Pergerakan Kurs Rupiah Dalam Sepekan Ini Tertekan Inflasi Domestik

Sabtu, 02 Juli 2022 | 04:30 WIB
Pergerakan Kurs Rupiah Dalam Sepekan Ini Tertekan Inflasi Domestik
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah mengakhiri perdagangan pekan ini dengan tekanan cukup dalam. Jumat (1/7), kurs spot rupiah ditutup melemah 0,27% ke Rp 14.943 per dollar Amerika Serikat (AS). Alhasil, dalam sepekan terakhir, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,63%. Level rupiah kemarin menjadi level terlemah sejak Juni 2020. 

Tren serupa juga terjadi di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI). Kurs JISDOR ditutup di level Rp 14.956 per dollar AS, terkoreksi 0,50%. Sementara jika dihitung dalam sepekan, kurs JISDOR sudah turun sebesar 0,74%.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengungkapkan, pelaku pasar bereaksi atas pengumuman data inflasi Indonesia. Inflasi pada Juni 2022 tercatat 0,61% dibandingkan bulan sebelumnya (MoM). Secara tahunan, inflasi Juni 2022 mencapai 4,35%. 

Baca Juga: Inflasi Melesat, Rupiah Spot Anjlok ke Rp 14.943 Per Dolar AS

"Angka tersebut di atas proyeksi BI, yang pada akhirnya membuat pasar memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada Juli 2022," ujar Nanang, Jumat (1/7). Sementara dari eksternal, ada kekhawatiran datangnya resesi dan perang Ukraina-Rusia memanas lagi. 

Pekan ini intelijen AS memperkirakan Vladimir Putin berambisi menguasai sebagian besar wilayah Ukraina. Sehingga, kecil kemungkinan perang dapat diakhiri sebelum musim dingin. Menurut Nanang, perang akan berdampak  terhadap harga minyak. Ini membuat laju inflasi AS belum akan melambat dalam waktu dekat.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, inflasi domestik mendorong potensi kenaikan suku bunga acuan BI, yang berimplikasi pada pelemahan IHSG dan kenaikan yield SUN. Josua menambahkan, investor juga menanti rilis data factory order, durable goods order, notulensi rapat FOMC Juni dan data tenaga kerja AS Juni. Data tersebut akan mempengaruhi rupiah ke depan.

Josua memperkirakan, rupiah akan di bergerak antara Rp 14.850-Rp 14.950 pekan depan. Nanang menyebut, level pada psikologis rupiah ada di Rp 15.000. Pekan depan, pasar global akan mencermati hasil rapat bank sentral Australia (RBA) yang diprediksi menaikkan bunga 50 bps. 

Baca Juga: Rupiah Kembali Anjlok, Ditutup ke Level Rp 14.943 Per Dolar AS, Terburuk Sejak Mei

Bagikan

Berita Terbaru

Bunga Floating KPR Bank Belum Naik
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Bunga Floating KPR Bank Belum Naik

BI Rate sudah naik sebesar 1% sejak Mei ke level ke 5,75%, tetapi sejumlah bank belum menaikkan bunga floating KPR.

Perbankan Syariah Hadapi Tantangan Likuiditas
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Perbankan Syariah Hadapi Tantangan Likuiditas

Likuiditas perbankan syariah  juga ikut mulai mengetat, seiring pembiayaan tumbuh jauh lebih cepat dari DPK.

Dinamika Pasar Masih Tinggi, Investor Kocok Ulang
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Dinamika Pasar Masih Tinggi, Investor Kocok Ulang

Dinamika pasar keuangan global masih tinggi. Meski begitu, tren pergerakan pasar finansial di dalam negeri menguat tipis.

Masih Memilih Surat Berharga Kendati Ada Insentif
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Masih Memilih Surat Berharga Kendati Ada Insentif

Insentif  KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) hingga 2% belum cukup membuat bank mengurangi kepemilikan SBN dan SRBI.

Embargo Dompet Demo
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:08 WIB

Embargo Dompet Demo

Polemik bergulir saat bank mengkonfirmasi bahwa pemblokiran rekening atas permintaan negara yang diwakili oleh Polisi.

Sariguna Primatirta (CLEO) Optimistis Bisa Tumbuh Dobel Digit
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:03 WIB

Sariguna Primatirta (CLEO) Optimistis Bisa Tumbuh Dobel Digit

Hingga Agustus 2026, jumlah simpul jaringan distribusi internal perusahaan telah mencapai 500 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Tekanan Margin Masih Membayangi Kinerja Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Tekanan Margin Masih Membayangi Kinerja Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)

Kinerja PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) masih bisa bertumbuh berkat inovasi dan pertumbuhan organik

Beban Bunga Utang Makin Menggerus Fiskal
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Beban Bunga Utang Makin Menggerus Fiskal

Beban bunga utang meningkat, mempersempit ruang fiskal dan menekan penerimaan negara.                     

Revisi RKAB Menahan Laju Penjualan Alat Berat
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 05:54 WIB

Revisi RKAB Menahan Laju Penjualan Alat Berat

Secara keseluruhan, pasar alat berat hingga saat ini masih tumbuh sekitar 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Multifinance Tahan Diri Merilis Obligasi
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Multifinance Tahan Diri Merilis Obligasi

Penerbitan surat utang oleh perusahaan pembiayaan hanya mencapai Rp 14,57 triliun di tujuh bulan pertama tahun ini, anjlok 41,8% dari Juli 2025.

INDEKS BERITA