Perbankan Harus Bersiap Tambah Modal di Awal Tahun Mendatang

Kamis, 16 Mei 2019 | 08:51 WIB
Perbankan Harus Bersiap Tambah Modal di Awal Tahun Mendatang
[]
Reporter: Anggar Septiadi, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Industri perbankan perlu bersiap-siap mempertebal modalnya. Penambahan modal diperlukan untuk mengimbangi kemungkinan naiknya rasio pencadangan alias coverage ratio. Rasio itu berpotensi naik saat bank memberlakukan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 71 tentang penambahan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CPKN) pada 1 Januari 2020 mendatang.

Pembentukan cadangan yang kian tinggi berarti bankir harus putar otak untuk menjaga permodalan. Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengaku sudah mebyiapkan penambahan pencadangan sejak tahun ini. Panji memproyeksi posisi coverage ratio PT Bank Mandiri Tbk bakal meningkat sekitar 10% akhir 2019 akibat pencadangan yang naik.

Tahun lalu, coverage ratio Bank Mandiri sebesar 143% dengan CKPN sebesarRp 14,18 triliun. Coverage ratio Bank Mandiri terus menanjak ke kisaran 150%–151% pada saat ini. "Kemungkinan dengan adanya PSAK 71 ini coverage ratio bisa naik jadi ke level 160% atau lebih," ujar Panji, Rabu (15/5).

Akibatnya rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) akan tergerus sekitar 1%–2% menyusul pemenuhan PSAK 71 tersebut. Per Maret 2019, posisi CAR Bank Mandiri ada di level 22,47%.

Hal tersebut juga akan berpengaruh kepada rasio biaya kredit alias cost of credit (CoC). "PSAK 71 tidak berpengaruh ke laba rugi, tapi masuknya ke return earning artinya yang terdampak ekuitas," tuturnya.

Direktur Risiko, Strategi dan Kepatuhan PT Bank Tabungan Negara Tbk Mahelan Prabantarikso juga mengatakan posisi coverage ratio bakal meningkat di akhir tahun ini. Coverage ratio di 2019 bakal bertengger sekitar 75%.

Posisi tersebut meningkat sekitar 25% dari akhir tahun 2018 yang di posisi 49,24%. Adapun pada kuartal I-2019 coverage ratio BTN sebesar 45,07%. "BTN memang berencana meningkatkan coverage ratio di akhir tahun ini," kata Mahelan kepada KONTAN, Selasa (15/5).

Walau ada pemenuhan PSAK 71, Mahelan menyebut CAR BTN tidak akan tergerus. Sebab, dalam waktu dekat BTN memiliki rencana untuk menerbitkan pinjaman subordinasi sebesar Rp 3 triliun untuk penguatan modal. "CAR ditargetkan di kisaran 18% akhir 2019," tandas Mahelan.

Antisipasi bank

Direktur Manajemen Risiko Bank BNI Bob Tyasika Ananta belum lama ini mengatakan pihaknya sudah mengkalkulasi akan terjadi kenaikan CKPN sekitar 5%–11% terkait implementasi PSAK 71. Adapun CKPN BNI di pada tahun 2018 sebesar Rp 14,05 triliun. Artinya, ada tambahan pencadangan di tahun ini sekitar Rp 700 miliar hingga Rp 1,54 triliun.

Sementara Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Haru Koesmahargyo bilang, manajemen Bank Mandiri tak khawatir implementasi PSAK 71 menggerus CAR. Sebab BRI telah menyiapkan CKPN di atas 150% dari rasio NPL. Potensi penggerusan CAR atas implementasi PSAK 71 sekitar 1%, tapi kami juga siap lantaran dalam beberapa tahun terakhir juga telah menyiapkan coverage ratio di atas 150%, tandas Haru. 

Sedikit berbeda, Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja menjelaskan kalau posisi coverage ratio Bank OCBC NISP ini tak bakal bergerak banyak.

