Pergerakan Rupiah Hari Ini (2/11) Fokus Data Eksternal

Selasa, 02 November 2021 | 05:30 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (2/11) Fokus Data Eksternal
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar mengabaikan data inflasi Indonesia yang positif. Nilai tukar rupiah berpotensi kembali melemah.

Mengutip Bloomberg, Senin (1/11), rupiah melemah 0,76% ke Rp 14.275 per dollar AS. Kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) juga melemah 0,45% ke Rp 14.235 per dollar AS.

Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan rupiah berpotensi melemah karena pelaku pasar mengabaikan data inflasi Indonesia periode Oktober yang sebesar 0,12%. Sementara, inflasi AS yang lebih kuat dan adanya ekspektasi penurunan pembelian obligasi (tapering), berpotensi akan kembali menekan rupiah pada perdagangan hari Selasa (2/11) ini.

Baca Juga: Kompak, rupiah Jisdor juga melemah 0,45% ke Rp 14.235 per dolar AS pada Senin (1/11)

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, rupiah kemarin melemah di tengah inflasi karena tertekan harga komoditas yang mulai menurun.

David memandang rupiah berpotensi menguat karena data ISM Manufacturing AS diproyeksikan cenderung di bawah ekspektasi. David memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 14.200-Rp 14.300. Sementara Sutopo memproyeksikan rupiah di kisaran Rp 14.235 hingga Rp 14.295.

Bagikan

Berita Terbaru

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi

Pertumbuhan simpanan nasabah dengan nominal di bawah Rp 100 juta yang melambat menjadi 4,7% secara tahunan pada Juli 2026

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit

Bank kecil tetap ekspansif di tengah tekanan ekonomi.                                                    

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:18 WIB

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi

Pabrik coal-to-liquids (CTL) memerlukan modal besar yang baru kembali setelah bertahun-tahun beroperasi.

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47 WIB

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi

Perpindahan ke B50 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar pencapaian target kalender atau seremonial semata.

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional

Krisis pasokan diesel di pasar solar global saat ini bersifat struktural, dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Indonesia mesti waspada

Bongkar Pasang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Bongkar Pasang

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?

PT Darma Henwa (DEWA) merupakan kontraktor tambang KPC dan Arutmin, dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini

Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari domestik, pelaku pasar mencermati perkembangan reshuffle kabinet. Tekanan jual investor asing juga masih menjadi perhatian.

INDEKS BERITA