Berita

Perbankan Rogoh Miliaran Rupiah demi Memenuhi Aturan Main Baru

Rabu, 11 September 2019 | 05:35 WIB

ILUSTRASI. Bank menyiapkan miliaran rupiah untuk memenuhi PSAK 71

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mendekati pengujung tahun 2019, perbankan ngebut memenuhi pedoman standar akuntansi keuangan (PSAK) 71. Aturan itu mulai berlaku Januari 2020.

Setelah mayoritas kelompok BUKU III dan BUKU IV memenuhi aturan main tersebut, giliran kelompok BUKU I dan II masih dalam proses penerapan aturan tersebut.

Salah satunya, PT Bank Oke Indonesia yang menyebutkan saat ini masih dalam tahap persiapan. Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah Andara menjelaskan, guna memenuhi aturan ini pihaknya memakai jasa vendor dari pihak luar.

Tentu saja tak gratis. Biaya implementasi PSAK 71 nilainya mencapai Rp 1 miliar. Nilai tersebut menurut Efdinal masih rendah dibandingkan perbankan dengan kapasitas lebih jumbo.

Baca Juga: Siap Hadapi Krisis, Bank Sistemik Siapkan Strategi

Maklum, dari skala bisnis, Bank Oke memiliki ukuran dan kompleksitas transaksi yang relatif sederhana.

"Kami belum menjadi bank devisa, tidak ada transaksi terkait valas, letter of credit dan sebagainya. Kegiatan tresuri juga lebih fokus untuk menjaga likuiditas," katanya kepada KONTAN, Selasa (10/9).

Baca Juga: Implementasi PSAK 71, Bank Mandiri tambah CKPN Rp 12 triliun

Bank Oke juga belum memiliki produk derivatif. Dengan berbagai faktor tersebut, biaya pengadaan sistem untuk mendukung PSAK 71 secara umum tidak terlalu mahal.

Namun persoalan biaya tak berhenti sampai di situ. Dalam praktiknya aturan PSAK 71 membuat perbankan harus mempertebal biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Herry Prasetyo

IHSG
6.236,69
0.28%
17,26
LQ45
985,92
0.27%
2,68
USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga