Perang Dagang Bakal Hambat Kinerja TFCO

Rabu, 29 Mei 2019 | 08:05 WIB
Perang Dagang Bakal Hambat Kinerja TFCO
[]
Reporter: Agung Hidayat | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Manajemen PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) mewaspadai tantangan bisnis pada tahun ini. Pasalnya, kenaikan harga bahan baku dan efek perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China cukup signifikan mempengaruhi laju bisnis produsen poliester tersebut.

Tengok saja, kinerja kuartal I-2019. Penjualan Tifico menurun 15,98% year on year (yoy) menjadi US$ 50,26 juta. Sejalan dengan penurunan top line, laba tahun berjalan terpangkas lebih dari 15 kali lipat menjadi hanya US$ 145.905.

Hingga Mei tahun ini, manajemen emiten belum melihat geliat pertumbuhan pasar. Momentum lebaran tidak mampu mendorong permintaan.

Pada saat yang bersamaan, Tifico menanggung harga bahan baku yang lebih mahal sejak akhir 2018. Saat itu, harga bahan baku sudah meningkat 20% dibandingkan 2017.

Sementara manajemen Tifico tidak bisa serta-merta mengerek harga jual produk poliester. Sebab, harga komoditas tersebut mengikuti harga pasar internasional. Perusahaan itu memproduksi biji poliester, serat poliester dan benang poliester.

Selama ini, harga poliester dunia bergantung pada China. Perang dagang AS dan China yang tak kunjung usai turut mengubah iklim industri di Negeri Tembok Raksasa itu. "China pegang pasar dunia dan jadi price leader sehingga sewaktu-waktu harga produk bisa turun," ujar Sugito Budiono, Direktur PT Tifico Fiber Indonesia Tbk, usai rapat umum pemegang saham (RUPS), Selasa (28/5).

Meski sejumlah tantangan ada di depan mata, Tifico tetap mematok target penjualan 5% yoy tahun 2019. Mengacu realisasi penjualan tahun lalu US$ 228,09 juta, TFCO berpotensi meraup penjualan senilai US$ 239,49 juta.

Strategi Tifico adalah memacu produk bernilai tambah lebih yang menyasar sektor otomotif dan farmasi. Mereka mengandalkan pabrik di Banten berkapasitas produksi 200.000 ton per tahun dengan utilitas 80%. Tahun ini, ada rencana peremajaan mesin memakai dana belanja modal US$ 5,78 juta. Tifico juga mengejar efisiensi biaya energi. Perusahaan ini sudah memiliki pembangkit listrik sendiri dengan kapasitas 30 megawatt (mw) di area pabrik.

Bagikan

Berita Terbaru

Punya Cuan Menarik, Investasi Jam Tangan Mewah Masih Diminati
| Minggu, 18 Januari 2026 | 06:17 WIB

Punya Cuan Menarik, Investasi Jam Tangan Mewah Masih Diminati

Minat untuk mengoleksi hingga investasi menjaga permintaan atas investasi jam tangan mewah di Indonesia

CYBR Akan Memperluas Jangkauan Pasar Keamanan Siber
| Minggu, 18 Januari 2026 | 06:13 WIB

CYBR Akan Memperluas Jangkauan Pasar Keamanan Siber

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) membidik pendapatan lebih kuat dengan memperluas jangkauan ke berbagai negara

Prospek Bank Digital 2026: Kredit Diproyeksi tumbuh 11%, Sementara Laba Naik 5%
| Minggu, 18 Januari 2026 | 06:04 WIB

Prospek Bank Digital 2026: Kredit Diproyeksi tumbuh 11%, Sementara Laba Naik 5%

Sejumlah emiten bank digital mulai mencatatkan kenaikan harga disertai peningkatan volume transaksi, menandakan adanya akumulasi jangka pendek.

Halo Jane (HALO) Bidik Pertumbuhan Dobel Digit
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:10 WIB

Halo Jane (HALO) Bidik Pertumbuhan Dobel Digit

Manajemen HALO menjalankan strategi efisiensi biaya secara berkelanjutan, khususnya pada cost of production

Wintermar (WINS) Terus Mengembangkan Layar Bisnis
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02 WIB

Wintermar (WINS) Terus Mengembangkan Layar Bisnis

Namun, industri pelayaran selama tahun lalu masih menghadapi tekanan, terutama pada tingkat utilisasi dan harga sewa kapal.

WINS Optimalkan Pemulihan Permintaan Kapal dan Aktivitas Eksplorasi Energi
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:00 WIB

WINS Optimalkan Pemulihan Permintaan Kapal dan Aktivitas Eksplorasi Energi

PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) melihat prospek industri pelayaran offshore tahun ini semakin membaik.

Suku Bunga Turun, Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Lagi
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:37 WIB

Suku Bunga Turun, Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Lagi

Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus US$ 97.000. Dalam sepekan, harga BTC mengakumulasi kenaikan 7,65%%.​

Kualitas Aset KUR Sejumlah Bank Terjaga di Level Baik
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Aset KUR Sejumlah Bank Terjaga di Level Baik

KUR tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan UMKM untuk memperkuat daya saing.

Rahasia Bos Krom Bank, Wisaksana Djawi Hindari Jebakan Return Investasi Tinggi
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:16 WIB

Rahasia Bos Krom Bank, Wisaksana Djawi Hindari Jebakan Return Investasi Tinggi

Tanpa kesiapan mental dan pemahaman risiko, fluktuasi dan volatilitas harga bisa berujung pada kepanikan dan kerugian besar. 

Bonus atau Beban?
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bonus atau Beban?

Bila pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja yang memadai, tenaga kerja produktif tidak bisa jadi bonus demografi.

INDEKS BERITA