechi Lines Tahap I Tahun 2026 senilai Rp 500 miliar.

MDKA Bersiap Menggelar Private Placement
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:47 WIB

MDKA Bersiap Menggelar Private Placement

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,44 miliar saham dalam private placement.

IHSG Menguat 3,76% Dalam Sepekan, Pasar Merespons Positif Evaluasi MSCI
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:41 WIB

IHSG Menguat 3,76% Dalam Sepekan, Pasar Merespons Positif Evaluasi MSCI

Jika diakumulasi dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih surplus alias naik 3,76% ke level 6.177,14.​

Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Memperkuat Pasar di Kawasan Asia
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:36 WIB

Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Memperkuat Pasar di Kawasan Asia

Emiten pemilik jaringan gerai ritel Alfamart ini melakukan serangkaian transaksi afiliasi lewat anak usaha, Alfamart Retail Asia Pte Ltd (ARA).​

Menghitung Untung dari Piala Dunia 2026
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:31 WIB

Menghitung Untung dari Piala Dunia 2026

Menakar efek Piala Dunia 2026 bagi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terlibat langsung ajang empat tahunan ini.

Prospek Summarecon (SMRA) di Tengah Suku Bunga Tinggi, Masih Layak Dilirik?
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:25 WIB

Prospek Summarecon (SMRA) di Tengah Suku Bunga Tinggi, Masih Layak Dilirik?

Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memperlihatkan ketahanan yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah emiten sejenis.

Dampak Piala Dunia ke Pasar Saham di Tahun 2026
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:14 WIB

Dampak Piala Dunia ke Pasar Saham di Tahun 2026

Benarkah Piala Dunia bikin saham lesu? IHSG rugi 6 dari 10 edisi. Temukan faktor unik yang bisa mengubah tren 2026.

Bos Bank KB Indonesia Sebut, Investasi Tak Selalu Soal Uang
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:53 WIB

Bos Bank KB Indonesia Sebut, Investasi Tak Selalu Soal Uang

Banyak orang fokus untung finansial, tapi Direktur Utama Bank KB justru peringatkan risiko fatal jika lupakan investasi diri.

Normalisasi Harga Bahan Baku Industri Tekstil Butuh Waktu Enam Bulan
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:39 WIB

Normalisasi Harga Bahan Baku Industri Tekstil Butuh Waktu Enam Bulan

Harga bahan baku sebenarnya telah menunjukkan tren penurunan, bahkan sebelum Selat Hormuz kembali dibuka

 Menghitung Harga Ideal DMO Batubara
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:34 WIB

Menghitung Harga Ideal DMO Batubara

Kementerian ESDM membuka peluang untuk mengkaji ulang harga batubara DMO lantaran sejumlah faktor di lapangan

INDEKS BERITA

Terpopuler