Pergerakan Rupiah Hari Ini (24/11) Masih Dihantui Bunga dan Resesi Dunia

Kamis, 24 November 2022 | 04:45 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (24/11) Masih Dihantui Bunga dan Resesi Dunia
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fluktuasi pergerakan rupiah masih akan terjadi pada Kamis (24/11). Para analis memperkirakan, faktor utama yang akan menggerakkan rupiah masih dari faktor eksternal, terutama perkembangan bunga The Fed. 

Sejumlah pejabat The Fed menunjukkan sikap hawkish dengan menyatakan era inflasi tinggi AS masih berlanjut dan kenaikan bunga acuan masih diperlukan setidaknya sampai level 5,25%. Sejak awal tahun, bunga acuan The Fed secara total sudah naik 375 basis points (bps) sebagai respons terhadap tingginya inflasi AS. 

Baca Juga: Kurs Rupiah Berpotensi Melemah Terhadap Dolar AS pada Kamis (24/11)

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, langkah The Fed yang diperkirakan masih agresif mengerek suku bunga akan membuat rupiah kembali melemah. Reny memprediksikan, rupiah masih akan melemah ke kisaran Rp 15.593 - Rp 15.764 per dollar AS. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menambahkan, kota-kota besar di China menerapkan pembatasan untuk menahan kenaikan infeksi baru Covid-19 yang mencapai rekor tertinggi. "Pasar khawatir tindakan itu menyebabkan lebih banyak gangguan di aktivitas bisnis yang bisa menekan ekonomi China," kata dia, kemarin (23/11). 

Di sisi lain, resesi akan mencapai puncaknya di tahun 2023. Tak heran, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global turun dari 3,1% tahun ini menjadi 2,2% pada 2023. 

Beberapa rilis data AS seperti penjualan rumah baru, durable goods order dan klaim data pengangguran akan mewarnai pergerakan rupiah hari ini (24/11). Ibrahim mengestimasikan, rupiah akan kembali melemah di Rp 15.670-Rp 15.740 pada Kamis (24/11). 

Kemarin, rupiah di pasar spot menguat 0,06% ke level Rp 15,686.5. Sementara kurs versi Jisdor BI, rupiah menguat 0,1% di posisi Rp 15.700 per dollar AS.  

Baca Juga: Inflasi Terkendali, Pasar Obligasi Membumbung Tinggi

Bagikan

Berita Terbaru

Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian
| Minggu, 25 Januari 2026 | 07:10 WIB

Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian

Menikmati durian tak perlu menunggu musim durian. Kini ada banyak warung menanti pelanggan untuk membelah durian.

 
Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:38 WIB

Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar

Pada 2014, belum ada perusahaan di Indonesia yang memiliki izin resmi sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik meski regulsinya tersedia.

Bank Permata Pangkas Pemakaian Air di Kantor
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bank Permata Pangkas Pemakaian Air di Kantor

Untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, Bank Permata mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam operasional

Ambisi Bangun Ekosistem Terintegrasi Logam Tanah Jarang
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:00 WIB

Ambisi Bangun Ekosistem Terintegrasi Logam Tanah Jarang

Pemerintahan Prabowo Subianto berambisi mempercepat hilirisasi logam tanah jarang. Tapi, masih banyak PR yang harus pemerintah selesaikan dulu.

SGRO Usai Akuisisi: Produksi CPO Naik dan Fokus Baru di Energi Hijau
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:00 WIB

SGRO Usai Akuisisi: Produksi CPO Naik dan Fokus Baru di Energi Hijau

Menelisik strategi dan target bisnis PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) pasca memiliki pengendali baru 

Transformasi SGRO, Akuisisi Posco Ubah Total Arah Bisnis Mantan Emiten Sampoerna Ini
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:56 WIB

Transformasi SGRO, Akuisisi Posco Ubah Total Arah Bisnis Mantan Emiten Sampoerna Ini

Prime Agri kini juga punya fokus bisnis baru di bawah kendali AGPA, yaitu produksi bisnis hulu untuk kebutuhan energi hijau.

Pembiayaan Tumbuh Tipis, Laba Multifinance Terkikis
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:55 WIB

Pembiayaan Tumbuh Tipis, Laba Multifinance Terkikis

Seretnya penyaluran pembiayaan turut menekan profitabilitas multifinance sebesar 1,09% secara tahunan menjadi Rp 506,82 triliun di November 2025

Menguji Sanksi
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:25 WIB

Menguji Sanksi

Sebanyak 28 perusahaan yang dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Ancaman PHK Massal Hantui Industri Daging Imbas Kuota Menciut
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:10 WIB

Ancaman PHK Massal Hantui Industri Daging Imbas Kuota Menciut

Pemerintah pangkas kuota impor daging. Yang ketar-ketir tak hanya importir, tapi juga pedagang, industri pengolahan, pekerja dan konsumen.

 
Efek Musiman Mendongkrak Likuiditas dan Kredit
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:11 WIB

Efek Musiman Mendongkrak Likuiditas dan Kredit

Penguatan dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor musiman.                                                 

INDEKS BERITA

Terpopuler