Pergerakan Rupiah Hari Ini (28/3), Fokus Pasar Masih di Kasus Bank Luar Negeri

Selasa, 28 Maret 2023 | 04:40 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (28/3), Fokus Pasar Masih di Kasus Bank Luar Negeri
[]
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah melemah pada awal pekan ini. Pelemahan rupiah terpantik lesunya data ekonomi China. Senin (27/3), rupiah di pasar spot melemah 0,07% ke Rp 15.163. Adapun, kurs rupiah Jisdor menguat 0,09% di Rp 15.174. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, mata uang Asia melemah dipengaruhi rilis data China yang menujukkan pelemahan. Laba yang diperoleh perusahaan industri China merosot 22,9% secara tahunan atau  year on year (yoy) menjadi CNY 887,2 miliar dalam dua bulan pertama tahun 2023. Penurunan ini mengikuti penurunan 4% pada 2022.

Baca Juga: Perkasa, Rupiah Jisdor Sukses Menguat ke Rp 15.174 Per Dolar AS pada Senin (27/3)

"Ini menandakan negara ekonomi terbesar di dunia belum sepenuhnya pulih dari perlambatan aktivitas ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19," ungkap Josua.

Investor akan mencermati pidato pejabat The Fed atas arah suku bunga bank sentral AS, menyusul pidato Presiden Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, Minggu (26/3) yang mengatakan gejolak bank baru-baru ini meningkatkan risiko resesi.

Presiden HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai, tak ada data ekonomi yang akan mempengaruhi rupiah Selasa (28/3). Investor tertuju pada indikator inflasi atas indeks kenaikan barang konsumsi atau Price Consumption Expenditure (PCE) yang dirilis akhir pekan. Kata dia, rupiah akan bergerak konsolidasi pekan ini. Fokus utama investor masih pada kekacauan sektor bank yang menjalar ke Deutche Bank, setelah Credit Suisse.

Sutopo memproyeksikan rupiah akan bergerak di Rp 15.100 - Rp 15.200, Selasa (28/3). Sementara, Josua memperkirakan rupiah di Rp 15.125 - Rp 15.225 per dollar AS.

Baca Juga: Loyo, Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 15.163 Per Dolar AS pada Hari Ini (27/3)
 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Menyoroti Penyebab Volatilitas Tajam Saham SQMI, Melesat Hingga ARA Lalu Terkena UMA
| Jumat, 04 September 2026 | 07:45 WIB

Menyoroti Penyebab Volatilitas Tajam Saham SQMI, Melesat Hingga ARA Lalu Terkena UMA

PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) dikomandani nakhoda baru yang punya pengalaman panjang di dunia keuangan.

Harga Ayam Menguat, JPFA Jadi Pilihan Utama di Tengah Risiko Oversupply 2027
| Jumat, 04 September 2026 | 07:32 WIB

Harga Ayam Menguat, JPFA Jadi Pilihan Utama di Tengah Risiko Oversupply 2027

Dalam jangka menengah, tambahan kapasitas DOC dapat meningkatkan risiko kelebihan pasokan pada 2027–2028 dan menekan harga broiler.

Inflasi Naik, Harga Komoditas Melonjak: Saham Consumer Mana yang Menarik?
| Jumat, 04 September 2026 | 07:15 WIB

Inflasi Naik, Harga Komoditas Melonjak: Saham Consumer Mana yang Menarik?

Produk-produk dengan permintaan struktural memiliki daya tahan yang berbeda dibandingkan produk yang konsumsinya mudah ditunda.

Harga Tiket Pesawat Siap Terbang di Momen Nataru
| Jumat, 04 September 2026 | 07:11 WIB

Harga Tiket Pesawat Siap Terbang di Momen Nataru

Dampak kenaikan fuel surcharge secara penuh akan terlihat pada harga tiket untuk periode perjalanan Desember, termasuk momentum libur Nataru.

Membumikan Produk Perbankan Syariah
| Jumat, 04 September 2026 | 07:10 WIB

Membumikan Produk Perbankan Syariah

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus segera hadir untuk bisa membumikan produk perbankan syariah.​

Tata Kelola BBM
| Jumat, 04 September 2026 | 07:00 WIB

Tata Kelola BBM

Indonesia harus berani membenahi tata kelola BBM berkaca dari Malaysia yang bisa membuat harga BBM lebih murah dari kita.

Prospek CYBR Bergantung Proyek Pemerintah dan Regulasi Siber
| Jumat, 04 September 2026 | 06:57 WIB

Prospek CYBR Bergantung Proyek Pemerintah dan Regulasi Siber

Kinerja kuartal III dan kuartal IV menjadi periode penting, apakah pertumbuhan pendapatan PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) dapat berlanjut atau sementara.

DKFT Menebar Dividen Interim Senilai Rp 169 Miliar
| Jumat, 04 September 2026 | 06:51 WIB

DKFT Menebar Dividen Interim Senilai Rp 169 Miliar

Dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang saham DKFT akan memperoleh dividen interim sebesar Rp 30 per saham.

Siapkan Dana Rp 500 Miliar, ERAA Akan Buyback Saham
| Jumat, 04 September 2026 | 06:48 WIB

Siapkan Dana Rp 500 Miliar, ERAA Akan Buyback Saham

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana melaksanakan aksi buyback saham dengan periode pelaksanaan mulai 4 September hingga 4 Desember 2026. ​

Saham Sektor Energi Kembali Bertaji
| Jumat, 04 September 2026 | 06:43 WIB

Saham Sektor Energi Kembali Bertaji

Lonjakan harga komoditas di pasar global menopang pergerakan saham emiten energi dalam sebulan terakhir.

INDEKS BERITA

Terpopuler