Alasannya, posisi coverage ratio OCBC NISP sudah relatif tinggi yakni menyentuh 200%. "Coverage ratio per Desember tahun 2018 sudah 200%, rasanya sudah tidak perlu ditingkatkan lagi," kata Parwati. Oleh karena itu, Parwati yakin dampak pemenuhan PSAK 71 tidak berdampak terlalu banyak ke rasio keuangan Bank OCBC NISP.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga BBM Naik, Beban Pertambangan Kian Berat
| Rabu, 08 April 2026 | 05:05 WIB

Harga BBM Naik, Beban Pertambangan Kian Berat

Pengusaha tambang dan smelter kini tengah menghadapi tekanan biaya yang makin membengkak imbas perang di Timur Tengah.

Tanda-Tanda Gelombang PHK Mulai Terlihat
| Rabu, 08 April 2026 | 05:05 WIB

Tanda-Tanda Gelombang PHK Mulai Terlihat

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menemukan mulai adanya pekerja yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya.

IHSG Anjlok Parah, Peluang Cuan Tersembunyi di Tengah Badai Pasar?
| Rabu, 08 April 2026 | 05:00 WIB

IHSG Anjlok Parah, Peluang Cuan Tersembunyi di Tengah Badai Pasar?

IHSG mengakumulasi penurunan 1,70% dalam lima hari perdagangan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG mengakumulasi penurunan 19,38%.

Modal Ventura dan Solusi Pendanaan UMKM
| Rabu, 08 April 2026 | 04:52 WIB

Modal Ventura dan Solusi Pendanaan UMKM

Salah satu penghambat utama masuknya PMV dan investor ekuitas ke UMKM adalah minimnya kerapian hukum dan tata kelola.

Telkom Indonesia (TLKM) genjot Bisnis Data Center
| Rabu, 08 April 2026 | 04:20 WIB

Telkom Indonesia (TLKM) genjot Bisnis Data Center

Kondisi tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas melalui ekspansi serta penguatan kapabilitas infrastruktur digital.

Fenomena El Nino Mengerek Risiko Klaim Asuransi
| Rabu, 08 April 2026 | 04:15 WIB

Fenomena El Nino Mengerek Risiko Klaim Asuransi

Industri asuransi menghadapi ancaman kenaikan klaim mengkuti peningkatan risiko akibat cuaca panas dan kekeringan. 

Tren Menanjak Penjualan Sepeda Motor Listrik
| Rabu, 08 April 2026 | 04:10 WIB

Tren Menanjak Penjualan Sepeda Motor Listrik

Aismoli memanfaatkan momentum ini dengan menargetkan penjualan sepeda motor listrik meningkat signifikan.

Ada Penyesuaian Laporan Keuangan, Laba ADHI Berbalik Jadi Rugi pada 2024
| Selasa, 07 April 2026 | 13:43 WIB

Ada Penyesuaian Laporan Keuangan, Laba ADHI Berbalik Jadi Rugi pada 2024

Untuk setahun penuh 2024, ADHI mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp 60,09 miliar dari awalnya laba sebesar Rp 281,15 miliar.

Kilang Asia dan Eropa Berebut Sumber Minyak Mentah, Pasokan Seret Harga Membengkak
| Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Kilang Asia dan Eropa Berebut Sumber Minyak Mentah, Pasokan Seret Harga Membengkak

Imbas penutupan Selat Hormuz, sejumlah cekungan migas yang masih menyimpan harapan menjadi rebutan berbagai negara.

Melihat Peluang di Musim Pembayaran Dividen di Kuartal II-2026
| Selasa, 07 April 2026 | 10:00 WIB

Melihat Peluang di Musim Pembayaran Dividen di Kuartal II-2026

Analis menyebut bahwa saham dengan dividend yield yang tinggi umumnya berasal dari sektor komoditas dan perbankan.

INDEKS BERITA