Perang Dagang Mereda, Kurs Rupiah-Dolar AS Hari Ini Rp 13.994 per dolar

Kamis, 12 September 2019 | 22:46 WIB
Perang Dagang Mereda, Kurs Rupiah-Dolar AS  Hari Ini Rp 13.994 per dolar
[ILUSTRASI. Uang dollar AS]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah hari ini menembus level di bawah Rp 14.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada di level Rp 13.994 per dolar AS atau menguat signifikan 0,47%.

Penguatan juga terjadi pada kurs tengah Bank Indonesia, yang menempatkan rupiah pada posisi Rp 14.052 per dolar AS atau menguat 0,08%.

Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, sentimen positif datang dari situasi perang dagang antara AS dan China yang kembali melunak. Sebab, Tiongkok mengeluarkan 16 barang asal negeri uak Sam dari daftar barang yang terkena biaya impor.

Kebijakan China itu langsung Presiden AS Donald Trump balas dengan menunda kenaikan tarif impor. “Rencana awalnya yang diberlakukan pada 15 September diundur menjadi 15 Oktober,” ujar Lana kepada Kontan.co.id.

Lana menambahkan, tak hanya rupiah yang mengalami penguatan. Hari ini, mata uang emerging market juga menguat dengan sentimen yang sama. “Rupee India, won Korea, dan ringgit Malaysia juga menguat,” ucap Lana.

Selain itu, Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, ada sentimen positif yang datang dari dalam negeri. Yakni, Bappenas sedang menyusun rencana pengembangan 10 kota metropolitan baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 5,7% sebagai target jangka panjang.

“Oleh sebab itu, saat ini pemerintah menyusun road map rencana pembiayaan yang akan ditawarkan kepada pihak swasta untuk terlibat dalam pembiayaan,” kata Ibrahim.

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Emiten Komponen Otomotif Diprediksi Masih Cukup Prospektif Tahun Depan
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Kinerja Emiten Komponen Otomotif Diprediksi Masih Cukup Prospektif Tahun Depan

Otomotif masih cukup menjanjikan meski bakal didera tantangan daya beli, cost lebih mahal, fluktuasi kurs dan kenaikan harga bahan baku.

Menakar Dampak Rencana Pemerintah Coret Industri Smelter dari Skema DMO Batubara
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Menakar Dampak Rencana Pemerintah Coret Industri Smelter dari Skema DMO Batubara

Pengusaha smelter mesti bersiap mengamankan pasokan batubara untuk PLTU mandiri (captive), sekaligus mengantisipasi lonjakan biaya operasional.

Bunga Utang Lahap Seperlima Penerimaan Negara, Bagaimana Nasib Belanja?
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bunga Utang Lahap Seperlima Penerimaan Negara, Bagaimana Nasib Belanja?

Diversifikasi sumber pembiayaan juga dapat dipertimbangkan, termasuk pinjaman dari lembaga multilateral apabila syaratnya lebih kompetitif.

Per September 2026, Laba Bersih TOTL Melonjak 51,9%
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Per September 2026, Laba Bersih TOTL Melonjak 51,9%

Segmen jasa konstruksi menyumbang Rp 3,49 triliun dari total pendapatan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) di sembilan bulan 2026.

Amankan Kontrak Jumbo, Prospek Kinerja dan Saham MBSS Kian Menarik Dicermati
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Amankan Kontrak Jumbo, Prospek Kinerja dan Saham MBSS Kian Menarik Dicermati

Dengan perolehan kontrak jangka panjang, MBSS memiliki bantalan yang lebih baik untuk menghadapi ketidakpastian.

Laba ERAL Naik 55% hingga September 2026, Segmen Otomotif Makin Dominan
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Laba ERAL Naik 55% hingga September 2026, Segmen Otomotif Makin Dominan

Peluncuran produk baru dan ekspansi jaringan ritel menjadi katalis yang dapat menopang kinerja ERAL di kuartal IV-2026.

Peluang Window Dressing Saat Pasar Masih Tertekan
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Peluang Window Dressing Saat Pasar Masih Tertekan

Dana asing yang kabur dari BEI sejak awal 2026 tembus Rp 97,37 triliun. Toh, kondisi itu tak membuat peluang window dressing tertutup. ​

Menakar Potensi Dampak Outflow Asing di Saham MSCI dan Non MSCI Terhadap IHSG
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Menakar Potensi Dampak Outflow Asing di Saham MSCI dan Non MSCI Terhadap IHSG

Intervensi Danantara belum tentu memiliki kekuatan yang cukup untuk sepenuhnya menetralisir gelombang capital outflow yang jumbo dan kontinyu.

Bursa Masih Dalam Tren Penurunan Kuat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Bursa Masih Dalam Tren Penurunan Kuat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Faktor lain yang mempengaruhi IHSG adalah rupiah yang masih terdepresiasi terhadap dolar AS dan penantian pasar terhadap pertemuan FOMC.

Tiga Faktor Diyakini Menjadi Pemicu Aliran Masuk Dana Asing ke Saham GGRM
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Tiga Faktor Diyakini Menjadi Pemicu Aliran Masuk Dana Asing ke Saham GGRM

Para analis mengkalkulasi harga wajar saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih di atas harga pasar saat ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler