Perang Dagang AS-China Bergejolak Lagi, Kurs Rupiah Hari Ini Melemah 0,21%

Senin, 23 September 2019 | 23:05 WIB
Perang Dagang AS-China Bergejolak Lagi, Kurs Rupiah Hari Ini Melemah 0,21%
[ILUSTRASI. Uang dollar AS]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah hari ini kembali terpuruk terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Senin (23/9), rupiah melemah 0,21% ke Rp 14.085 per dolar AS di pasar spot.

Analis Monex Investindo Ahmad Yudiawan mengatakan, pasar kembali gaduh dengan kondisi perang dagang saat ini, setelah delegasi China membatalkan kunjungan ke wilayah pertanian AS. “Rupiah didominasi oleh faktor eksternal, terutama dari situasi perang dagang,” ujar Yudi kepada Kontan.co.id.

Katalis negatif juga datang dari kondisi geopolitik di Timur Tengah yang memanas, seiring pengiriman tambahan pasukan AS di kawasan Teluk. Tambah lagi, koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyerang Utara Yaman pekan lalu.

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini Kembali Terpuruk Ke Posisi Rp 14.085

Sependapat, Ekonom Bank Permata Josua Pardede bilang, kondisi terbaru AS dan China menimbulkan ketidakpastian anyar. Hasil tersebut memicu permintaan safe haven seperti dollar AS lebih besar dibandingkan dengan aset berisiko semisal rupiah.

Dolar AS juga masih cukup kuat. Penopangnya, data manufaktur Prancis dan Jerman yang belum memuaskan  “Ini menunjukkan tanda-tanda pelambatan ekonomi di Eropa cukup dominan, sehingga mendorong pelemahan euro dan berkontribusi terhadap penguatan dolar AS,” jelas Josua.

Bagikan

Berita Terbaru

Bank Pelat Merah Siap Dorong ROA
| Senin, 16 Februari 2026 | 07:00 WIB

Bank Pelat Merah Siap Dorong ROA

Presiden Prabowo Subianto telah meminta Danantara untuk mencetak ROA atau tingkat pengembalian dari aset sebesar 7% tahun ini. ​

Daya Beli Lesu Menyeret Kualitas KPR Perbankan
| Senin, 16 Februari 2026 | 06:50 WIB

Daya Beli Lesu Menyeret Kualitas KPR Perbankan

Bisnis KPR perbankan tengah menghadapi tekanan ganda. Tak hanya dibayangi perlambatan pertumbuhan pada 2025, kualitas asetnya pun tergerus. ​

Valas Asia Menguat: Kesempatan Untung di Tengah Tekanan Dolar AS
| Senin, 16 Februari 2026 | 06:15 WIB

Valas Asia Menguat: Kesempatan Untung di Tengah Tekanan Dolar AS

Mayoritas mata uang Asia menguat signifikan terhadap dolar AS pekan lalu. Simak peluang keuntungan dari pergerakan valas pekan ini

Tak Boleh Rebutan
| Senin, 16 Februari 2026 | 06:10 WIB

Tak Boleh Rebutan

Keberhasilan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh hanya diukur dari angka statistik distribusi makanan di sekolah.

Saham Konsumer 2026: Imlek & Ramadan Dorong Cuan Investor?
| Senin, 16 Februari 2026 | 06:00 WIB

Saham Konsumer 2026: Imlek & Ramadan Dorong Cuan Investor?

Volatilitas harga komoditas dan inflasi mengintai profit emiten konsumer. Pelajari risiko yang bisa menekan margin laba emiten sektor konsumer

Impor Kerbau Bisa Tekan Harga Daging Sapi
| Senin, 16 Februari 2026 | 05:54 WIB

Impor Kerbau Bisa Tekan Harga Daging Sapi

Di sisi lain, izin impor daging baru diberikan pada awal Februari, sehingga pasokan tambahan belum langsung masuk ke pasar.

Industri F&B Mulai Kerek Produksi
| Senin, 16 Februari 2026 | 05:51 WIB

Industri F&B Mulai Kerek Produksi

Permintaan makanan-minuman menanjak pada Ramadan, sehingga utilitas industri F&B naik menjadi di atas 70%-80%, dari rata-rata 60%-70%

Proyek Sampah Tahap II Menyasar 12 Daerah
| Senin, 16 Februari 2026 | 05:47 WIB

Proyek Sampah Tahap II Menyasar 12 Daerah

Danantara membidik proyek pembangkit sampah di 12 daerah. "Untuk batch kedua, kita akan meeting lagi dengan Pak Menko (Pangan)," kata Rosan.

Electronic City  Intip Peluang dari Momen Ramadan
| Senin, 16 Februari 2026 | 05:45 WIB

Electronic City Intip Peluang dari Momen Ramadan

 PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) memasang target kinerja 2026 bisa lebih baik dibandingkan 2025 yang bisa setara laju ekonomi nasional.

 Pemerintah akan Setop Ekspor Timah Mentah
| Senin, 16 Februari 2026 | 05:45 WIB

Pemerintah akan Setop Ekspor Timah Mentah

Kebijakan larangan ekspor timah mentah seharusnya diikuti kesiapan industri hilir

, sehingga penyerapan timah optimal

INDEKS BERITA

Terpopuler